tirto.id - PT Aviasi Wisata Indonesia (Injourney) mengungkapkan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran berdampak pada ekosistem usaha perusahaan, terutama operasional bandara.
Direktur Komersial Injourney, Veronica H. Sisilia, mengatakan, meskipun tidak secara langsung terlibat, gangguan penerbangan global disebut memicu efek berantai di dalam negeri.
Ia mengakui bahwa situasi geopolitik tiga hari terakhir telah memengaruhi ekosistem yang dikelola perusahaan, terutama terkait pengalihan dan pembatalan penerbangan.
"Tetapi apa yang terjadi dua hari yang lalu atau tiga hari yang lalu, itu sudah pasti berdampak untuk ekosistem kami. Pengalihan pesawat dari seluruh bandara yang ter-impact itu juga pasti ter-impact ke tempat bandara-bandara yang dikelola oleh Injourney. Itu sudah pasti," ujar Veronica di Mal Sarinah, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Menurutnya, dampak tidak hanya berhenti pada gangguan rute, tetapi meluas ke layanan pendukung di lingkungan bandara.
"Kalau pengalihan itu terjadi cancellation, efeknya, multiplier efeknya sudah pasti ke semua ekosistem yang ada di Injourney," jelasnya.
Veronica menegaskan bahwa meskipun durasi dan skala dampak masih belum dapat diprediksi, Injourney terus melakukan penyesuaian operasional berdasarkan situasi terkini.
"Itu pasti sangat berpengaruh. Dan kami kan semua tidak tahu ini akan berapa lama, bagaimana, dan sebagainya. Kami selalu melakukan ruang lingkup yang harus kami kerjakan berdasarkan apa yang terjadi tiga hari yang lalu," tuturnya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id





































