Menuju konten utama

Kemarau Jakarta: Air Menipis, Risiko Kebakaran Meningkat?

Di tengah musim kemarau dan El Nino, Bayu pun memastikan tidak ada kendala bagi Gulkarmat dalam memperoleh pasokan air untuk pemadaman.

Kemarau Jakarta: Air Menipis, Risiko Kebakaran Meningkat?
Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta melakukan pendinginan di area pabrik bingkai yang terbakar di kawasan Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta, Rabu (12/8/2026). Dinas Gulkarmat Jakarta mengerahkan 20 unit armada pemadam kebakaran dan 100 personel untuk memadamkan kebakaran yang melanda pabrik tersebut pada Rabu (12/8) dini hari. ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/hma
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kebakaran kembali terjadi di wilayah Jakarta. Kali ini, melanda kawasan Pasar Mobil Kemayoran Gate V, Jakarta Pusat, pada Senin (21/9/2026) malam.

Command Center Pemadam Kebakaran (Damkar) Jakarta menyebutkan bahwa kebakaran terjadi pada sekitar pukul 19.35 WIB. Sebanyak 22 unit mobil pemadam dan 88 personel dikerahkan untuk memadamkan api.

Peristiwa ini menambah daftar panjang kejadian kebakaran di Jakarta. Dari penelusuran Tirto, lebih dari 10 kejadian kebakaran sudah ditangani Gulkarmat sepanjang September 2026.

Data Gulkarmat sendiri menunjukkan, angka kejadian kebakaran selalu meningkat selama Juni sampai Agustus 2026. Pada Juni terjadi 141 kejadian, Juli 217 kejadian, dan Agustus 240 kejadian.

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Pencegahan Provinsi DKI Jakarta, Bayu Meganthara, menerangkan bahwa Kota Jakarta Barat menjadi daerah paling banyak terjadinya kebakaran. Penyebab kebakaran di Jakarta sendiri didominasi oleh masalah listrik pada objek bangunan perumahan.

"Data dari Januari hingga Agustus itu kalau diakumulasi, penyebab terbanyak karena listrik, yakni 649 kejadian. Sedangkan objek paling banyak terjadinya kebakaran itu pada bangunan perumahan, yakni 358 kejadian," tutur dia kepada Tirto, Selasa (22/9/2026).

Di tengah musim kemarau dan El Nino saat ini, Bayu pun memastikan tidak ada kendala bagi Gulkarmat dalam memperoleh pasokan air untuk pemadaman. Dia memastikan koordinasi untuk memenuhi kebutuhan pasokan air selalu dilakukan.

"Alhamdulillah aman. Alhamdulillah kami koordinasi dengan SDA dan PAM Jaya dalam keadaan darurat untuk penenuhan kebutuhan air," ucap Bayu.

Kebakaran pabrik bingkai di Jakarta Timur

Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta melakukan pendinginan di area pabrik bingkai yang terbakar di kawasan Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta, Rabu (12/8/2026). Dinas Gulkarmat Jakarta mengerahkan 20 unit armada pemadam kebakaran dan 100 personel untuk memadamkan kebakaran yang melanda pabrik tersebut pada Rabu (12/8) dini hari. ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/hma

Menelisik Risiko Meningkatnya Kebakaran di Tengah Kekeringan Air

El Nino yang masih menerjang Indonesia telah menunjukkan dampaknya hingga ke Ibu Kota. Kasus kekeringan air di sejumlah daerah sudah banyak terjadi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sendiri telah mengumumkan status awas di seluruh area Jakarta. Meski demikian, Pemprov Jakarta memastikan pasokan air masih aman memenuhi kebutuhan air warga.

Kepala BMKG, Faisal Fathani, menerangkan bahwa dampak El Nino pada kekeringan di Indonesia akan selesai dengan masuknya musim hujan. Musim hujan di Indonesia sendiri akan datang secara bertahap, di mana sebagian besar wilayah mulai pada bulan November.

"Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami puncak musim hujan pada bulan Desember 2026 yaitu di 155 zona musim atau 36,94% luas daratan Indonesia. Puncak musim hujan di Januari 2027 yaitu di 162 zona musim atau 25,68% luas daratan Indonesia," ucap dia dalam konferensi pers secara daring.

Menurut Faisal, pada Februari 2027 sendiri akan ada 190 zona musim atau 16,79% luas daratan Indonesia. Kemudian, sebagian besar wilayah di 482 zona musim atau 51,90% luas daratan Indonesia diprediksi mengalami musim hujan 2026/2027 yang lebih pendek dari normalnya.

Deputi Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menambahkan, akibat paparan El Nino saat ini, sebagian besar wilayah Indonesia mengalami kemarau yang jauh lebih kering dan panjang dibanding kondisi normalnya. BMKG mencatat sebanyak 556 zona musim atau sekitar 61,91 persen daratan Indonesia saat ini masih berada dalam cengkeraman musim kemarau.

Gedung Bapenda DKI Jakarta kebakaran

Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta bersiap memadamkan kobaran api yang membakar Gedung Badang Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Jakarta, Jumat (7/8/2025). Dinas Gulkarmat Jakarta mengerahkan sebanyak 20 armada pemadam kebakaran dan 100 personel untuk mengendalikan situasi dan memadamkan kebakaran yang terjadi. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/hma

Terdapat 25 provinsi yang mencatatkan hari tanpa hujan secara berurutan lebih dari 60 hari. Misalnya, wilayah Bantul, Yogyakarta, tercatat menjadi daerah dengan periode tanpa hujan terpanjang, yakni mencapai 131 hari atau lebih dari empat bulan.

Dampak El Nino tahun ini juga memicu fenomena unik, di mana area yang biasanya memilik pola hujan sepanjang tahun turut mengalami musim kemarau. Dari 110 zona musim yang secara klimatologis biasa diguyur hujan sepanjang tahun, sebanyak 98 zona di antaranya terpaksa merasuki periode kering akibat anomali ini.

Sementara itu, dengan proyeksi musim hujan yang sangat pendek itu, masayarakat harus mempertajam mitigasi dan antisipasi. Masyarakat harus memanfaatkan air hujan serta menambah kapasitas tampung pada skala rumah tangga.

"Identifikasi potensi kecukupan air tanah dan lokasi sumur bor, serta mengoptimalkan pengelolaan drainase dan konservasi air secara berkelanjutan menghadapi kondisi yang nanti akan cukup basah," ungkap Ardhasena.

Dengan gambaran kemarau dan El Nino yang panjang hingga tahun depan itu, ancaman kekeringan air tak menjadi satu-satunya yang harus diwaspadai. Kemarau dan El Nino menjadikan lebih mudah memantik api, bukan hanya di hutan maupun lahan, tetapi juga lingkungan perumahan warga.

Ahli Hidrologi Institut Pertanian Bogor (IPB), Hidayat Pawitan, mengemukakan bahwa kondisi kemarau ini menjadikan kelembaban udara relatif rendah, kurang dari 60%. Padahal, dalam kondisi normal kelembaban udara sekitar 80%.

"Iya tentu saja rawan kebakaran karena memang saat El Nino yang memperkuat musim kemarau untuk kawasan selatan Indonesia, di bawah khatulistiwa," tutur dia kepada Tirto.

Hidayat menerangkan, tingkat kerawanan terhdap kebakaran di lingkungan warga meningkat dengan kebiasaan menyimpan barang-barang yang sudah tidak berguna dan mudah terbakar. Dengan demikian, masyarakat harus memiliki kesadaran untuk lebih rajin membersihkan lingkungan dan tidak menumpuk barang yang mudah terbakar.

Lebih lanjut, Hidayat menegaskan, kuncinya adalah kesadaran masyarakat untuk hidup tertib dan tidak sembarangan menyulut api di lingkungan yang akan mudah membakar bahan-bahan kering maupun mudah terbakar. Meski itu sulit dilakukan, dia memastikan upaya menghindari risiko kebakaran adalah jalan terbaik saat ini.

Dia pun mengakui musim hujan sendiri diprediksi akan dimulai dari arah barat Indonesia, seperti Sumatra, kemudian disusul Pulau Jawa. Dia pun memprediksi bulan depan mungkin saja musim hujan datang lebih cepat dan merata hingga ke arah timur Indonesia.

Di sisi lain, dia menekankan bahwa masyarakat tetap harus menghemat air meski musim hujan sudah akan datang. Sebab, musim hujan memang datang tidak sebagaimana tahun-tahun sebelum adanya El Nino.

"Kondisi El Nino kuat seperti yang terjadi saat ini sampe awal 2027, jumlah curah hujan sepanjang musim hujan, hanya separo kondisi normalnya. Jadi memang harus hemat dan bijak dalam menggunakan air saat air tersedia terbatas," ujar dia.

Kebakaran permukiman penduduk di kawasan Tambora

Warga berdiri di depan rumah yang terbakar di kawasan Krendang, Tambora, Jakarta, Jumat (29/5/2026). Sudin Gulkarmat Jakarta Barat mencatat kebakaran permukiman akibat korsleting listrik pada Kamis (28/5) malam tersebut menghanguskan 27 rumah di delapan RT serta menyebabkan sekitar 200 warga terdampak. ANTARA FOTO/Salma Talita/wsj.

Baca juga artikel terkait KEBAKARAN atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - News Plus
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Andrian Pratama Taher