tirto.id - Ada banyak contoh penipuan di platform Shopee dengan modus beragam dari oknum-oknum tak bertanggungjawab . Penipuan ini pun sudah memakan cukup banyak korban, terutama mereka yang belum terbiasa berbelanja online. Lalu, seperti apa modusnya dan bagaimana ciri-ciri penipuan di Shopee?
Penipuan belanja online memang bukan hal yang baru. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, modusnya pun ikut berkembang. Dahulu, penipuan di dunia online sangatlah sederhana. Penipu cukup menyuruh korbannya mentransfer uang, lalu menghilang tanpa mengirim barang.
Untuk menghindari penipuan, muncullah sistem rekening bersama (rekber) yang dahulu marak di beberapa platform jual beli. Dalam metode ini, pembeli tidak mentransfer uang secara langsung ke penjual, melainkan ke pihak ketiga yang tepercaya.
Uang tersebut baru akan diteruskan ke penjual setelah pembeli mengonfirmasi bahwa barang yang ia beli telah diterima dengan baik. Metode rekber inilah yang digunakan oleh marketplace seperti Shopee sampai saat ini.
Shopee tentu memiliki sistem keamanan yang ketat untuk menjamin setiap transaksi. Akan tetapi, penipu juga selalu punya celah untuk menjebak korbannya dengan modus-modus terbaru.
Oleh karena itu, konsumen wajib mengenali modus dan contoh penipuan Shopee yang sedang marak terjadi agar terhindar dari kerugian saat bertransaksi online.
Contoh Penipuan Shopee yang Sering Terjadi pada Pembeli
Di tengah kemudahan berbelanja online, kewaspadaan harus menjadi kunci utama bagi para pembeli agar tidak terjebak penipuan. Sebagai salah satu e-commerce terbesar, Shopee menjadi sasaran empuk bagi oknum tidak bertanggung jawab untuk melancarkan berbagai modus penipuan.
Berikut adalah beberapa contoh penipuan Shopee yang sering terjadi dan wajib diwaspadai oleh seluruh pengguna:
Modus Penipuan Shopee WhatsApp: Kenapa Kamu Dihubungi di Luar Aplikasi?

Salah satu contoh penipuan yang cukup sering terjadi di Shopee adalah ketika pembeli tiba-tiba dihubungi oleh nomor tak dikenal yang mengaku sebagai pihak Shopee. Modus ini sengaja dilakukan untuk mengelabui korban agar mau memberikan informasi penting seperti kode OTP, PIN, atau data pribadi lain.
Tak hanya meminta data pribadi, penipu juga bisa mengirimkan link mencurigakan dan mendorong calon korban untuk mengkliknya. Misalnya dengan iming-iming bahwa calon korbannya telah mendapatkan hadiah dan harus klik link untuk mengklaimnya.
Penipu juga bisa membuat skenario yang akan membuat calon korbannya merasa panik. Misalnya, mengatakan bahwa akunnya melakukan pelanggaran sehingga harus mengklik link untuk memperbaiki akunnya.
Jika menerima pesan WhatsApp seperti ini, harap waspada dan jangan langsung mengikuti arahan yang ada di dalam pesan tersebut. Perlu diketahui bahwa pihak Shopee tidak pernah menghubungi pengguna untuk meminta data pribadi.
Waspada pula jika ada penjual yang meminta komunikasi dan transaksi di luar aplikasi. Shopee merupakan marketplace yang berisi banyak sekali penjual sehingga calon pembeli harus jeli memilih toko yang tepercaya.
Jika lengah dan tidak teliti, bisa saja pembeli bertemu dengan akun penipu yang nantinya malah meminta transaksi di luar aplikasi. Penjual bodong seperti ini biasanya akan langsung meminta untuk berkomunikasi dengan pembeli lewat WhatsApp dengan alasan mempermudah atau mempercepat transaksi.
Harap waspada jika penjual mulai menanyakan data pribadi, mengirimkan link, atau meminta transaksi di luar sistem Shopee (misalnya transfer langsung ke rekening penjual). Pihak Shopee sendiri selalu mewanti-wanti agar seluruh transaksi dilakukan di dalam aplikasi Shopee.
Jadi, secara garis besar, ciri-ciri penipuan Shopee via WhatsApp adalah sebagai berikut:
- Mengaku sebagai pihak resmi Shopee
- Menghubungi melalui nomor pribadi yang tidak dikenal (nama kontak WhatsApp Shopee yang resmi memiliki logo centang biru atau verified blue tick, dan hanya untuk notifikasi serta promosi)
- Meminta melanjutkan transaksi di luar aplikasi
- Mengirim link mencurigakan (phishing)
- Meminta data pribadi seperti kode OTP atau PIN
- Mendesak korban untuk segera melakukan pembayaran
- Memberikan alasan darurat atau mendesak agar korban panik dan segera mengikuti perintah
Penipuan Shopee Barang Tidak Sesuai: Polanya Seperti Apa?

Penipuan barang yang tidak sesuai juga merupakan salah satu modus yang cukup sering terjadi di Shopee. Dalam penipuan ini, penjual memanfaatkan tampilan visual dan deskripsi produk untuk membangun ekspektasi tinggi di benak calon pembeli.
Foto yang digunakan biasanya terlihat profesional, bahkan tidak jarang diambil dari toko lain atau brand resmi sehingga produk tampak meyakinkan, berkualitas, dan pastinya menarik minat pembeli.
Setelah transaksi dilakukan, barang yang diterima sering kali jauh dari harapan. Perbedaannya bisa berupa kualitas bahan yang sangat rendah, ukuran yang tidak sesuai, hingga warna atau detail yang ternyata berbeda dari gambar.
Barang yang dikirim umumnya masih sama dengan yang dipesan sehingga sekilas terlihat benar, tapi secara kualitas dan spesifikasi sangat mengecewakan. Misal, penjual memajang foto baju dengan desain menarik sekaligus memasang deskripsi bahwa bajunya dari bahan berkualitas.
Kenyataannya, baju yang diterima pembeli memiliki desain yang serupa, tapi cutting-an terlihat buruk sehingga tidak pas di tubuh. Bahan kainnya pun terkesan murahan sehingga terasa tidak nyaman di kulit.
Kasus seperti ini sebenarnya cukup sering terjadi, dan modus ini sengaja dirancang agar terlihat seperti kesalahan biasa, bukan penipuan terang-terangan. Sebagian pembeli pun biasanya memilih untuk tidak mengajukan komplain.
Alasannya bermacam-macam, bisa karena merasa prosesnya merepotkan, nilai kerugiannya dianggap kecil, atau pasrah saja dan menganggap bahwa mereka apes mendapatkan barang berkualitas rendah. Hal inilah yang dimanfaatkan oleh oknum penjual untuk terus menjalankan praktik tersebut.
Ciri-ciri penipuan di Shopee saat barang tidak sesuai:
- Harga lebih murah dibanding pasaran
- Foto produk terlihat terlalu bagus untuk harga yang relatif murah, terkadang bukan foto asli.
- Deskripsi produk tidak jelas, terlalu umum, atau bahkan berlebihan (overclaim)
- Ulasan terlihat tidak natural atau mencurigakan
- Banyak review tanpa foto/video asli
Modus Penipuan Shopee Terbaru yang Lagi Marak

Modus penipuan Shopee terbaru hampir sama dengan penipuan lewat WhatsApp. Pelaku biasanya menghubungi korban melalui chat aplikasi dan mengatasnamakan customer service (CS), tentunya dengan menggunakan nama dan foto profil yang menyerupai akun resmi.
Mereka sengaja membuat identitas yang terlihat meyakinkan agar korban tidak curiga dan langsung percaya. Pola yang digunakan umumnya bersifat manipulatif dan menekan secara psikologis.
Korban akan dikirimi pesan bernada mendesak seperti “akun Anda diblokir”, “terjadi pelanggaran”, atau “transaksi bermasalah” agar panik dan segera mengikuti instruksi.
Pesan tersebut sering disertai tautan yang diklaim untuk verifikasi atau pemulihan akun, padahal sebenarnya bertujuan mencuri data pribadi atau mengambil alih akun korban.
Yang perlu dipahami, pihak Shopee tidak pernah memulai percakapan terlebih dahulu dengan pengguna melalui chat pribadi dan tidak akan meminta data pribadi seperti password, PIN, atau kode OTP.
Ciri-ciri penipuan di Shopee lewat chat aplikasi:
- Mengaku sebagai customer service atau admin Shopee
- Menggunakan nama/username mirip akun resmi
- Mengirim pesan bernada mendesak atau membuat panik (misalnya akun bermasalah atau terblokir)
- Menyertakan link yang diklaim untuk verifikasi atau pemulihan akun
- Meminta data pribadi (OTP, PIN, password)
Modus Penipuan Shopee Kirim Barang: Resi Asli, Isi Palsu

Dalam modus ini, penjual benar-benar memproses pesanan dan mengirimkan paket dengan nomor resi yang valid sehingga pembeli bisa melacak pengiriman seperti biasa. Dari sisi sistem, transaksi tampak sah dan tidak mencurigakan sama sekali.
Namun, masalah baru muncul saat paket diterima oleh pembeli. Isi barang di dalamnya tidak sesuai dengan pesanan, bahkan bisa sangat jauh berbeda. Misalnya, pembeli membeli gadget, tapi isi paketnya ternyata sangat random atau atau barang yang tidak bernilai.
Tujuan utama pelaku adalah membuat transaksi terlihat berhasil agar sistem otomatis menyelesaikan pesanan. Jika pembeli tidak segera memeriksa isi paket atau tidak melakukan komplain dengan cepat, dana bisa tetap cair/diteruskan ke penjual dalam beberapa hari sesuai kebijakan Shopee.
Tak hanya itu, jika pembeli tidak memiliki bukti kuat seperti video unboxing, maka klaim penipuan juga sulit diproses. Oleh karena itu, apa pun barang yang dibeli sebaiknya lakukan video unboxing paket.
Saat unboxing, perlihatkan pula label pengiriman pada paket sehingga terlihat jelas nama pengirim, penerima, hingga informasi barang yang ditransaksikan.
Ciri-Ciri Penipuan di Shopee yang Sering Tidak Disadari

Penipuan di Shopee sering kali tidak terlihat jelas di awal. Banyak modus dirancang agar tampak seperti transaksi jual-beli biasa sehingga pembeli baru menyadari setelah mengalami kerugian.
Oleh karena itu, penting untuk mengenali ciri-ciri yang kerap muncul dalam kasus penipuan di Shopee, berikut beberapa di antaranya yang perlu diwaspadai:
1. Harga Terlalu Murah
Harga yang jauh di bawah rata-rata sering digunakan untuk menarik perhatian dengan cepat. Penipu memanfaatkan psikologi pembeli yang ingin mendapatkan barang murah, padahal selisih harga yang tidak wajar justru menjadi tanda awal penipuan.2. Deskripsi Produk Tidak Jelas
Produk dengan deskripsi yang terlalu singkat, ambigu, atau tidak jelas sering menjadi tanda adanya penipuan. Informasi yang tidak detail membuat pembeli sulit memastikan spesifikasi asli barang.Bahkan, ketika menerima produk yang tidak sesuai ekspektasi, pembeli juga akan sulit mengajukan komplain karena pihak penjual memang tidak memberikan deskripsi yang mendetail.
3. Penjual Mengarahkan Transaksi di Luar Aplikasi
Jika penjual meminta melanjutkan transaksi melalui WhatsApp, transfer langsung, atau platform lain, maka kita patut dicurigai. Transaksi di luar aplikasi berarti di luar tanggung jawab Shopee. Maka, ketika terjadi masalah seperti penipuan, pembeli tidak bisa mengajukan komplain resmi dan meminta bantuan Shopee.4. Ulasan Terlihat Tidak Natural
Review yang terlalu positif tanpa kritik, penggunaan kata yang mirip satu sama lain, atau banyak ulasan tanpa foto/video asli merupakan tanda-tanda ulasan palsu. Penipu sering menggunakan ulasan palsu demi memanipulasi rating agar toko terlihat tepercaya demi mendapatkan korban5. Mengirim Link Mencurigakan
Waspadalah jika penjual mengirimkan link mencurigakan (di luar domain resmi Shopee) dengan alasan untuk melihat detail produk, melacak resi, atau mengklaim voucher tertentu. Link tersebut biasanya mengarah ke situs phishing yang dapat digunakan untuk mencuri data akun pengguna.6. Meminta Kode OTP dengan Alasan Teknis
Banyak penipu berpura-pura menjadi layanan pelanggan (customer service) Shopee yang menghubungi melalui telepon atau WhatsApp. Mereka sering berdalih ada masalah pada akun pengguna atau mengatakan bahwa pengguna telah memenangkan hadiah.Untuk melancarkan prosesnya, penipu meminta kode OTP yang masuk ke ponsel si pengguna. Perlu ditegaskan bahwa pihak Shopee yang asli tidak akan pernah meminta data pribadi penggunanya untuk alasan apa pun.
Penipuan di Shopee, Apakah Uang Bisa Kembali? Ini Penjelasannya

Dalam kasus penipuan di Shopee, uang bisa kembali atau tidak sangatlah ditentukan oleh beberapa hal, termasuk modus penipuan itu sendiri.
Jika menjadi korban penipuan dengan modus transaksi di luar aplikasi atau terlanjur memberikan data pribadi yang membuat saldo ShopeePay dikuras habis oleh si penipu, maka kecil kemungkinan uang akan kembali.
Menurut pengalaman beberapa pengguna dan korban penipuan, kasus ini bisa saja dilaporkan dengan cara menghubungi CS Shopee, bank, atau polisi. Pihak terkait bisa saja memblokir akun penipu di Shopee atau bahkan menangkap si pelaku, tapi uang korban biasanya tidak akan kembali.
Namun, untuk kasus penipuan dengan modus barang yang tidak sesuai dan transaksinya dilakukan di dalam sistem Shopee, maka pengguna bisa memanfaatkan fitur refund atau mengajukan pengembalian dana lewat aplikasi, asalkan belum klik “Pesanan Diterima”.
Berikut caranya seperti dilansir dari Pusat Bantuan Shopee:
- Masuk ke bagian profil atau tab Saya
- Pilih Dikirim
- Pilih pesanan yang bermasalah atau terindikasi penipuan
- Pilih Ajukan Pengembalian
- Pilih alasan pengajuan
- Pilih Alasan
- Pilih alasan yang sesuai
- Pilih Konfirmasi
- Isi Deskripsi (jika ada)
- Unggah foto/video bukti pendukung (video unboxing)
- Pilih Kirim
Lamanya proses pengembalian dana akan disesuaikan dengan metode pembayaran (tujuan pengembalian dana) yang tersedia di Shopee. Untuk metode ShopeePay biasanya 1x24 jam, sementara untuk pengembalian dana ke rekening bank estimasinya 1-7 hari kerja.
Cara Melaporkan Penipuan Shopee dengan Benar di Aplikasi
Apabila pengguna merasa telah menjadi korban penipuan, baik itu menerima barang yang tidak sesuai, terlanjur mengirim data pribadi, atau hal lainnya, pengguna bisa segera menghubungi customer service di Pusat Bantuan yang ada di dalam aplikasi. Berikut caranya:
- Masuk ke akun Shopee
- Masuk ke bagian profil atau klik “Saya”
- Klik “Pusat Bantuan”
- Silakan pilih untuk menghubungi CS melalui Chat (24 jam) atau Telepon (jam operasional 07.00 WIB - 21.59 WIB).
Jika terlanjur mengirimkan data pribadi ke penipu, segera ubah password akun dan PIN ShopeePay di aplikasi Shopee. Namun, bila terlanjur melakukan transaksi di luar Shopee (transfer ke rekening penjual), maka pengguna harus menghubungi bank yang bersangkutan untuk melakukan pemblokiran.
Demikian penjelasan terkait penipuan di Shopee, mulai dari modus, ciri-ciri, hingga bagaimana cara mengatasinya. Dengan memahami berbagai pola yang sering digunakan pelaku, kita bisa lebih waspada dan tidak mudah terjebak dalam transaksi yang mencurigakan.
Selalu pastikan untuk berbelanja dan berkomunikasi hanya melalui fitur resmi di aplikasi Shopee, serta hindari memberikan data pribadi kepada pihak lain, termasuk yang mengatasnamakan Shopee.
Butuh informasi lain terkait transaksi atau fitur-fitur Shopee? Cek selengkapnya di tautan berikut ini:
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id

































