Menuju konten utama

Israel Klaim Sudah Kuasai Hampir Seluruh Wilayah Udara Iran

Perang makin meluas ketika Israel melakukan serangan udara lagi ke ibu kota Iran, Teheran dan Beirut, Lebanon.

Israel Klaim Sudah Kuasai Hampir Seluruh Wilayah Udara Iran
Gambar ini, yang diperoleh dari kantor berita ISNA Iran, menunjukkan puing-puing dan reruntuhan yang menutupi kendaraan yang hancur setelah serangan rudal di sebuah lingkungan di ibu kota Iran, Teheran, pada 28 Februari 2026. Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, dengan Bulan Sabit Merah Iran melaporkan pada malam 28 Februari bahwa setidaknya 201 orang tewas dan 747 terluka dalam serangan tersebut. (Photo by AMIR KHOLOUSI / ISNA / AFP)

tirto.id - Utusan Tinggi Israel di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Danny Danon, mengklaim Israel dan Amerika Serikat (AS) kini telah mengendalikan hampir seluruh wilayah udara Iran. Hal ini dikatakannya di Markas Besar PBB di New York pada Selasa (3/3/2026).

Meski begitu, pihaknya menyadari kemampuan pemerintahan Iran dan menyebut konflik dengan Iran ini bukan hal yang mudah.

"Kami tahu ini bukan perang yang mudah. ​​Kami menyadari kemampuan rezim Iran. Mereka telah menghabiskan miliaran dolar untuk infrastruktur teror, dan kami tahu ini akan menjadi operasi yang serius," kata Danon dikutip melalui Reuters, Rabu (4/3/2026).

Danon juga mengklaim bahwa serangannya ke Iran sejak Sabtu (28/2/2026) telah menurunkan kemampuan Iran. Tapi dia menyebut bahwa Iran sudah menyiapkan operasi ini dengan berbagai kekuatan.

"Namun ini tidak akan berlangsung selamanya. Kami memiliki keunggulan. Hari ini kami hampir menguasai seluruh wilayah udara Iran, dan saya yakin kami akan mampu menunjukkan keunggulan itu dalam beberapa hari ke depan," sambungnya.

Perang antara AS-Israel dan Iran makin meluas ketika Israel melakukan serangan udara lagi ke ibu kota Iran, Teheran dan Beirut, Lebanon. Serangan udara Israel disebut mulai dilancarkan pada pukul 08.00 waktu setempat dengan menargetkan titik-titik kekuatan militer Iran dan Hizbullah pada 3 Maret 2026.

“Kami telah menempatkan tentara di area perbatasan di titik-titik tambahan untuk melindungi warga sipil kami, untuk mencegah Hizbullah menyerang mereka,” kata juru bicara militer, Letnan Kolonel Nadav Shoshani, dikutip Al Jazeera.

Serangan Israel di Beirut menargetkan kawasan Haret Hreik di pinggiran selatan Beirut, Dahiyeh, dengan alasan untuk pertahanan di perbatasan dan melindungi warga Israel dari potensi serangan Hizbullah. Militer Israel menegaskan bahwa ini bukan operasi darat, namun langkah taktis untuk keamanan warga sipil.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Bayu Septianto