Menuju konten utama

Tata Cara Sholat Kafarat Jumat Terakhir Ramadhan dan Niatnya

Bagaimana tata cara shalat kafarat Jumat terakhir Ramadhan? Berikut panduan lengkap mulai dari niat sholat kafarat, tata cara, dan berbagai keutamaannya.

Tata Cara Sholat Kafarat Jumat Terakhir Ramadhan dan Niatnya
Ilustrasi salat. Adapun tata cara shalat kafarat Jumat terakhir Ramadhan perlu umat muslim pahami demi memperbaiki ibadahnya. foto/istockphto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pada hari Jumat terakhir sebelum bulan Syawal, umat Islam memiliki tradisi unik: melaksanakan shalat kafarat Jumat terakhir Ramadhan usai shalat Jumat.

Sholat ini dikenal juga dengan nama sholat Al-Bara’ah dengan tujuan sebagai pengganti (kafarat) sholat fardhu yang pernah ditinggalkan atau tidak sah di masa lalu. Tradisi ini menjadi momen penting untuk membersihkan diri sebelum menyambut Idul Fitri.

Artikel ini akan mengupas tuntas tata cara shalat kafarat Jumat terakhir Ramadhan, niat, dalil, dan hikmahnya.

Secara historis, sholat kafarat Jumat terakhir Ramadhan bukanlah ibadah yang secara eksplisit disebutkan dalam hadis sahih atau Al-Qur’an. Namun, konsep mengganti sholat fardhu yang terlewat dikenal dalam fikih Islam. Beberapa ulama berpendapat bahwa sholat kafarat adalah bentuk ikhtiar dan kesungguhan dalam memperbaiki ibadah.

Imam An-Nawawi dalam Kitab Al-Adzkar menekankan pentingnya memperbanyak ibadah sunnah di bulan Ramadhan, termasuk shalat kafarat dan tata caranya sebagai bentuk penyempurnaan ibadah wajib. Sementara itu, Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menyebut bahwa akhir Ramadhan adalah waktu terbaik untuk bertobat dan mengintrospeksi amalan selama setahun.

Hukum, Dalil, dan Keutamaan Sholat Kafarat Jumat Terakhir Ramadhan

Ilustrasi Salat

Ilustrasi Salat. foto/istockphoto

Sebagian besar ulama menyepakati bahwa tidak ada keterangan hukum khusus yang menjadi rujukan dalil shalat kafarat. Akan tetapi, hukumnya dianjurkan sebagai bagian dari tobat.

Beberapa keutamaan sholat kafarat adalah:

1. Bentuk Istigfar dan Tobat

Dalam hadis riwayat At-Tirmidzi disebutkan:

مَنْ قَضَى صَلَاتَهُ حِينَ يَذْكُرُهَا، فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَغْفِرُ لَهُ ذَلِكَ

Man qaḍā ṣalātahu ḥīna yaẓkuru-hā, fa-inna Allāha Ta‘ālā yaghfiru lahu dhālika.

Artinya:

“Barangsiapa yang meng-qadha sholatnya ketika ia mengingatnya, maka Allah Ta'ala akan mengampuni dosa-dosanya,” (HR. At-Tirmidzi).

2. Menutupi Kekurangan dalam Ibadah

Setiap Muslim bisa saja pernah lalai dalam menjalankan sholat, baik karena kesibukan duniawi atau kelalaian. Tata cara shalat kafarat Jumat terakhir Ramadhan ini menjadi sarana untuk menebusnya.

3. Mendekatkan Diri Kepada Allah

Dengan melaksanakan shalat kafarat dan tata caranya secara benar, seorang Muslim menunjukkan komitmen dalam memperbaiki ibadah. Individu yang sebelumnya jauh pun dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT.

4. Meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan

Dengan melaksanakan sholat kafarat Jumat terakhir Ramadhan, seseorang menunjukkan keseriusan dalam memperbaiki ibadah. Begitu juga perihal ketakwaan maupun keimanannya.

5. Menambah Pahala di Hari Jumat yang Penuh Keberkahan

Hari Jumat disebut sebagai “Sayyidul Ayyam” atau pemimpin hari-hari dalam Islam. Beribadah pada hari ini memiliki nilai pahala yang lebih besar dibandingkan hari-hari lain.

6. Mendapatkan Syafaat di Hari Kiamat

Dalam beberapa riwayat, shalat dan istigfar yang umat Islam jalankan dengan sungguh-sungguh dapat menjadi sebab seseorang mendapat syafaat. Khususnya Ketika berada di akhirat kelak.

Tata Cara dan Niat Sholat Kafarat Jumat Terakhir Ramadhan

Ilustrasi Salat
Ilustrasi Salat. foto/Istockophoto

Memahami niat sholat kafarat Jumat terakhir Ramadhan adalah langkah awal sebelum melaksanakannya. Umat Islam harus berniat dengan kesungguhan hati sebagai tanda ketulusan dalam bertobat.

Berikut ini tata cara shalat kafarat Jumat terakhir Ramadhan, mulai dari persiapan, niat, dan urutan ibadahnya.

Persiapan Sebelum Sholat Kafarat

Sebelum melaksanakan ibadah sunnah sholat khafarat, umat muslim bisa mempersiapkan diri terlebih dahulu. Pertama-tama, jemaah yang usai sholat Jumat dapat melakukan wudhu lagi.

Setelah wudhu secara sempurna, seorang muslim bisa langsung mencari posisi yang nyaman untuk beribadah. Pastikan bahwa Jemaah yang akan sholat menghadap kiblat dan tempat yang dipilih bersih.

Membaca Niat Sholat Kafarat Jumat Terakhir Ramadhan

Berikut lafal niat dalam bahasa Arab, latin, dan terjemahannya:

ﺃُﺻَﻠِّﻲْ ﺳُﻨَﺔَ ﺍﻟْﻜَﻔَّﺎﺭَﺓِ ﻋَﻦْ ﺗَﺮْﻙِ ﺍﻟﺼَّﻠَﻮَﺍﺕِ ﺍﻟْﻔَﺮْﺿِﻴَّﺔِ ﺃَﺩَﺍﺀً ﻟِﻠَّﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Ushollii sunnatal kaffaarati ‘an tarkis sholaatil fardhiyyati adaa-an lillaahi ta’aalaa.

Artinya:

“Aku niat sholat sunnah kafarat karena meninggalkan sholat fardhu, sebagai bentuk taat kepada Allah Ta’ala.”

Umat muslim dapat membaca niat ini tanpa perlu mengeluarkan suara. Setiap jemaah bisa melafalkan niat tersebut hanya di dalam hati setelah sholat Jumat terakhir Ramadhan usai.

Tata Cara Sholat Kafarat Jumat Terakhir Ramadhan

Setelah memahami niat sholat kafarat Jumat terakhir Ramadhan, langkah berikutnya adalah melaksanakan sholat ini dengan tata cara yang benar. Umat Islam bisa menjalankan ibadah sunnah ini sebanyak dua rakaat setelah sholat Jumat.

Berikut ini urutan tata cara sholat kafarat Jumat terakhir Ramadhan.

1. Takbiratul Ihram

Mengangkat tangan sejajar dengan telinga atau bahu sambil mengucapkan Allahu Akbar. Kemudian, menyatukan kedua tangan di depan dada dengan posisi tangan kanan di atas tangan kiri.

2. Membaca Doa Iftitah (Sunnah)

Membaca doa iftitah sebagai pembuka sebelum membaca surat Al-Fatihah. Salah satu doa iftitah yang umum dibaca adalah:

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ

Allahumma ba‘id baynii wa bayna khatayaaya kamaa baa‘adta baynal mashriqi wal maghrib...

3. Membaca Surah Al-Fatihah

Al-Fatihah adalah rukun sholat sehingga wajib menjadi bacaan di setiap rakaat. Setelah membaca Al-Fatihah, umat Islam bisa melanjutkannya dengan pembacaan surah-surah pendek.

4. Membaca Surah Pendek

Umat muslim bisa membaca surah Al-Kafirun pada rakaat pertama. Surah pendek ini mencerminkan keteguhan dalam beribadah hanya kepada Allah, yakni bermakna bahwa sholat kafarat adalah bentuk tobat dan penyucian diri.

5. Rukuk

Membungkuk dengan posisi punggung lurus dan tangan memegang lutut. Kemudian, mengucapkan bacaan "Subhaana rabbiyal ‘azhiim" sebanyak tiga kali.

6. I’tidal

Bangkit dari ruku sambil mengucapkan "Sami’allaahu liman hamidah". Umat Islam bisa melanjutkannya dengan ucapan "Rabbanaa lakal hamd" sambil berdiri tegak.

7. Sujud Pertama

Bersujud dengan meletakkan dahi, kedua telapak tangan, lutut, dan jari kaki di lantai. Ketika bersujud, umat Islam mengucapkan "Subhaana rabbiyal a'laa" sebanyak tiga kali.

8. Duduk di Antara Dua Sujud

Duduk dengan posisi kaki kiri dilipat dan kaki kanan ditegakkan. Kemudian, mengucapkan "Rabbighfirlii warhamnii wahdinii warzuqnii".

9. Sujud Kedua

Melakukan sujud kedua seperti sujud pertama.

10. Bangkit ke Rakaat Kedua

Setelah sujud kedua, berdiri kembali untuk rakaat kedua.

11. Rakaat Kedua

Setelah membaca surah Al-Fatihah, baca surah pendek lainnya. Surah Al-Ikhlas sering menjadi pilihan Utama karena bacaannya cukup pendek dan keutamaannya menyatakan keesaan Allah SWT.

12. Melakukan Rukuk, I’tidal, Sujud, dan Duduk seperti Rakaat Pertama

Semua gerakan dilakukan sama seperti pada rakaat pertama.

13. Tasyahud Akhir

Duduk tasyahud akhir dengan membaca:

...التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ

At-tahiyyatu lillaahi was-salawaatu wat-thayyibaatu...

Bacaan tasyahud akhir bisa diikuti dengan selawat kepada Nabi Muhammad SAW.

14. Salam

Mengakhiri sholat dengan mengucapkan salam ke kanan dan kiri: "Assalaamu ‘alaikum wa rahmatullaah".

Amalan Setelah Sholat Kafarat Jumat Terakhir Ramadhan

Ilustrasi Salat
Ilustrasi Salat. foto/istockpphoto

Setelah menyelesaikan sholat kafarat Jumat terakhir Ramadhan, umat Islam dapat memperbanyak doa, zikir, dan istigfar. Beberapa amalan yang bisa dilakukan antara lain:

1. Membaca Istigfar 100 Kali

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullaahal 'azhiim wa atuubu ilaihi.

Istighfar berfungsi untuk memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah dilakukan, baik disengaja maupun tidak.

2. Membaca Zikir Setelah Sholat

Umat Islam bisa membaca kalimat tasbih "Subhanallah" 33x, tahmid "Alhamdulillah" 33x, dan takbir "Allahu Akbar 34x". Zikir ini merupakan amalan yang mendatangkan banyak keutamaan jika merujuk hadis.

3. Berdoa Memohon Ampunan dan Keteguhan Iman

Doa untuk memohon ampun yang dianjurkan setelah sholat kafarat:

اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا، وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ، فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِي، إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Allahumma innii zhalamtu nafsii zhulman katsiiran, wa laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta, faghfir lii maghfiratan min ‘indika warhamnii, innaka antal ghafuurur rahiim.

Artinya:

"Ya Allah, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku dengan kezaliman yang banyak, dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Engkau. Maka ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu, dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Ilustrasi Salat

Ilustrasi Salat. foto/istockphoto

Menjalankan sholat kafarat Jumat terakhir Ramadhan bukan sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi juga sebagai simbol kesungguhan dalam bertobat. Dengan memahami niat dan mengikuti tata cara shalat kafarat Jumat terakhir Ramadhan yang benar, diharapkan dosa-dosa akibat kelalaian sholat dapat diampuni.

Semoga artikel ini membantu dalam memahami sholat kafarat dan tata caranya sehingga kita bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah. Mari manfaatkan kesempatan ini untuk membersihkan diri dan menyambut Syawal dengan hati yang lebih suci.

Pastikan juga untuk mengikuti informasi terbaru yang berkaitan dengan sholat kafarat maupun ibadah lain di bulan Ramadhan melalui laman ini.

Kumpulan Informasi Ramadhan

Baca juga artikel terkait SHALAT KAFARAT atau tulisan lainnya dari Robiatul Kamelia

tirto.id - Edusains
Penulis: Robiatul Kamelia
Editor: Robiatul Kamelia & Lucia Dianawuri
Penyelaras: Yuda Prinada