Menuju konten utama

Panduan Cegah Campak Terbaru dari IDAI Jelang Lebaran 2026

Kemenkes dan IDAI mengeluarkan panduan terbaru untuk mencegah penyakit campak menjelang musim mudik dan Lebaran 2026.

Panduan Cegah Campak Terbaru dari IDAI Jelang Lebaran 2026
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin campak kepada anak saat imunisasi campak massal gratis di kawasan Wanasari, Denpasar, Bali, Rabu (8/10/2025). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap penularan penyakit campak jelang Lebaran. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan rekomendasi terbaru untuk mencegah campak menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB).

Pada masa mudik dan Lebaran biasanya terjadi peningkatan mobilitas masyarakat karena banyak orang bepergian untuk pulang ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga.

Aktivitas perjalanan dan kerumunan ini dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular, termasuk campak. Anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan tertular, terutama jika mereka belum mendapatkan imunisasi lengkap yang dapat melindungi tubuh dari infeksi virus campak.

Berdasarkan data hingga minggu ke-8 tahun 2026, tercatat sebanyak 10.453 kasus suspek campak di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 8.372 kasus telah terkonfirmasi sebagai campak dan dilaporkan terjadi 6 kematian.

Selain itu, terdapat 45 KLB campak yang tersebar di 29 kabupaten atau kota pada 11 provinsi, yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.

Kondisi ini menunjukkan bahwa campak masih menjadi masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat.

Rekomendasi Terbaru IDAI terkait Campak

IDAI melalui unggahan di akun-akun media sosialnya mengeluarkan rekomendasi terbaru terkait penyakit campak, antara lain:

1. Kejar Imunisasi

Untuk anak usia 9 bulan sampai dengan 15 tahun, lengkapi imunisasi rutinnya yang tertinggal, terutama untuk Imunisasi MR*.

Untuk tenaga kesehatan, pastikan telah mendapatkan imunisasi MR*/MMR** lengkap.

*MR: Measles (Campak) - Rubella

**MMR: Measles (Campak) - Mumps - Rubella

2. Perkuat Kemampuan Diagnosis Campak & Rubella

Diagnosis campak berdasarkan gejala klinis, yaitu:

Masa inkubasi (10-12 hari)

a. Masa prodromal
Demam, batuk, pilek, konjungtivitis pada anak

b. Bercak Koplik muncul
1-2 hari sebelum ruam, berlangsung 12-72 jam

c. Ruam Muncul 2-4 hari setelah demam
  • Mulai dari Kepala
  • Menyebar ke Tubuh (3-4 hari)
  • Ruam Berkumpul Memudar dalam 3-4 hari
d. Konfirmasi Diagnosis melalui Pemeriksaan Laboratorium
  • Deteksi IgM campak
  • Pemeriksaan PCR RNA virus campak
  • Pemeriksaan genotipe virus campak pada keadaan khusus

3. Penguatan Tata Laksana Kasus Campak

a. Tata Laksana Suportif

  • Istirahat cukup
  • Cukup nutrisi dan cairan
  • Isolasi untuk mencegah penularan
  • Pemberian vitamin A (rekomendasi WHO) dengan dosis: < 6 bulan: 50.000 IU, 6-11 bulan: 100.000 IU, di atas atau sama dengan 12 bulan: 200.000 IU.
  • Diberikan 2 hari berturut-turut. Pada gizi buruk atau komplikasi mata, dosis tambahan setelah 2 minggu.
  • Isolasi di rumah
  • 4 hari sebelum ruam muncul sampal 4 hari setelah ruam muncul

b. Tata Laksana Simtomatik

  • Antipiretik: Paracetamol 10-15 mg/kgBB/dosis setiap 4-6 jam bila demam
  • Obat batuk: diberikan bila perlu
Perawatan mata

  • Konjungtivitis ringan: tetes normal saline
  • Bila ada sekret/pus: salep atau tetes antibiotik 7-10 hari
  • Bersihkan mata dengan kasa steril dan air matang
Perawatan kulit:

  • Jaga kulit bersih dan kering
  • Pantau tanda infeksi sekunder

c. Indikasi Perawatan di Rumah Sakit

Dilakukan bila terdapat:

  • Pneumonia
  • Malnutrisi
  • Dehidrasi
  • Sepsis
  • Bayi usia 6 bulan
  • Kejang pertama/Kejang demam kompleks/ensefalitis
  • Pasien imunokompromais
Selain rekomendasi terbaru dari IDAI, sebagai upaya pengendalian penyakit, Kemenkes mempercepat pelaksanaan program imunisasi khusus yang disebut Outbreak Response Immunization (ORI) serta Catch Up Campaign atau imunisasi kejar untuk campak-rubella (MR).

Program ini dilaksanakan di 102 kabupaten dan kota selama bulan Maret 2026 dengan sasaran utama anak-anak berusia 9 hingga 59 bulan.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak terhadap virus campak dan mencegah terjadinya penularan yang lebih luas di masyarakat.

Untuk mempermudah akses masyarakat, layanan imunisasi disediakan di berbagai tempat, seperti puskesmas, posyandu, satuan pendidikan anak usia dini (PAUD), taman kanak-kanak (TK), tempat ibadah, hingga pos pelayanan mudik.

Dengan menyediakan banyak titik layanan, pemerintah berharap lebih banyak anak dapat dijangkau dan mendapatkan imunisasi yang dibutuhkan.

“Kami mengajak para orang tua untuk segera memeriksa status imunisasi anak dan melengkapinya jika belum lengkap. Imunisasi merupakan perlindungan paling efektif untuk mencegah anak tertular campak,” kata Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr. Andi Saguni, dikutip laman resmi Kemenkes RI.

Baca juga artikel terkait CAMPAK atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra