Menuju konten utama

MBG Saja Tidak Cukup, Pemerintah Akan Renovasi 71.744 Sekolah

Di Sidang MPR 2026, Presiden Prabowo menegaskan program MBG saja tidak cukup. Pemerintah menargetkan renovasi 71.744 sekolah dan pesantren tahun ini.

MBG Saja Tidak Cukup, Pemerintah Akan Renovasi 71.744 Sekolah
Personel kepolisian mengecek kondisi ruang kelas yang rusak di SD Negeri Sendangmulyo 3, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (28/7/2026). Menurut pihak sekolah sebanyak lima ruangan di bangunan sekolah tersebut rusak akibat tertimpa pohon yang ambruk pada Senin (27/8) sekitar pukul 13.00 WIB dan tidak ada korban dalam peristiwa itu, sementara aktivitas belajar mengajar dialihkan ke ruangan yang lebih aman guna menjamin keselamatan para siswa dan guru. ANTARA FOTO/Makna Zaezar/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan, memberikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada anak-anak Indonesia saja tidak cukup untuk membangun masa depan bangsa. Kebijakan ini harus diimbangi dengan fasilitas pendidikan yang layak melalui proyek perbaikan sekolah terbesar dalam sejarah Indonesia.

"Memberi makan bergizi saja, kita sadar tidak cukup. Anak-anak kita harus memperoleh pendidikan yang baik. Karena itu kita jalankan program perbaikan sekolah terbesar dalam sejarah kita. Tapi tahun ini kita telah perbaiki lebih dari 71.744 sekolah," kata Prabowo dalam pidatonya di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Target Seluruh Sekolah dan Pesantren Rampung Direnovasi 2029

Pemerintah tidak berhenti pada capaian tahun ini saja. Presiden Prabowo mematok target ambisius untuk merenovasi 100.000 sekolah lagi pada tahun 2027 dan 2028 mendatang.

"Kita harapkan, pada 2029, seluruh sekolah termasuk pesantren di Indonesia telah selesai direnovasi," tambah Prabowo.

Dia mengatakan, revitalisasi ini juga dilakukan pada sejumlah sejumlah yang berada di wilayah terpencil dan terluar seperti di Miangas.

Kata Prabowo, di wilayah tersebut juga akan dibangun puskesmas. Dia menyebut telah mempersiapkan satgas khusus pulau-pulau terpencil dan terluar dari Sabang sampai Merauke.

Bagikan Layar Pintar Interaktif dan Studio Guru Pusat

Selain bangunan fisik, digitalisasi sekolah juga digenjot secara masif. Prabowo mengatakan bahwa pada 2026 ini, pemerintah akan membagikan layar pintar interaktif atau interactive panel sebanyak tiga unit untuk masing-masing sekolah. Kata Prabowo, pada 2025 telah dibagikan satu untuk masing-masing sekolah dengan total empat tiap sekolah.

"Artinya guru-guru kita di mana pun punya akses kepada kurikulum, akses kepada konten, di hampir semua bidang yang ada di kurikulum pendidikan sekolah di Indonesia dan di luar Indonesia. Mereka bisa mengulangi-ulangi pelajaran. Kalau mereka tidak kuasai bisa dua kali, tiga kali. Mereka juga bisa dari rumah mengakses program ini," tutur Prabowo.

Dia juga merencanakan untuk membuat studio terpusat agar para guru-guru terbaik dapat melakukan siaran terkait mata pelajaran yang bisa diakses oleh ribuan sekolah.

"Pelajaran apapun kita akan kumpulkan guru-guru terbaik. Termasuk bahasa asing, bahasa asing mutlak harus kita kuasai," ucap Prabowo.

Dia juga mengatakan, para siswa harus belajar bahasa asing sejak kelas satu SD seperti bahasa Jepang, Spanyol, Arab, Mandarin dan Prancis. Katanya, hal tersebut dapat menjadi modal di dunia kerja.

Baca juga artikel terkait KUALITAS PENDIDIKAN atau tulisan lainnya dari Auliya Umayna Andani

tirto.id - Flash News
Reporter: Auliya Umayna Andani
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Siti Fatimah