tirto.id - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengungkap data hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di tujuh provinsi dalam seminggu terakhir. Dari data tersebut, Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat jumlah hotspot terbanyak.
"Selanjutnya nah ini, ini data secara nasional agregasi selama satu minggu terakhir itu tadi 8.503 tertinggi di tanggal 20 September, terutama di Kalimantan Tengah pada tanggal 20 September itu berada di angka 1.294 hotspot dengan high confidence level," ucap Karo Humas dan KLN Kemenhut, Ristianto Pribadi, di Kemenko Polkam, Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Menurut dia, untuk Kalimantan Barat terdapat 355 hotspot, Sumatera Selatan 249, Kalsel 106, Jambi 62, dan Riau 17. Seluruh data itu tercatat hingga tanggal 20 September 2026.
Ristianto menerangkan, untuk data yang tercatat kemarin (21/9/2026), terjadi penurunan di seluruh wilayah. Di Kalimantan Tengah dari 1.294 pada hari Minggu, turun menjadi 350 hotspot.
"Di Kalbar dari 355 turun menjadi 75 titik hotspot. Sumatera Selatan juga turun dari 98 menjadi 64. Kalimantan Selatan ada sedikit peningkatan dari 69 menjadi 74. Jambi turun dari 26 menjadi 6 titik hotspot dan di Riau terpantau tadi malam tidak ada titik hotspot," tutur dia.
Dampak Karhutla terhadap Satwa
Diketahui, selain dampak pencemaran udara yang terjadi karena karhutla, efeknya juga menyasar satwa di alam bebas. Sebanyak 100 satwa dilaporkan terdampak di enam provinsi prioritas.
“Dari data yang kami kumpulkan sampai dengan hari ini, 22 September 2026, Kementerian Kehutanan telah melakukan upaya penyelamatan satwa liar sejumlah 100 individu satwa liar,” kata Ristianto.
Dari 100 satwa yang terdampak, 53 merupakan orang utan yang berada di wilayah Kalimantan. Dia pun mengungkap, memang 97 persen dari total satwa tersebut berada di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur.
Selain orang utan, kata dia, satwa yang banyak terdampak adalah trenggiling. Dari 100 satwa tersebut, sebanyak delapan ekor ditemukan dalam kondisi mati.
“Dari 100 satwa itu, kita follow up-nya ada 7 orang utan kita sudah lepasliarkan di Kalimantan Barat. Kemudian juga ada 8 satwa dari 100 itu kondisinya mati. Itu ada ular, biawak, kura-kura, termasuk kemarin ada satu ekor orang utan itu,” ungkap dia.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id


































