tirto.id - Jumlah korban meninggal dampak gempa bumi magnitudo (M) 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), per Minggu (16/8/2026) pukul 14.00 WITA bertambah menjadi 51 orang. Sementara itu, 132 orang tercatat mengalami luka berat maupun luka ringan.
Dengan demikian, total korban terdampak yang telah terdata mencapai 183 orang. Data tersebut masih dinamis dan akan diperbarui secara berkala oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang berkoordinasi dengan unsur SAR.
Pada hari kedua operasi pencarian dan pertolongan, Kantor SAR Maumere bersama potensi SAR memperluas operasi ke tiga wilayah terdampak, yakni Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Nagekeo.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, juga telah tiba di Pulau Flores untuk memantau langsung penanganan kondisi darurat akibat gempa.
Kepala Kantor SAR Maumere sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, mengatakan Syafii dijadwalkan meninjau langsung wilayah terdampak di Kabupaten Manggarai Timur. Basarnas juga menyiagakan helikopter untuk mendukung proses evakuasi medis udara.
“Bapak Kepala Basarnas bersama rombongan telah tiba dan dijadwalkan meninjau wilayah terdampak di Kabupaten Manggarai Timur. Selain itu, helikopter Basarnas juga telah disiagakan untuk mendukung proses evakuasi medis udara secara cepat apabila diperlukan dan saat ini disiagakan di Bandara Komodo Labuan Bajo,” ujar Fathur dalam keterangan tertulis, Minggu (16/8/2026).
Di Kabupaten Manggarai Timur, Kantor SAR Maumere bersama potensi SAR dari unsur TNI, Polri, dan masyarakat mengevakuasi seorang nelayan yang dilaporkan tenggelam saat gempa terjadi.
Korban ditemukan pada pukul 09.30 WITA di perairan Pantai Waso, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda, dalam kondisi meninggal dunia.
Sementara itu, penyisiran darat terus dilakukan di Kabupaten Manggarai dan Nagekeo sesuai Rencana Operasi (Renops) hari kedua. Tim melakukan penyisiran hingga radius 6,3 kilometer.
Di Kabupaten Manggarai, pencarian dilakukan di wilayah Kecamatan Reo. Sementara itu, penyisiran di Kabupaten Nagekeo mencakup Kelurahan Mbay, Desa Tungurambang, Desa Nangadhero, dan Desa Marpokot.
Tim SAR masih melakukan pemantauan dan pencarian untuk memastikan tidak ada masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
Operasi pencarian dan pertolongan akan terus dilakukan dengan menyesuaikan perkembangan situasi serta hasil evaluasi di lapangan.
Penulis: Hanang Septioyudho
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id
































