Menuju konten utama

Kapolri Pastikan Situasi Aceh Terkendali Usai Kericuhan

Kondisi Aceh saat ini dipastikan mulai terkendali usai ricuh pada peringatan Hari Damai Aceh di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.

Kapolri Pastikan Situasi Aceh Terkendali Usai Kericuhan
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (tengah) didampingi Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto (kedua kiri), Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak (ketiga kanan) dan Kepala UPT Stasiun Surabaya Gubeng Fadjar Wahyudi melakukan konperensi pers saat kunjungan kerja di Stasiun Surabaya Gubeng, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (15/3/2026). ANTARA FOTO/Didik Suhartono/wsj.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Listyo Sigit Prabowo, menegaskan bahwa kondisi Aceh saat ini sudah mulai terkendali usai ricuh pada peringatan Hari Damai Aceh di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026) lalu. Hal itu disampaikannya saat hendak menghadiri upacara penurunan Bendera Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2026).

"Beberapa kegiatan yang tentunya muncul di beberapa waktu terakhir di beberapa wilayah, seluruh jajaran tentunya sudah melaksanakan langkah-langkah dan saat ini situasinya seluruhnya sudah terkendali," ungkapnya.

Meski begitu, Listyo tidak merinci lebih lanjut langkah khusus yang dilakukan kepolisian terkait situasi di Aceh. Dia juga tidak menjelaskan mengenai perkembangan penanganan kericuhan yang terjadi saat peringatan Hari Damai Aceh.

Sebelumnya diberitakan, agenda doa tolak bala dan zikir akbar yang sejak pagi diikuti ribuan warga dari berbagai daerah di Provinsi Aceh berubah menjadi bentrokan setelah sebagian massa mengibarkan bendera bulan bintang dan hendak memasangnya di salah satu tiang di kompleks masjid.

Rangkaian kegiatan dimulai sekitar pukul 07.00 WIB. Massa datang ke Masjid Raya Baiturrahman untuk mengikuti doa dan zikir akbar dalam rangka memperingati Hari Damai Aceh yang diperingati setiap 15 Agustus. Namun, di tengah berlangsungnya kegiatan, sejumlah massa mulai mengibarkan bendera berwarna merah, hitam, dan putih dengan lambang bulan bintang yang identik dengan simbol perjuangan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Situasi kemudian memanas ketika sebagian massa dari sejumlah elemen masyarakat hendak memasang bendera bulan bintang pada salah satu tiang di kompleks Masjid Raya Baiturrahman.

Kericuhan pecah. Massa melemparkan batu ke arah petugas keamanan, sementara aparat merespons dengan tembakan ke udara dan gas air mata.

Bentrok tersebut turut berdampak pada kendaraan yang berada di sekitar lokasi. Beberapa sepeda motor yang terparkir di samping masjid mengalami kerusakan akibat lemparan batu hingga terbakar.

Baca juga artikel terkait KERICUHAN atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Anggun P Situmorang