tirto.id - Berdasarkan update terbaru, perang Iran-Israel masih berlangsung hingga hari ke-5 pada Rabu (4/3/2026). Serangan drone dan rudal Iran dilaporkan masih terus ditembakkan, sementara Amerika Serikat (AS)-Israel juga masih menyerang wilayah Iran.
Mengutip Al Jazeera, sirene peringatan serangan udara berbunyi di Yerusalem, Tel Aviv, dan wilayah lain di seluruh Israel pada Rabu pagi. Pemerintah Israel telah memperingatkan warganya untuk mengevakuasi diri ke tempat perlindungan.
Dalam peringatannya, pemerintah Israel menyatakan bahwa rudal Iran telah ditembakkan dan sistem pencegat rudal telah diaktifkan. Meski begitu, belum ada informasi adanya korban jiwa tambahan dari kubu Israel akibat serangan Iran pada Rabu.
Menurut jurnalis Nida Ibrahim dari Al Jazeera, ia melaporkan adanya suara ledakan keras di Ramallah. Namun, ia menduga suara itu "mungkin karena pencegatan".
Meskipun begitu, media lokal Israel melaporkan bahwa pencegatan rudal Iran di udara membuat serpihannya jatuh di Kota Beit Shemesh, kota tempat 9 korban tewas Israel berada.
Selain Israel, Iran juga terus melakukan serangan meluas di kawasan Teluk. Negara-negara di kawasan yang memiliki pangkalan militer AS di wilayahnya terus dikirimi rudal dan drone.
Arab Saudi pada Rabu mengumumkan bahwa mereka telah mencegat dan menghancurkan rudal yang melintas di atas Provinsi al-Kharj. Keterangan Saudi menyebut ada dua rudal jelajah yang melintas.
Serangan juga dilaporkan terjadi menimpa Iran. Israel mengumumkan pada Rabu bahwa militernya telah melakukan serangkaian serangan di Teheran. Sejumlah ledakan dilaporkan terdengar di ibu kota Iran itu.
Serangan itu disebut telah mengenai gedung-gedung terkait pasukan paramiliter Basij dan pasukan sukarelawan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). Serangan itu juga disebut menghantam gedung terkait rantai komando keamanan internal Iran.
Teheran juga dilaporkan bukan satu-satunya target serangan pada Rabu. Sejumlah wilayah lain seperti Karaj dan Isfahan dilaporkan alami ledakan.
IRGC juga dilaporkan telah mengumumkan pengerahan pasukan darat dalam operasi medan perang. Pengumuman itu menyebut 230 drone akan dilibatkan.
IRGC juga menyebut operasi angkatan laut dengan target kapal militer AS sebagai ancaman bagi armada AS di wilayah Teluk.
Sementara itu, sejauh ini Palang Merah Iran menyebut bahwa korban tewas di Iran akibat serangan AS-Israel telah mencapai 787 orang. Jumlah korban jiwa terus meningkat di tengah tak ada tanda-tanda deeskalasi konflik yang akan terjadi.
Sebelumnya pada Senin (2/3), Presiden AS Donald Trump menyiratkan proyeksi durasi perang hingga sebulan ketika menjelaskan bahwa pihaknya mengerahkan armada perangnya dengan persiapan logistik militer selama 4-5 pekan.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id
































