tirto.id - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Tangerang Selatan (Tangsel) memastikan aktivitas belajar di seluruh sekolah tetap berjalan normal pada Senin, 1 September 2025. Kebijakan ini diambil demi keutamaan pentingnya mencerdaskan generasi muda, meskipun gelombang unjuk rasa masih panas.
Kepala Dikbud Tangsel, Deden Deni, menegaskan bahwa proses pembelajaran harus efektif. Kecuali, sekolah berada di perbatasan wilayah dan terdampak aksi massa, diperbolehkan melakukan penyesuaian kondisional.
“Aktivitas belajar dilaksanakan normal. Untuk sekolah di perbatasan yang terdampak aksi massa, dapat dilakukan penyesuaian sesuai kondisi. Keamanan dan keselamatan siswa adalah prioritas,” ujar Deden.
Rina (38), orang tua siswa asal Ciputat, menyambut baik keputusan pemerintah. “Sebagai orang tua tentu ada rasa khawatir. Tapi kalau sekolah jalan normal, anak-anak tidak kehilangan pelajaran. Yang penting pihak sekolah dan aparat bisa menjaga keamanan di sekitar sekolah,” tuturnya, Senin (01/09/2025)
Sementara itu, Daffa (16), siswa SMA Negeri di Pamulang, mengaku siap mengikuti pelajaran seperti biasa. “Kami tetap belajar seperti biasa. Semoga aman, jadi bisa fokus di kelas tanpa rasa takut,” katanya.
Dengan langkah antisipatif Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan imbauan Dikbud, Pemerintah Kota Tangsel berharap kondusifitas wilayah tetap terjaga serta masyarakat, orang tua, dan siswa dapat tenang menjalani aktivitas sehari-hari.
Sebelumnya, Forkopimda Kota Tangsel menekankan agar pendidikan tidak terganggu demi mencerdaskan generasi muda. Rapat koordinasi dilakukan untuk mencegah meluasnya aksi massa buntut eskalasi politik yang kian panas dilangsungkan di Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangsel, pada Minggu (31/8/2025).
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, menegaskan bahwa tidak ada pihak yang diuntungkan jika terjadi kerusuhan. “Tidak ada satupun pihak yang diuntungkan jika terjadi kerusuhan,” ujarnya.
Menurut Benyamin, Forkopimda bergerak cepat melakukan mitigasi agar situasi tetap terkendali. Ia mengajak seluruh masyarakat Tangsel tidak terpancing provokasi yang hanya menimbulkan perpecahan serta melanggar norma agama dan hukum.
“Tokoh masyarakat kami ajak bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungannya. Siskamling perlu digencarkan lagi, bukan hanya malam hari, tapi juga siang dan sore secara bergantian,” ujarnya, pada Minggu (31/08/2025).
Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Tangsel mengerahkan Satpol PP untuk patroli kewilayahan. Lurah dan camat diinstruksikan menggalang kekuatan bersama ketua RT dan RW guna memantau keamanan. Jika muncul kerumunan mencurigakan, aparat diminta segera melakukan pendekatan persuasif.
=====
Tangsel_Update adalah akun IG City Info yang merupakan bagian dari #KolaborasiJangkarByTirto.
Penulis: Tangsel_Update
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id































