tirto.id - Terdapat ancaman bahaya timbal di balik beragamnya cat warna-warni yang kita pilih. Paparan timbal ini pun berdampak negatif pada kesehatan, bahkan disebut-sebut bisa memengaruhi IQ anak-anak, benarkah demikian?
Cat menjadi salah satu kebutuhan penting di zaman sekarang. Tak hanya untuk dinding rumah, cat juga digunakan untuk melapisi sekaligus memberi warna pada banyak benda, termasuk mainan anak-anak.
Akan tetapi, cat yang mudah kita temukan sehari-hari ini juga berpotensi jadi sumber racun yang jarang disadari oleh masyarakat, khususnya cat yang mengandung timbal (lead-based paint).
Di banyak negara maju seperti Amerika Serikat, timbal sudah dilarang digunakan pada cat karena pengaruh negatifnya terhadap kesehatan. Sayangnya, Indonesia belum memiliki aturan ketat terkait cat bertimbal sehingga sumber racun ini masih bebas beredar di pasaran.
Ironisnya lagi, sebuah penelitian yang dilakukan oleh World Bank menunjukkan bahwa 77% cat populer yang dijual pada konsumen ternyata masih mengandung timbal pada tingkat yang tidak aman.
Hal ini tentu sangat berbahaya karena timbal dapat menyebabkan gangguan kesehatan, baik pada anak-anak maupun orang dewasa, dan salah satu dampak negatif yang mengkhawatirkan adalah pengaruhnya pada IQ anak-anak.
Apa Itu Timbal dan Mengapa Bisa Ada di Cat Rumah?

Timbal adalah logam berat beracun yang secara alami terdapat di kerak bumi. Logam ini sejak lama sudah digunakan secara luas dalam berbagai produk, mulai dari bensin, baterai, hingga cat.
Paparan timbal sangat merugikan kesehatan, termasuk peningkatan risiko tekanan darah tinggi, penyakit kardiovaskular, hingga kerusakan ginjal. Paparan timbal pada wanita hamil dapat menyebabkan gangguan perkembangan janin dan kelahiran prematur.
Lalu, mengapa timbal digunakan dalam cat rumah? Menurut situs Lead Abatement Resource Center (LARC), timbal digunakan dalam cat sebagai bahan pigmen yang menghasilkan warna tertentu.
Seiring waktu, timbal ditambahkan untuk mempercepat waktu pengeringan, meningkatkan daya tahan cat, serta membuatnya lebih tahan terhadap korosi akibat kelembapan.
Namun, timbal diketahui memiliki dampak negatif terhadap kesehatan. Situs WHO mencatat bahwa pada 2021, paparan timbal menyebabkan 1,5 juta kematian di seluruh dunia, terutama karena efek kardiovaskular.
Cat bertimbal pun masih menjadi salah satu sumber utama paparan timbal. Risiko paparan semakin meningkat jika cat tersebut mengelupas karena bisa menghasilkan serpihan atau debu yang mengandung timbal.
Debu ini sangat mudah terhirup atau tertelan, terutama oleh anak-anak yang sering bermain di lantai atau memasukkan tangan ke mulut.
Cat yang mengandung timbal sudah dilarang di Amerika Serikat sejak sekitar tahun 1978. WHO pun sudah mendorong semua negara untuk memiliki regulasi hukum yang mengikat demi mengendalikan penggunaan timbal dalam cat.
Hingga Januari 2024, baru sekitar 48% negara yang memiliki aturan hukum terkait cat bertimbal. Sayangnya, Indonesia tidak termasuk salah satunya sehingga cat bertimbal masih legal dipasarkan dan mengancam kesehatan masyarakatnya.
Benarkah Paparan Timbal Bisa Mempengaruhi IQ Anak?

Mengutip dari laman WHO, dampak kesehatan akibat paparan timbal pada anak-anak tidak bisa dianggap remeh. Paparan timbal dalam kadar yang sangat tinggi dapat merusak otak dan sistem saraf pusat, menyebabkan koma, kejang, hingga kematian.
Sementara itu, anak-anak yang selamat dari risiko kematian tetap tidak luput dari dampak negatif lainnya. Anak-anak yang terpapar timbal kemungkinan dapat mengalami disabilitas intelektual permanen dan gangguan perilaku.
Pada tingkat paparan lebih rendah yang mungkin tidak menunjukkan gejala signifikan, timbal dapat menyebabkan berbagai cedera pada berbagai sistem tubuh.
Secara khusus, timbal dapat secara permanen memengaruhi perkembangan otak anak, mengakibatkan penurunan IQ, perubahan perilaku (termasuk penurunan fokus/perhatian dan peningkatan perilaku antisosial), serta penurunan prestasi pendidikan.
Di sisi lain, paparan timbal juga bisa menyebabkan masalah kesehatan lain seperti anemia, hipertensi, gangguan ginjal, imunotoksisitas, dan toksisitas pada organ reproduksi.
Pengaruh Timbal pada IQ Anak-Anak

Khusus untuk kaitannya dengan IQ, cat bertimbal memang terbukti secara ilmiah dapat menurunkan tingkat kecerdasan anak. Hal ini diungkap dalam studi bertajuk The Effect of Lead Exposure on IQ Test Scores in Children Under 12 Years.
Studi ini merupakan tinjauan sistematis dan meta-analisis dari delapan studi kasus-kontrol yang melibatkan lebih dari 3.316 anak di bawah usia 12 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan timbal berkaitan signifikan dengan penurunan skor IQ.
Hal serupa juga ditunjukkan oleh jurnal ilmiah berjudul Silent Threats of Lead-Based Paints in Toys and Households to Children’s Health and Development.
Studi ini menyimpulkan bahwa Paparan timbal memengaruhi perkembangan sistem saraf anak, termasuk penurunan IQ, gangguan neurokognitif, dan dampak pada organ tubuh lainnya, bahkan pada kadar yang dianggap rendah sehingga tidak ada kadar aman yang benar-benar bebas risiko.
Paparan timbal dapat memengaruhi IQ anak karena logam ini bersifat neurotoksik dan secara langsung mengganggu kerja otak, terutama pada anak yang otaknya masih berkembang.
Menurut jurnal Effect of Lead Toxicity on Brain yang dipublikasikan di IJTSRD, salah satu mekanisme utamanya adalah kemampuan timbal meniru ion kalsium (Ca2+) dan masuk ke dalam sel saraf melalui jalur yang seharusnya digunakan kalsium.
Akibatnya, proses penting seperti pelepasan neurotransmiter dan komunikasi antar neuron terganggu. Selain itu, timbal dapat menurunkan kepadatan reseptor glutamat dan mengganggu sinyal saraf yang berperan dalam proses pembelajaran dan pembentukan memori.
Gangguan pada sistem ini membuat otak tidak mampu memproses informasi secara optimal yang kemudian tercermin dalam penurunan kemampuan kognitif dan IQ.
Seberapa Besar Risiko Timbal di Indonesia?

Paparan timbal di Indonesia merupakan masalah kesehatan masyarakat yang sangat serius. Risiko timbal di Indonesia pernah diteliti dalam studi berjudul Ancaman Beracun terhadap Sumber Daya Manusia Indonesia yang dipublikasikan oleh World Bank.
Penelitian ini mencatat bahwa cat yang mengandung timbal menjadi salah satu sumber paparan utama karena tidak adanya standar wajib bagi produk bebas timbal di Indonesia.
Dari studi tersebut, survei nasional pada Desember 2023 menemukan bahwa hampir 45% rumah tangga di Indonesia tinggal di rumah dengan cat yang mengandung timbal, dan angka ini mencapai 58% di antara rumah dengan cat interior yang terlihat.
Anak-anak berusia lima tahun ke bawah (balita) sangat rentan terhadap paparan timbal. Diketahui ada sekitar 46% atau sekitar 10,2 juta anak yang tinggal di rumah dengan cat bertimbal, dan kondisi cat yang buruk (seperti mengelupas) meningkatkan risiko paparan yang lebih tinggi.
Studi juga menunjukkan bahwa paparan dari cat bertimbal menyebabkan 21% anak-anak balita memiliki timbal dalam darah dengan kadar yang melebihi batas aman (lebih dari 5 μg/dL).
Kondisi ini semakin diperparah dengan temuan fakta bahwa 77% cat populer di pasar Indonesia masih mengandung tingkat timbal yang tidak aman sehingga paparan baru terus bertambah di lingkungan rumah tangga.
Lebih dari itu, kurangnya regulasi yang ketat serta pasokan cat bertimbal yang terus diproduksi membuat paparan timbal belum bisa dihentikan. Hal ini menunjukkan bahwa risiko paparan timbal di Indonesia masih sangat tinggi.
Indonesia sendiri belum punya regulasi ketat yang melarang penggunaan timbal pada cat. Salah satu upaya pengendalian timbal di cat rumah di Indonesia adalah melalui Standar Nasional Indonesia (SNI).
Misalnya, SNI 8011:2022 untuk organic solvent‑based decorative paint yang menetapkan batas maksimal kandungan timbal dalam cat dekoratif berbasis pelarut diturunkan dari 600 ppm menjadi 90 ppm.
Penyesuaian standar ini diharapkan dapat mengurangi risiko paparan timbal bagi penghuni rumah, terutama anak-anak. Namun, perlu dicatat bahwa standar ini masih bersifat sukarela.
Artinya, produsen belum diwajibkan secara hukum untuk mematuhinya sehingga masih diperlukan pengawasan dan kesadaran konsumen dalam memilih cat yang aman.
Ciri Rumah atau Cat yang Berisiko Mengandung Timbal

Cat bertimbal sudah terbukti berbahaya bagi kesehatan, bahkan dapat menurunkan IQ pada anak-anak. Pertanyaannya, bagaimana cara mengidentifikasi cat yang mengandung timbal? Bagaimana ciri-cirinya?
Sayangnya, nyaris tidak ada ciri-ciri yang signifikan tentang cat bertimbal. Di negara lain yang sudah melarang timbal, seperti Amerika Serikat, penggunaan cat timbal bisa dilacak dari umur rumah.
Mengingat timbal dilarang di AS sejak 1978, maka rumah yang dibangun atau dicat sebelum tahun tersebut kemungkinan besar menggunakan cat bertimbal. Namun, metode pelacakan umur rumah ini jelas tidak bisa diterapkan di Indonesia yang belum ada regulasi khusus terkait cat bertimbal.
Situs JSE Labs menjelaskan bahwa cat bertimbal sulit diidentifikasi karena ciri-ciri fisiknya tidak ada bedanya dengan cat lain yang bebas timbal. Namun, ada beberapa indikator visual yang sering menjadi petunjuk bahwa cat tersebut mungkin mengandung timbal dan perlu diuji lebih lanjut.
Tanda-tandanya meliputi:
- Pola retak “alligatoring”: Cat yang mulai retak dan mengelupas bisa membentuk pola seperti sisik reptil (alligator skin). Pola ini sering terlihat pada cat lama yang mengandung timbal.
- Residu kapur saat digosok: Jika cat menghasilkan residu putih atau serbuk seperti kapur saat digosok dengan jari atau kain, ini bisa menjadi tanda degradasi cat yang sering dikaitkan dengan cat bertimbal.
Tips Memilih Cat Tembok yang Lebih Aman untuk Anak

Indonesia belum memiliki regulasi yang secara tegas melarang penggunaan timbal dalam cat sehingga memilih cat yang bebas timbal bisa jadi tantangan tersendiri. Namun, untuk meminimalkan paparan timbal dan bahan kimia berbahaya, berikut tips yang bisa dilakukan dalam memilih cat tembok yang aman:
1. Pilih Cat Water-based
Cat berbasis air menggunakan air sebagai pelarut utama, bukan pelarut kimia yang mudah menguap seperti pada cat berbasis minyak. Keunggulan cat ini adalah lebih rendah emisi bau dan zat kimia berbahaya sehingga lebih aman bagi anak-anak dan penghuni rumah.2. Pilih Cat yang Rendah atau Bebas Volatile Organic Compounds (VOC)
VOC adalah senyawa organik yang mudah menguap dan dapat masuk ke udara dalam bentuk gas, berpotensi menyebabkan iritasi, alergi, atau gangguan pernapasan. Penggunaan cat yang rendah atau bebas VOC tentunya lebih aman, terutama bagi anak-anak.3. Perhatikan Merek atau Produsen Cat
Beberapa produsen cat sudah berkomitmen untuk tidak menggunakan timbal dalam produknya. Jadi, lakukan riset kecil tentang merek yang akan dibeli untuk mencari tahu apakah merek tersebut termasuk dalam jajaran produsen cat bebas timbal.Jika kesulitan menemukan merek cat yang bebas timbal, setidaknya gunakan cat yang sudah berstandar SNI. Cat seperti ini berarti mematuhi regulasi SNI yang mensyaratkan penggunaan timbal di bawah 90 ppm.
4. Pilih Cat dengan Anti Bakteri/Jamur
Beberapa cat sudah dilengkapi dengan formula anti bakteri atau anti jamur yang membantu mencegah pertumbuhan mikroorganisme di permukaan tembok.Ini sangat berguna untuk cat interior, terutama ruangan yang mudah lembap seperti kamar mandi atau dapur. Dinding yang bersih dari jamur dan bakteri dapat menurunkan risiko infeksi maupun alergi sehingga lebih sehat dan aman bagi penghuni rumah, termasuk anak-anak.
Demikian penjelasan terkait cat yang mengandung timbal dan risiko kesehatannya, termasuk berpotensi menurunkan IQ anak-anak. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu berhati-hati dan cermat memilih cat yang aman demi melindungi kesehatan seluruh anggota keluarga.
Tertarik dengan info menarik lain seputar cat? Temukan berbagai tips, rekomendasi produk pilihan, hingga berita terkini melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id



































