Menuju konten utama

Sejarah Peradaban Iran, Profil Negara, Hingga Daftar Pemimpin

Simak sejarah peradaban Iran dari era monarki hingga revolusi, juga agama, SDA, serta daftar pemimpin negara ini.

Sejarah Peradaban Iran, Profil Negara, Hingga Daftar Pemimpin
Ilustrasi wanita berkerudung dan bendera Iran. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Negara Iran menjadi sorotan dunia sebab adanya berbagai kondisi di negara tersebut belakangan ini. Tak ayal, informasi tentang negara Iran banyak dicari. Simak profil negara Iran lengkap dengan sejarah peradaban, wilayah, agama, sumber daya alam (SDA), dan daftar pemimpinnya dari masa ke masa.

Iran atau yang dulu termasuk wilayah Persia merupakan salah satu dari jajaran negara di kawasan Timur Tengah. Secara geografis, Iran berada di Asia Barat, berbatasan dengan Laut Kaspia, Teluk Persia, dan Teluk Oman.

Luas wilayah negara Iran saat ini diperkirakan sekitar 1.648.19 km2. Sebagian besar wilayahnya berupa dataran tinggi dan pegunungan (Pegunungan Zagros dan Elburz).

Iran menerapkan sistem pemerintahan yang menggabungkan elemen teokrasi Islam (berdasarkan hukum agama) dengan elemen republik (melalui pemilihan umum). Sistem ini dikenal sebagai Wilayat al-Faqih atau Perwalian Ahli Hukum Islam.

Sejarah Peradaban Persia Sebelum Iran

Sejarah mencatat, wilayah negara Iran mulanya merupakan bagian dari wilayah Kerajaan Persia. Kini, wilayah Kerajaan Persia sudah pecah menjadi beberapa negara yang tersebar di Asia, Eropa, hingga Afrika.

Iran yang ada saat ini dulunya adalah jantung Persia, berada di persimpangan Asia Tengah, Asia Selatan, dan negara-negara Arab di Timur Tengah. Letak geografis Iran yang strategis membuatnya menjadi negara yang punya peran penting pada masanya.

Berdasarkan topografi wilayahnya, Iran berada di dataran tinggi yang lebih tinggi dari 1.500 kaki atau kira-kira 460 meter di atas permukaan laut dan dikelilingi pegunungan. Wilayah Iran banyak terdiri dari gurun dan mencapai lebih dari setengah luas permukaannya.

Melansir laman Britanica, sejarah perkembangan manusia di Iran dapat ditelusuri dari sekitar ribuan tahun yang lalu. Namun, berdasarkan sejarah tertulis bahwa wilayah ini diawali dengan nama Kerajaan Elam sekitar 3.000 SM.

Baru pada abad VII sebelum Masehi, muncul Kerajaan Medes dan berkembang pesat pada sekitar 728 SM. Kemudian, kerajaan ini ditaklukkan oleh bangsa Persia pada 550 SM. Seorang pangeran dari Persia, Cyrus, lantas mendirikan Kerajaan Achemenide.

Peta Wilayah Iran

Peta wilayah negara Iran sekarang. https://reliefweb.int/

Dalam perkembangannya, bangsa tersebut kemudian dikalahkan oleh Alexander Agung pada abad ke-4 SM. Pada era selanjutnya, bangsa Persia mendirikan kerajaan yang bertahan dari 247 SM hingga 226 M, ketika kekuasaan beralih ke Dinasti Sāsānian. Berbagai dinasti muslim kemudian berkuasa sejak abad ke-7.

Kemudian pada 1501, Dinasti Safavid didirikan dan mampu bertahan hingga 1736. Setelahnya, Dinasti Qajar berkuasa sejak 1796, tetapi sejak abad ke-19, secara ekonomi wilayah ini dikuasai oleh Kekaisaran Rusia dan Inggris.

Memasuki abad ke-20, terjadi perebutan kekuasaan yang dimotori oleh Reza Khan, Komandan Brigade Persia, yang didukung oleh sekitar 2.500 tentara. Peristiwa yang terjadi pada 21 Februari 1921 ini dikenal dengan sebagai Kudeta 1299 (berdasarkan kalender Persia).

Dari Kudeta Monarki, Revolusi Iran, Hingga Perang Terkini

Kudeta ini menjadi awal runtuhnya Dinasti Qajar. Reza Khan kemudian mengangkat dirinya sebagai Menteri Perang, lalu Perdana Menteri, hingga akhirnya dinobatkan sebagai Reza Shah Pahlavi pada 1925, memulai era Dinasti Pahlavi.

Dalam memerintah, Reza Shah Pahlavi melakukan sekularisasi dan modernisasi besar-besaran di Iran, menyerupai apa yang dilakukan Mustafa Kemal Atatürk di Turki.

Pemerintahan Reza Shah Pahlavi berakhir pada 16 September 1941 di tengah pecahnya Perang Dunia Kedua. Reza Shah Pahlavi tidak mampu melawan kekuatan Sekutu sehingga dipaksa turun takhta oleh Inggris. Ia kemudian diasingkan ke Mauritius dan akhirnya meninggal di Johannesburg, Afrika Selatan, pada 1944.

Sebagai pemimpin Iran yang baru adalah putra Reza Shah yang bernama Mohammad Reza Pahlavi dan saat itu masih berusia 21 tahun. Periode awal pemerintahan Mohammad Reza Pahlavi amat dipengaruhi oleh kepentingan Sekutu Barat.

Mohammad Reza Pahlavi memimpin Iran sebagai Shah terakhir hingga pecahnya Revolusi Islam Iran pada 1979. Revolusi yang dikenal juga sebagai Revolusi Islam ini mengubah Iran dari monarki absolut menjadi sebuah republik Islam di bawah kepemimpinan Ayatollah Ruhollah Khomeini.

Setelah runtuhnya monarki akibat revolusi tahun 1979, Iran mengalami transformasi total, dari sistem kekaisaran menjadi Republik Islam. Ayatollah Ruhollah Khomeini muncul sebagai pemimpin spiritual dan politik tertinggi (pemimpin agung atau pemimpin tertinggi) pertama.

Pemimpin tertinggi atau supreme leader di Iran adalah kepala negara. Ayatollah Khomeini memperkenalkan konsep Wilayat al-Faqih (Perwalian Ahli Hukum Islam), bahwa pemimpin tertinggi memiliki otoritas tertinggi atas semua urusan negara untuk memastikan hukum negara selaras dengan hukum Islam.

Revolusi Iran 1978

Gambar Ayatullah Khomeini dalam demonstrasi pada 10 Desember 1978 di Teheran. AP / Michel Lipchitz

Ayatollah Ruhollah Khomeini berwenang memberi kontrol ideologis dan politis atas negara. Selain itu, ia juga bisa mengendalikan angkatan bersenjata dan membuat keputusan terkait masalah keamanan, pertahanan, serta isu-isu luar negeri utama.

Kepala pemerintahan dan kepala eksekutif adalah presiden yang dipilih dari pemungutan suara yang digelar 4 tahun sekali. Kekuasaan presiden dibatasi oleh keputusan pemimpin tertinggi, pengaruh ulama, serta aparat keamanan dan peradilan Iran.

Pada 1989, Ayatollah Khomeini wafat kemudian digantikan oleh Ali Khamenei pemimpin tertinggi Iran dengan presiden yang terpilih secara populer beroperasi di bawah wewenangnya. Hingga pada

Pemerintahan Ali Khamenei ditandai dengan upaya menjaga nilai-nilai revolusi 1979 sambil menghadapi tekanan global yang semakin berat. Ia membangun kekuasaan melalui jaringan institusi, termasuk memperkuat peran Garda Revolusi (IRGC) tidak hanya dalam militer, tetapi juga dalam ekonomi dan politik domestik.

Iran memperluas pengaruh regionalnya di Timur Tengah melalui dukungan terhadap kelompok-kelompok di Lebanon (Hezbollah), Suriah, Irak, dan Yaman (Houthi). Hal ini sering memicu ketegangan dengan Arab Saudi dan Israel.

Hingga akhirnya, jelang akhir Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran. Ali Khamenei dilaporkan meninggal dunia dalam serangan gabungan tersebut. Iran terus melakukan perlawanan terhadap serbuan AS dan Israel.

Apa Agama Mayoritas di Iran?

Iran merupakan negara yang masyarakatnya menganut agama Islam. Berdasarkan informasi dari Badan Statistik Iran, terdapat empat agama yang diakui di negara tersebut.

Empat agama di Iran, antara lain:

  1. Islam
  2. Kristen
  3. Yahudi
  4. Majusi
Penganut agama Islam merupakan jumlah tertinggi di Iran. Sebanyak 99 persen penduduk Iran memeluk Islam.

Mayoritas masyarakat Iran yang memeluk Islam mengikuti ajaran Syiah. Di sisi lain, tetap ada juga penganut Islam yang berpegang pada ajaran Sunni, seperti dari bangsa Turki, suku Kurdi, suku Balochi, dan suku Arab.

Sumber Daya Alam (SDA) di Iran

Iran memiliki potensi sumber daya alam luar biasa. Bahkan Iran termasuk salah satu negara terkaya di dunia dalam hal sumber daya alam.

Fokus utama SDA di iran adalah pada potensi minyak dan gas alam. Iran menempati posisi sebagai negara dengan cadangan minyak terbesar ke-4 dan cadangan gas alam terbesar ke-2 di dunia.

Iran juga memiliki kekayaan dalam hal mineral. Mulai dari tembaga, kromium, batu bara, hingga seng. Kehidupan dan perkembangan ekonomi di Iran sangatlah mengandalkan hasil alam ini, termasuk petrokimia dan komoditas pertanian, seperti saffron.

Sebagai catatan, saffron atau "emas merah" adalah rempah termahal di dunia yang berasal dari putik bunga Crocus sativus, dengan lebih dari 90-95% produksi global berasal dari Iran. Terkenal dengan kualitas super negin (merah tua, aroma kuat), rempah ini dipanen secara manual dan kaya manfaat kesehatan.

Secara umum, berikut sumber daya alam (SDA) di Iran:

  • Minyak dan gas: SDA ini menjadi tulang punggung utama perekonomian Iran. Bahkan mencapai angka 82 persen dari pendapatan ekspor. Cadangan minyak mentah di Iran pun mencapai 208,6 miliar barel.
  • Mineral dan logam: selain minyak, Iran juga memiliki kekayaan mineral melimpah, termasuk kekayaan dalam potensi besi, tembaga halus, batu bara, seng, kromium, mangan, dan belerang.
  • Pertanian dan komoditas unggulan: sektor ini masuk dalam potensi SDA yang dimiliki Iran. Negara Iran adalah produsen utama saffron dengan kualitas tinggi. Selain itu, Iran juga menjalankan eksportir domba dan kambing dalam sektor peternakan.
  • Industri Berbasis SDA: Iran memiliki industri mumpuni yang berkaitan dengan sumber daya alam. Mulai dari industri petrokimia, baja, semen, bahan bangunan, hingga keramik menjadi potensi ekspor Iran.

Daftar Pemimpin Sejak Revolusi Iran

Negara Iran resmi menjadi negara republik sejak kekuasaan Reza Shah dijatuhkan pada 1979, tepat ketika Revolusi Iran pecah. Kekuasaan tertinggi di Iran berada di tangan pemimpin agung.

Namun, presiden memiliki tugas-tugas yang cukup penting, terutama usai jabatan perdana menteri dihapus. Di sisi lain, pemimpin agung memiliki kekuasaan yang lebih kuat dibandingkan Presiden Iran.

Masoud Pezeshkian

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. REUTERS/Mike Segar

Daftar Pemimpin Agung Iran:

  1. Ayatullah Agung Sayyid Ruhollah Khomeini (Menjabat 3 Desember 1979-3 Juni 1989 atau selama 9 tahun, 182 hari).
  2. Ayatullah Agung Sayyid Ali Khamenei (Menjabat 4 Juni 1989-28 Februari 2026 atau selama 36 tahun, 269 hari).
Daftar Presiden Iran:

  1. Abolhassan Banisadr: Masa Jabatan 4 Februari 1980 - 22 Juni 1981
  2. Mohammad Ali Rajai: Masa Jabatan 2 Agustus 1981-30 Agustus 1981
  3. Ali Khamenei: Masa Jabatan 13 Oktober 1981-3 Agustus 1989
  4. Ali Akbar Hashemi Rafsanjani: Masa Jabatan 3 Agustus 1989-3 Agustus 1997
  5. Mohammad Khatami: Masa Jabatan 3 Agustus 1997-3 Agustus 2005
  6. Mahmoud Ahmadinejad: Masa Jabatan 3 Agustus 2005-3 Agustus 2013
  7. Hassan Rouhani: Masa Jabatan 3 Agustus 2013-3 Agustus 2021
  8. Ebrahim Raisi: Masa Jabatan 3 Agustus 2021-19 Mei 2024
  9. Mohammmad Mokhber (Plt.): Masa Jabatan 19 Mei 2024-28 Juli 2024
  10. Masoud Pezeshkian: Masa Jabatan 28 Juli 2024-Sekarang

Baca juga artikel terkait IRAN atau tulisan lainnya dari Nurul Azizah

tirto.id - Edusains
Kontributor: Nurul Azizah
Penulis: Nurul Azizah
Editor: Iswara N Raditya