Menuju konten utama

BNPB Imbau Siaga Bencana: Karhutla & Gempa di Sejumlah Wilayah

BNPB rangkum bencana 15-16 Agustus 2026: karhutla di Sragen dan Klaten berhasil dipadamkan, serta pemantauan gempa M 7,7 NTT dan M 6,2 Sulawesi Tengah.

BNPB Imbau Siaga Bencana: Karhutla & Gempa di Sejumlah Wilayah
Kerusakan bangunan swalayan akibat gempa di Reo, Kabupaten Manggarai, Sabtu (15/8/2026) pagi. Foto/istimewa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum serangkaian bencana yang terjadi pada periode Sabtu hingga Minggu (15–16/8/2026). Dua ancaman utama yang mendapat perhatian serius adalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jawa Tengah serta gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi Tengah (Sulteng).

Karhutla masih melanda sejumlah wilayah. Dua laporan terbaru tercatat di Provinsi Jawa Tengah. Pertama, kebakaran lahan seluas 2 hektare terjadi di Desa Dukuh, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen, pada Sabtu (15/8/2026). Insiden ini dipicu pembakaran sampah yang tidak terkontrol.

"Api berhasil dipadamkan petugas gabungan pada hari itu juga," demikian keterangan tertulis BNPB, Minggu (16/8/2026).

Peristiwa kedua terjadi di Kabupaten Klaten pada dua lokasi berbeda, yakni pukul 16.30 WIB dan 18.30 WIB. Kebakaran melanda lahan di Desa Dukuh, Kecamatan Delanggu, serta Desa Brangkal, Kecamatan Karanganom, dengan total luas terdampak 2,1 hektare. Penyebab kebakaran masih dalam investigasi, dan api berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.31 WIB.

BNPB juga memantau dan memberikan dukungan penanganan karhutla di enam provinsi prioritas, yaitu Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Wilayah-wilayah ini masuk kategori rawan karhutla.

Di sisi lain, bencana geologi juga terjadi. Gempa berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur. Selain itu, gempa M 6,2 terjadi di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Sabtu malam.

Berdasarkan laporan BMKG, pusat gempa berada di kedalaman 44 km, tepatnya 74 km barat daya Parigi Moutong. Guncangan dirasakan kuat oleh warga selama sekitar 10 detik di Parigi Moutong dan 10 hingga 20 detik di Kota Palu.

"Hingga kini belum ada laporan dampak pascagempa tersebut," tulis BNPB.

Merespons rentetan bencana ini, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada serta siap siaga. Pencegahan bahaya karhutla harus dilakukan sedini mungkin agar penanganan efektif, dengan sinergi pentahelix menjadi kunci pemadaman.

Baca juga artikel terkait GEMPA BUMI atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Rina Nurjanah