Menuju konten utama

Merk Teflon yang Aman untuk Kesehatan dan Rekomendasinya

Ketahui merk teflon yang aman untuk kesehatan, ciri-ciri, rekomendasi produk pilihan, serta tips agar peralatan masak tetap aman dan lebih tahan lama.

Merk Teflon yang Aman untuk Kesehatan dan Rekomendasinya
ilustrasi memasak menggunakan teflon. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Memilih merk teflon yang aman untuk kesehatan sebaiknya menjadi prioritas sebelum membeli peralatan masak. Dengan memilih teflon anti lengket yang aman, kita dapat memastikan bahwa makanan yang dimasak tetap sehat dan bebas kontaminan.

Teflon adalah merek dagang untuk polytetrafluoroethylene (PTFE), yaitu jenis polimer sintetis yang memiliki sifat anti lengket dan tahan panas. Bahan ini pertama kali ditemukan pada tahun 1938 dan sejak itu banyak digunakan dalam berbagai produk, termasuk alat masak seperti wajan, panci, dan loyang.

Keistimewaan Teflon terletak pada kemampuannya menahan suhu tinggi tanpa mengalami degradasi serta permukaannya yang sangat licin sehingga makanan tidak mudah menempel dan proses memasak menjadi lebih efisien.

Dalam kehidupan sehari-hari, Teflon dengan kemampuan anti lengketnya memungkinkan kita memasak dengan sedikit minyak atau bahkan tanpa minyak sama sekali.

Namun, di balik kemudahannya memasak, Teflon atau PTFE disebut-sebut tidak aman bagi kesehatan. Oleh karena itu, kita wajib mengetahui ancaman apa yang dibawa oleh Teflon dan alat masak seperti apa yang aman digunakan sehari-hari.

Apakah Teflon Aman untuk Kesehatan?

Teflon Maxim Valentino

Ilustrasi Teflon. FOTO/maxim.co.id

Bahan coating Teflon atau PTFE populer di dapur rumah tangga di seluruh dunia, bahkan istilah “teflon” sudah umum dipakai sebagai sebutan wajan yang memakai bahan anti lengket ini.

Secara kimiawi, PTFE sebenarnya masuk dalam keluarga besar senyawa sintetis yang dikenal sebagai PFAS (per- and polyfluoroalkyl substances). PFAS merupakan zat kimia yang sangat stabil dan tidak mudah terurai sehingga kerap disebut forever chemical atau zat kimia abadi.

Sifatnya PFAS yang sangat stabil menimbulkan kekhawatiran tentang dampak jangka panjang terhadap kesehatan manusia dan ekosistem. Apalagi sejumlah penelitian menunjukkan bahwa paparan PFAS tertentu dapat menimbulkan risiko kesehatan.

Salah satu studi yang mengungkapnya ada pada jurnal bertajuk Per- and Polyfluoroalkyl Substances (PFASs): A Comprehensive Review of Environmental Distribution, Health Impacts, and Regulatory Landscape.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa paparan PFAS dikaitkan dengan gangguan pada sistem imun, disrupsi hormon endokrin, gangguan perkembangan prenatal dan neurodevelopmental pada anak, jenis kanker tertentu, hingga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Mengingat Teflon atau PTFE masih termasuk keluarga PFAS, apakah teflon juga berbahaya bagi kesehatan?

Dilansir dari situs Healthline, Teflon pada dasarnya termasuk bahan yang aman untuk digunakan. Namun, jika Teflon dipanaskan berlebihan hingga suhu di atas 500°F (260°C), lapisan Teflon pada peralatan masak anti lengket mulai terurai dan melepaskan zat kimia beracun ke udara.

Menghirup uap ini dapat menyebabkan polymer fume fever atau yang kerap disebut Teflon flu. Kondisi ini ditandai gejala sementara seperti menggigil, demam, sakit kepala, dan nyeri tubuh. Gejala biasanya muncul 4-10 jam setelah paparan dan hilang dalam 12-48 jam.

Dalam kasus yang lebih serius, Teflon flu bisa menyebabkan kerusakan paru-paru ketika terpapar uap Teflon dari wajan yang dipanaskan secara ekstrem, setidaknya sampai 730°F (390°C) selama minimal 4 jam.

Jadi, penerapan praktik memasak yang bijak sangat diperlukan, yaitu tidak memanaskan wajan Teflon dalam keadaan kosong dan dalam durasi terlalu lama demi mencegah risiko kesehatan.

Ciri-Ciri Teflon yang Aman Digunakan

Wajan anti lengket

Wajan anti lengket. (Unsplash/Towfiqu barbhuiya)

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Teflon termasuk bahan yang cukup aman selama digunakan dengan benar dan tidak memakai panas berlebihan. Namun, demi kehati-hatian, masyarakat memang dianjurkan untuk tidak menggunakan Teflon sebagai alat masak.

Lalu, bagaimana ciri-ciri alat masak yang aman digunakan sehari-hari? Berikut ciri-ciri yang bisa dijadikan panduan:

1. Tidak Mengandung PFAS

Alat masak yang aman sebaiknya bebas dari PFAS, termasuk PFOA, bahan yang dulu digunakan dalam produksi Teflon dan sudah dilarang karena dianggap berbahaya bagi kesehatan. Jika memungkinkan, hindari pula PTFE atau Teflon pada alat masak.

Oleh karena itu, peralatan masak berlabel “PFOA-free” atau “PFAS-free” lebih direkomendasikan, terutama untuk penggunaan sehari-hari atau untuk memasak dengan suhu tinggi.

2. Kondisi Fisik Baik

Alat masak berkualitas harus dalam kondisi yang baik, seperti tidak tergores atau tidak ada bagian yang mengelupas. Wajan yang tergores atau mengelupas memungkinkan adanya partikel lapisan yang masuk ke dalam makanan dan bisa membahayakan kesehatan.

3. Tahan Suhu Tinggi Tanpa Emisi Gas

Ciri alat masak yang baik adalah kemampuannya menahan suhu memasak standar tanpa melepaskan uap berbahaya. Ciri yang satu ini biasanya terdapat pada alat masak berbahan keramik, titanium, atau stainless steel.

Jenis Lapisan Anti Lengket yang Umumnya Digunakan

Teflon happycall

Ilustrasi Teflon. FOTO/happycall.co.id

Peralatan masak dengan lapisan anti lengket sangat populer karena kemudahannya dalam memasak dan membersihkan. Ada beberapa jenis lapisan anti lengket yang umum digunakan pada produk alat masak, masing‑masing dengan karakteristik, kelebihan, dan kekurangannya sendiri, berikut di antaranya:

1. PTFE (Teflon)

PTFE atau yang sering dikenal dengan nama dagang Teflon adalah pelapis anti lengket yang paling dikenal dan banyak digunakan dalam wajan dan panci. Teflon membuat makanan tidak mudah lengket dan tidak butuh banyak minyak saat memasak.

PTFE menciptakan lapisan yang sangat halus sehingga tak hanya memudahkan memasak, tapi juga memudahkan proses pembersihan. Namun, ada batasan suhu penggunaan PTFE demi mencegah risiko kesehatan.

Ketika dipanaskan di atas sekitar 260 °C, lapisan ini dapat mulai terdegradasi dan dapat menguap yang berpotensi menyebabkan polymer fume fever (Teflon flu).

Selain itu, PTFE merupakan bagian dari kelompok PFAS yang sifatnya persisten atau tidak mudah terurai. Walau PTFE dianggap aman, statusnya sebagai bagian dari PFAS tetap menjadi kekhawatiran banyak orang.

2. Pelapis Keramik

Sebagai respons atas kekhawatiran terhadap PTFE dan PFAS, industri cookware telah mengembangkan pelapis keramik sebagai alternatif yang lebih aman. Seperti Teflon, lapisan keramik juga membentuk permukaan yang tahan lengket.

Salah satu keuntungan utama pelapis keramik adalah ketahanan terhadap suhu yang lebih tinggi dibandingkan PTFE. Karena bebas dari zat kimia berbahaya, wajan keramin sering dipasarkan sebagai pilihan yang lebih ramah untuk kesehatan dan lingkungan.

Meski demikian, pelapis keramik biasanya lebih rapuh dan lebih cepat aus atau terkelupas dibandingkan PTFE jika tergores atau terkena perubahan suhu ekstrem. Jadi, meskipun wajan keramik lebih aman karena bebas PFAS, daya tahan dan efektivitasnya bisa menurun lebih cepat.

Untuk mengatasi kekurangannya tersebut, saat ini banyak pula alat masak keramik yang diberi lapisan diamond. Partikel berlian mikro biasanya ditanamkan ke permukaan keramik untuk meningkatkan ketahanan gores sekaligus konduktivitas panas agar masakan matang lebih merata.

Wajan dengan pelapis berlian dikenal memiliki umur pakai lebih panjang, cocok untuk pengguna yang menginginkan peralatan masak awet dan tahan lama.

Namun, tidak semua wajan diamond berbahan dasar keramik, ada pula wajan berbasis PTFE yang diberi lapisan diamond untuk meningkatkan daya tahannya.

3. Lapisan Enamel

Selain Teflon dan keramin, alternatif lain untuk alat masak anti lengket adalah wajan dengan pelapis enamel. Wajan enamel bisa diartikan sebagai alat masak (biasanya berbahan dasar baja atau besi) yang dilapisi material kaca (enamel). menghasilkan permukaan anti lengket dan aman bagi makanan (food grade).

Namun, wajan yang satu ini pun memiliki kekurangan tersendiri. Enamel bisa terkelupas jika tergores atau jatuh. Selain itu, produk wajan dengan pelapis enamel dikhawatirkan mengandung bahan berbahaya seperti timbal dan kadmium.

Namun, beberapa produsen wajan enamel juga mengklaim bahwa produk mereka bebas dari bahan-bahan berbahaya tersebut sehingga lebih aman bagi makanan.

Tips Memilih Teflon yang Aman dan Tahan Lama

Cypruz Fry Wok

Ilustrasi Teflon. FOTO/cypruz.id

Memilih alat masak yang aman dan tahan lama penting agar kegiatan memasak lebih nyaman sekaligus meminimalkan risiko kesehatan. Tidak semua wajan atau panci anti lengket dibuat sama, beberapa produk memiliki kualitas lapisan yang lebih baik, tahan gores, dan bebas dari senyawa kimia berbahaya.

Berikut beberapa tips yang dapat dijadikan panduan untuk memilih alat masak yang aman dan tahan lama:

1. Pilih Produk Bebas PFOA atau PFAS

Sebisa mungkin gunakan alat masak yang bebas PFAS (termasuk PTFE). Jika masih ingin menggunakan alat masak Teflon, pastikan memilih Teflon terbaik untuk kesehatan, yaitu Teflon yang memiliki label atau klaim “PFOA-free”.

Senyawa ini dulu digunakan dalam proses pembuatan Teflon, tapi dapat menimbulkan risiko kesehatan jika terpapar jangka panjang. Produk modern biasanya sudah bebas PFOA sehingga lebih aman untuk penggunaan sehari-hari.

2. Gunakan Bahan yang Lebih Aman

Alih-alih memilih Teflon atau PTFE, dianjurkan untuk memilih alat masak dengan bahan dasar keramik yang lebih aman bagi kesehatan. Saat ini pun sudah banyak wajan atau panci keramik di pasaran yang bisa dipilih sesuai kebutuhan.

3. Periksa Ketebalan dan Kualitas Lapisan

Alat masak yang berkualitas biasanya memiliki lapisan yang tebal dengan tingkat ketebalan merata, terutama di bagian dasarnya. Ketebalan yang merata ini memungkinkan makanan matang sempurna dan alat masak juga lebih awet atau tahan lama.

4. Pilih Lapisan Multi-Layer atau Reinforced

Beberapa alat masak hadir dengan lapisan ganda atau lapisan yang diperkuat menggunakan bahan lain seperti titanium atau diamond. Lapisan ini membuat alat masak lebih tahan gores dan tahan lama dibanding lapisan standar.

5. Periksa Permukaan dan Kondisi Fisik

Saat melakukan pembelian, periksa lapisan atau permukaan alat masak. Pastikan permukaannya halus, bebas goresan, dan tidak mengelupas. Wajan atau panci yang sudah tergores tidak hanya mengurangi kemampuan anti lengketnya, tapi juga meningkatkan risiko kontaminasi makanan.

6. Pilih Merek Tepercaya

Gunakan produk dari merek atau produsen tepercaya yang menyediakan informasi lengkap tentang bahan dasar hingga sertifikasi keamanan (misalnya sudah terstandar SNI). Produk bersertifikat biasanya lebih konsisten kualitasnya dan mengikuti standar keselamatan yang ditetapkan pemerintah.

Rekomendasi Merk Teflon yang Aman untuk Kesehatan

teflon maxim

Ilustrasi Teflon. FOTO/Istimewa

Pada dasarnya, tidak ada Teflon dengan jaminan 100% aman bagi kesehatan karena bahan coating Teflon memang memiliki risiko tersendiri, terutama ketika dipanaskan berlebihan.

Namun, jika mengacu pada alat masak anti lengket secara umum, berikut beberapa rekomendasi merk teflon yang aman untuk kesehatan:

1. Maxim Neostone Wajan Ceramic Anti Lengket

MAXIM Neostone hadir dengan lapisan anti lengket keramik yang licin, halus, mudah dibersihkan, dan lebih tahan gores dibanding wajan anti lengket biasa. Exterior wajan dilengkapi lapisan granit dan spiral agar tidak licin di kompor, lebih kuar, dan mampu mendistribusikan panas secara merata.

Wajan ini terbuat dari aluminium berkualitas tinggi dengan ketebalan 2,2 mm sehingga ideal untuk penggunaan sehari-hari. MAXIM Neostone juga bebas PFOA dan PFOS, telah tersertifikasi FDA dan SNI sehingga aman digunakan. Wajan ini dibanderol dengan harga Rp180.000 - Rp190.000 (24 cm).

2. SHUMA Eco-Safe Plus Nonstick Ceramic Frypan

SHUMA Eco-Safe Plus+ memanfaatkan bahan keramik sebagai lapisan anti lengket yang benar-benar aman, bebas dari PTFE, PFOA, PFAS, timbal, kadmium, dan bahan kimia berbahaya lainnya sehingga lebih sehat dan ramah lingkungan.

Wajan ini dilapisi Graphene Ceramic Coating ganda yang membuat permukaannya lebih tahan gores dan tahan lama. Dibuat dari aluminium food grade dan memiliki lapisan marble/granite pada bagian exterior-nya, wajan ini bisa dibeli di harga Rp135.000 - Rp190.000 (ukuran 18-24 cm).

3. HI-Cook Wook Pan

Hi-Cook Wok Pan memanfaatkan material food grade non-stick ceramic yang dilapisi Sol Gel dan Xerogel Technology, menggunakan Eco Green Technology yang ramah lingkungan dan bebas bahan kimia berbahaya seperti PFOA, PTFE, cadmium, dan timbal.

Lapisan anti lengket ILAG Swiss Ceramic Coating Xeradur 2 memungkinkan memasak lebih mudah dan sehat, sementara gagang tahan panas membuat kegiatan memasak jadi lebih aman. Di pasaran, alat masak yang satu ini dibanderol dengan harga Rp260.000 - Rp300.000 (26 cm).

4. Redchef Wajan Penggorengan Keramik Anti Lengket

Wajan yang satu ini memiliki lapisan keramik anorganik non-logam yang stabil, tidak beracun, dan bebas PFAS, PFOA, maupun PTFE sehingga aman untuk kesehatan. Pelapis ini bersifat anti lengket, tahan aus, tahan korosi, tahan suhu tinggi hingga 450°C, serta mudah dibersihkan.

Lapisan keramik memberikan kinerja anti lengket optimal, memungkinkan menggoreng tanpa minyak, dan membuat peralatan masak lebih mudah dibersihkan hanya dengan kain lembap atau tisu dapur. Berbahan dasar aluminium, wajan dari Redchef ini bisa didapatkan dengan harga Rp130.000 - Rp160.000 (20 cm).

5. Senclair Eve Ceramic Wajan Anti Lengket

Senclair Eve Ceramic dibekali 11 lapisan diecast dan teknologi Titanium Ceramic dari Jerman, membuat wajan anti lengket dan mudah dibersihkan. Wajan ini bebas PFOA dan PTFE, aman untuk kesehatan, serta memiliki konduktivitas panas tinggi yang memanaskan cepat dan merata.

Senclair Eve WokPan kompatibel dengan berbagai jenis kompor, termasuk gas, listrik, minyak, dan induksi, serta memenuhi standar ISO 14001 dan tersertifikasi oleh FDA dan LFGB. Wajan ini bisa dibeli dengan harga sekitar Rp380.000 - Rp400.000 (28 cm).

Cara Menggunakan & Merawat Teflon agar Tetap Aman

Wajan

Wajan. (Unsplash/Christian Lue)

Meskipun wajan dan panci dengan lapisan Teflon (PTFE) sangat praktis, penggunaannya tetap membutuhkan perhatian khusus agar tetap aman untuk kesehatan dan memperpanjang umur peralatan. Berikut beberapa tips agar alat masak, termasuk Teflon, tetap aman digunakan:

1. Hindari Memanaskan Wajan Teflon dalam Keadaan Kosong

Beberapa orang mungkin memanaskan wajan Teflon dalam kondisi kosong (preheat) dengan tujuan agar wajan panas terlebih dahulu sebelum digunakan memasak. Namun, hal ini sebaiknya dihindari.

Teflon aman digunakan pada suhu memasak normal, tapi jika dipanaskan tanpa makanan pada suhu tinggi (di atas 260°C), lapisan PTFE dapat terurai dan menghasilkan uap yang berpotensi menimbulkan Teflon flu.

Oleh karena itu, jika memakai wajan Teflon, selalu panaskan wajan dengan sedikit minyak atau bahan makanan di atasnya, lalu gunakan api sedang sesuai kebutuhan masak.

2. Gunakan Alat Masak yang Lembut

Tips yang satu ini tidak hanya berlaku bagi wajan Teflon, tapi juga alat masak berbahan dasar lain seperti keramik dan besik. Agar permukaan tidak mudah tergores, gunakan alat masak dari kayu atau silikon yang tahan panas.

Sebisa mungkin hindari penggunaan alat masak dari logam dan memiliki pinggiran tajam karena dapat merusak lapisan, mengurangi sifat anti lengket, dan berpotensi mengontaminasi makanan.

3. Hindari Pencucian yang Kasar

Untuk membersihkan alat masak, hindari menggosok menggunakan spons kasar (seperti spons kawat) atau pembersih abrasif. Gunakan spons lembut dan sabun cuci piring untuk membersihkan sisa lemak/minyak yang menempel pada alat masak.

Jika terdapat noda membandel, rendam sebentar dengan air hangat sebelum dicuci dan dibersihkan. Hal ini akan menjaga lapisan tetap utuh dan permukaan wajan tidak tergores.

4. Simpan dengan Baik

Saat tidak digunakan, pastikan alat masak disimpan di tempat yang sejuk dan kering. Peletakannya juga sebisa mungkin tidak menyentuh atau tergores oleh peralatan masal lainnya. Jika memungkinkan, gunakan lapisan pelindung atau kain di antaranya (jika disimpan dengan cara ditumpuk).

Itu dia beberapa rekomendasi alat masak yang aman bagi kesehatan, termasuk penjelasan tentang apa itu Teflon, risiko kesehatan, serta tips penggunaan agar peralatan masak dapat lebih awet dan tahan lama.

Dengan memilih wajan atau panci yang bebas PFAS serta memperhatikan perawatan yang benar, kita bisa memasak dengan lebih aman dan menyajikan hidangan yang lebih sehat bagi keluarga di rumah.

Butuh rekomendasi alat masak lainnya? Temukan berbagai barang pilihan untuk melengkapi kebutuhan dapurmu di rumah melalui tautan berikut ini:

Kumpulan Artikel Peralatan Dapur

Baca juga artikel terkait PERALATAN DAPUR atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - GWS
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani