tirto.id - Penyakit campak memiliki ciri-ciri tersendiri yang perlu diketahui. Pemahaman terhadap ciri campak akan memudahkan orang untuk mendeteksi dini penyakit campak.
Terkadang masyarakat menganggap campak sebagai penyakit yang menyerang anak kecil saja. Padahal campak juga meyerang orang dewasa dan punya risiko jika tidak ditangani lebih awal.
Campak atau tampek adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh paramyxovirus. Virus ini punya masa inkubasi cukup lama sehingga sehingga biasanya ciri campak baru muncul sekitar 10–14 hari setelah terpapar virus.
Beberapa ciri campak yang dapat diamati secara fisik, yakni muncul ruam pada permukaan kulit, muncul bintik-bintik putih pada langit-langit mulut. Penyakit campak ini punya risiko tinggi menular pada orang lain.
Sebenarnya ciri umum penyakit campak pada orang dewasa dan anak-anak hampir sama. Namun, gejala campak pada orang dewasa biasanya lebih berat dan lebih lama.
Lantas, apa saja ciri-ciri campak pada orang dewasa? Simak penjelasan tentang campak di artikel ini.
Ciri-Ciri Campak pada Orang Dewasa

Campak merupakan salah satu penyakit menular yang perlu diwaspadai. Penularan penyakit campak terjadi melalui percikan air liur atau droplet ketika penderitanya batuk atau bersin.
Disebabkan campak ini penyakit menular, maka penting bagi masyarakat untuk mengenali gejala atau ciri-ciri campak. Mengenali ciri campak akan memudahkan untuk mendeteksi campak dan segera mendapat penanganan medis yang tepat.
Gejala campak pada orang dewasa diperkirakan muncul sekitar 7 hingga 14 hari setelah seseorang terpapar virus. Tahap awal penyakit campak ini biasanya ditandai dengan penyakit flu biasa.
Seiring berjalannya waktu, gejala campak akan berkembang menjadi lebih khas. Berikut beberapa ciri-ciri campak pada orang dewasa:
1. Demam Tinggi
Ciri campak yang pertama ialah demam tinggi. Suhu awal penderita campak biasanya mencapai hingga lebih dari 38 derajat Celsius.Umumnya demam pada penderita campak muncul beberapa hari sebelum ruam pada permukaan kulit. Kondisi ini terjadi sebab tubuh sedang berupaya melawan infeksi virus yang masuk ke dalam sistem tubuh.
2. Batuk dan Pilek
Ciri campak selanjutnya ialah batuk dan pilek. Campak kerap kali diawali dengan gejala, seperti batuk kering dan pilek.Dua gejala campak ini kerap membuat penderita campak mengira bahwa ia sedang menderita flu biasa saja. Padahal batuk dan flu ini menjadi ciri awal campak yang wajib diwaspadai.
Biasanya batuk yang menandai campak cukup mengganggu dan berlangsung selama beberapa hari. Jadi, penderita campak wajib mewaspadai ciri campak ini.
3. Mata Merah dan Sensitif terhadap Cahaya
Penderita campak akan mengalami mata memerah dan menjadi sensitif terhadap cahaya. Rasanya mata menjadi perih, berair, dan sensitif terhadap cahaya.Keadaan mata memerah ini terjadi karena virus campak juga menyerang jaringan pada mata. Penderita campak yang mengalami mata merah (konjungtivitis) ditandai dengan munculnya kemerahan pada konjungtiva, berair, bengkak pada kelopak mata, serta sensitif terhadap cahaya (fotofobia).
4. Muncul Bintik Putih pada Mulut
Tanda khas dari penyakit campak ialah muncul bintik putih di dalam mulut. Gejala bintik putih kerap dikenal dengan sebutan bintik koplik.Bintik putih kecil ini berada di bagian dalam pipi atau rongga mulut. Biasanya bintik putih ini muncul sehari hingga dua hari sebelum ruam merah pada permukaan kulit muncul.
5. Ruam Merah pada Kulit
Ciri campak yang paling khas berikutnya ialah muncul ruam merah pada kulit. Biasanya ruam merah ini muncul pada area wajah, terutama pada sekitar garis rambut.Setelah itu, ruam merah di kulit akan menyebar ke area leher, dada, punggung, dan tangan serta kaki. Ruam merah di kulit terasa gatal dan biasanya berlangsung selama beberapa hari.
6. Tubuh Terasa Lemas
Penderita campak akan merasa tubuhnya begitu lemas. Tubuh lemas ini disebabkan demam tinggi sebagai reaksi tubuh terhadap infeksi virus. Berdasarkan beberapa kasus, penderita campak juga mengalami penurunan nafsu makan.7. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening
Ciri campak lainnya, yakni pembengkakan kelenjar getah bening, terutama pada area leher. Pembengkakan ini terjadi karena respons sistem imun tubuh ketika melawan virus campak.Jika penyakit campak tidak ditangani dengan baik, maka akan menimbulkan risiko penyakit lain, seperti infeksi telinga, pneumonia, hingga radang otak (ensefalitis). Penting bagi penderita campak untuk menyadari ciri-ciri campak sehingga segera meminta bantuan medis.
Berapa Lama Campak Akan Hilang?
Penyakit campak pada orang dewasa bisa diidap dalam kurun waktu sekitar 7 hingga 14 hari. Proses penyembuhan campak berbeda-beda pada setiap orang, tergantung kondisi kesehatan dan daya tahan tubuh.
Namun, perjalanan penyakit campak secara umum dapat dibagi ke dalam beberapa tahap. Apa saja?
1. Masa Inkubasi
Periode masa inkubasi penyakit campak adalah masa ketika virus masuk ke dalam tubuh hingga muncul gejala pertama dari campak. Biasanya masa inkubasi campak berlangsung sekitar 10 hingga 14 hari. Umumnya penderita belum merasakan apa-apa selama masa inkubasi berlangsung.2. Fase Gejala Awal
Fase gejala awal campak biasanya dialami setelah masa inkubasi. Ini menandakan bahwa tubuh mulai tidak baik-baik saja.Penderita bisa merasakan demam, batuk, pilek, serta mata merah. Fase gejala awal campak biasanya berlangsung sekitar 2 hingga 4 hari. Saat mengalami fase ini, biasanya virus sudah dapat menular pada orang lain.
3. Fase Muncul Ruam
Fase berikutnya adalah fase munculnya ruam. Kurang lebih sekitar hari keempat atau kelima, ruam merah akan muncul pada permukaan wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh.Puncak demam biasanya akan terjadi selama fase ini berlangsung. Ruam campak umumnya akan berlangsung selama 3 hingga 5 hari.
4. Fase Pemulihan
Usai beberapa hari, ruam akan memudar secara bertahap. Penderita campak biasanya akan merasa lebih baik.Namun, batuk dan rasa lelah biasanya masih dirasakan selama beberapa pekan setelah ruam ruam menghilang. Selama masa sakit, penderita disarankan beristirahat di rumah dan menghindari kontak dengan orang lain supaya mengurangi risiko tertular virus.
Pengobatan Campak pada Orang Dewasa
Pengobatan campak biasanya ditujukan untuk meredakan gejala dan membantu tubuh untuk melawan infeksi virus. Tidak ada juga obat khusus yang dapat secara langsung membunuh virus campak.
Berikut beberapa langkah pengobatan campak pada orang dewasa:
1. Istirahat Cukup
Penyakit campak membutuhkan waktu untuk pulih. Penderita campak disarankan untuk istirahat sehingga imun tubuh bisa lebih optimal melawan virus. Hindari melakukan aktivitas berat selama masa sakit supaya tubuh benar-benar bisa beristirahat optimal.2. Konsumsi Obat Penurun Demam
Konsumsi obat penurun demam bisa menjadi salah satu cara pengobatan campak. Jika demam tinggi, dokter akan memberi obat penurun demam, seperti parasetamol. Parasetamol dapat membantu menurunkan subuh tubuh dan meredakan rasa tidak nyaman akibat demam.3. Perbanyak Asupan Cairan
Penderita campak membutuhkan banyak asupan cairan supaya tidak dehidrasi. Asupan cairan yang cukup bisa diisi dengan banyak minum air putih.Kebutuhan air putih ini akan membantu penderita untuk terhindar dari dehidrasi. Apalagi jika penderita mengalami demam tinggi.
4. Konsumsi Makanan Bergizi
Makanan bergizi dibutuhkan tubuh untuk bantu proses pemulihan. Penderita campak disarankan memakan makanan bergizi, seperti buah, sayur, protein, serta makanan kaya vitamin.Asupan makanan ini akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Makanan yang mengandung vitamin A juga kerap dianjurkan karena dapat membantu perkuat sistem imun.
5. Konsumsi Obat sesuai Anjuran Dokter
Cara penyembuhan berikutnya adalah konsumsi obat sesuai anjuran dokter. Jika terjadi infeksi sekunder, seperti infeksi bakteri, dokter biasanya akan memberi obat tambahan. Penting dipahami bahwa antiobiotik tidak bisa mengobati virus campak secara langsung.6. Menghindari Penularan
Selama masa sakit, penderita campak perlu menghindar risiko penularan. Caranya dengan menghindari kontak dekat dengan orang lain, terutama dengan bayi, ibu hamil, dan orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah.Cara Mencegah Campak
Penyakit campak bisa dicegah dengan melakukan vaksinasi. Biasanya vaksin campak diberikan dalam bentuk vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella).
Pemberian vaksin ini akan bantu tubuh membentuk kekebalan terhadap virus campak. Jadi, risiko terinfeksi campak lebih kecil.
Selain upaya vaksinasi, langkah lain pencegahan bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan tangan, menggunakan masker ketika sakit, dan menghindari kontak dengan penderita campak. Ingat bahwa campak ini penyakit menular jadi kontak terhadap penderitanya perlu dibatasi.
Campak pada orang dewasa secara keseluruhan merupakan penyakit infeksi yang perlu diwaspadai. Gejala campak, seperti demam tinggi, batuk, mata merah, dan muncul ruam pada kulit merupakan tanda umum dari penyakit campak.
Meskipun sebagian besar penyakit campak bisa sembuh sendirinya dalam waktu dua pekan, tetapi penderita campak perlu mendapat perawatan yang tepat. Penanganan yang tepat akan mengurangi risiko tertular campak dan memudahkan pemulihan berlangsung cepat.
Penulis: Nurul Azizah
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id


































