tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menargetkan, pada 2029 akan ada setidaknya 6 ruang kelas dalam satu sekolah yang memiliki panel pintar interaktif. Untuk mencapai target tersebut, di tahun ini pemerintah bakal membangun 1 juta panel pintar interaktif.
Melalui Langkah tersebut diharapkan, 3-4 ruang kelas di setiap sekolah akan memiliki perangkat layar sentuh pintar all-in-one (LED, komputer, papan tulis, proyektor) beresolusi tinggi (4K) yang mendukung kolaborasi multi-sentuh secara real-time tersebut.
“Kami berharap dalam tiga tahun ke depan, semua sekolah di Indonesia akan memiliki setidaknya enam ruang kelas dengan panel interaktif digital,” ucap Prabowo dalam acara World Economic Forum (WEF), di Davos, Swiss, dikutip Jumat (23/1/2026).
Dengan adanya panel pintar interaktif ini, diharapkan kualitas pengajaran guru di sekolah yang berada di pelosok negeri meningkat.
Menurut Prabowo, rencana ini disambut positif oleh anak-anak sekolah, antusiasme guru, hingga penduduk desa. Bahkan, tidak sedikit dari warga yang berada di daerah pelosok mengungkapkan keberadaan panel pintar interaktif menjadi bukti kepedulian pemerintah pusat terhadap mereka.
“Banyak dari mereka menangis ketika melihat panel-panel itu datang. Kami menerima pesan, Bapak Presiden, sepanjang sejarah desa ini, kami belum pernah merasa bahwa pemerintah pusat mengetahui tentang kami. Ini adalah pertama kalinya kami merasa bahwa pemerintah pusat peduli kepada kami dan sekarang berada di desa kami, sekarang membantu mendidik anak-anak kami,” kisahnya.
Sementara itu, sejalan dengan renovasi 16.140 sekolah yang dilaksanakan di sepanjang tahun lalu, pemerintah juga sudah melengkapi 288.000 sekolah dengan satu panel datar interaktif 75 inci. Ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan dari program digitalisasi pendidikan sekaligus juga memberdayakan generasi masa depan Indonesia.
“Mengapa ini penting bagi investor global yang berkumpul di Forum Ekonomi Dunia ini? Karena saya yakin bahwa modal manusia menentukan pertumbuhan jangka panjang, keuntungan jangka panjang. Pengembangan sumber daya manusia adalah kunci bagi negara yang makmur dan sukses,” tukas Prabowo.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id

































