tirto.id - Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di seluruh satuan pendidikan PAUD/TK, SD, hingga SMP menyusul gempa bumi yang mengguncang wilayah Kabupaten Sikka pada Sabtu (15/8/2026) pagi.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor PKO.421/29/VIII/2026 yang diterbitkan di Maumere pada Minggu (16/8/2026) dan ditandatangani Plt. Kepala Dinas PKO Kabupaten Sikka, Patrisius Pederiko, S.Pt.
Penghentian KBM tatap muka berlaku selama tiga hari, mulai 18 hingga 20 Agustus 2026. Selama periode tersebut, sekolah diminta mengalihkan kegiatan pembelajaran melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau memberikan penugasan mandiri kepada siswa untuk dikerjakan dari rumah.
Keputusan ini diambil setelah Dinas PKO berkoordinasi dengan Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan kesehatan peserta didik serta tenaga pendidik. Kondisi psikologis siswa dan guru pascagempa juga menjadi salah satu pertimbangan.
Selain menghentikan sementara KBM tatap muka, kepala sekolah bersama tim diminta melakukan verifikasi dan pendataan kondisi fisik bangunan sekolah.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas pendidikan aman digunakan sebelum kegiatan belajar tatap muka kembali dilaksanakan.
KBM tatap muka direncanakan kembali berlangsung pada Jumat (21/8/2026). Namun, pelaksanaannya tetap mempertimbangkan perkembangan situasi dan kondisi wilayah pascagempa.
Sementara itu, sejumlah sekolah di Pulau Flores juga mengambil langkah serupa sebagai bentuk kewaspadaan pascagempa. SMAS Bhaktyarsa Maumere, misalnya, memutuskan meniadakan upacara bendera dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang sedianya digelar pada 17 Agustus 2026 dan menghentikan sementara KBM tatap muka hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Keputusan tersebut tertuang dalam Pengumuman Nomor 574/I.21.7/SMAS.BHAK.0046/ISO/2026 yang ditandatangani Kepala SMAS Bhaktyarsa Maumere, Sr. Marcelina Lidi, SSpS, S.Fil, Lic., pada Minggu (16/8/2026).
Dalam pengumumannya, manajemen SMAS Bhaktyarsa meminta siswa dan orang tua tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti arahan resmi pemerintah terkait penanganan dan mitigasi bencana.
Kebijakan tersebut diambil menyusul kondisi Flores, khususnya Kabupaten Sikka, yang masih berada dalam situasi siaga dan waspada pascagempa bumi.
Penulis: Mario Wihelmus PS
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id
































