Menuju konten utama

Harga Tas Chanel Metiers d'Art 2024 dan Kenapa Termasuk Langka?

Tas Chanel Metiers d’Art 2024 bermotif teko dan cangkir teh langka, dibuat dengan bordir dan embellishment khusus, dengan estimasi harga ratusan juta.

Harga Tas Chanel Metiers d'Art 2024 dan Kenapa Termasuk Langka?
Tas Chanel Metiers d'art 2026. (Sumber: thread/@athenathalia)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Tas Chanel dari lini Metiers d’Art 2024 kembali menjadi sorotan karena desainnya yang tidak biasa dan nilai kolektornya yang tinggi.

Salah satu yang paling menarik adalah perpaduan warna putih, pink, ungu, dan merah serta dihiasi motif teko dan cangkir teh. Tas ini diperkirakan bernilai ratusan juta rupiah.

Tas berukuran 12 x 20 x 6 sentimeter tersebut merupakan bagian dari koleksi yang terinspirasi dari Manchester, Inggris, termasuk budaya minum teh yang diterjemahkan melalui detail bordir dan ornamen dekoratif.

Berbeda dari Mini Classic Chanel yang diproduksi secara reguler, tas ini mengandalkan craftsmanship khas Metiers d’Art, termasuk pengerjaan bordir dan embellishment oleh atelier spesialis Chanel.

Kelangkaan produksi dan karakter desainnya membuat tas tersebut menarik bagi kolektor, bahkan disebut sulit ditemukan di jaringan butik Chanel setelah koleksinya berlalu.

Berapa Harga Tas Chanel Metier d’art 2024?

Chanel Mini Classic Handbag dari lini Metiers d’Art diluncurkan pada 2024. Mini Classic, embroidered satin, warna putih-pink-ungu-merah, serta ornamen teapot dan teacup berukuran 12 × 20 × 6 cm yang dirilis pada 1 Mei 2024.

Yang membuat tas ini berbeda adalah material dan pengerjaannya. Model ini menggunakan embroidered satin, kemudian dihiasi sequins, glass beads, strass, serta hardware berwarna gold.

Palet warnanya adalah putih, pink, ungu dan merah, sehingga tampilannya jauh lebih dekoratif dibanding Mini Classic kulit hitam atau Mini Classic tweed biasa.

Metiers d’Art 2023/24 Chanel mengambil Manchester sebagai lokasi sekaligus salah satu sumber inspirasinya. Koleksi tersebut diperkenalkan di Manchester pada 7 Desember 2023 oleh Virginie Viard.

Manchester dipilih karena sejarah industri tekstilnya sekaligus pengaruh musik dan budaya popnya. Koleksinya kemudian menerjemahkan berbagai elemen Inggris ke dalam bahasa Chanel, mulai dari tweed, sepak bola, musik, hingga kehidupan Inggris yang identik dengan budaya minum teh.

Karena itu, motif teko dan cangkir pada tas bukan sekadar ornamen lucu. Motif tersebut merupakan bagian dari narasi koleksi. Dilansir dari laman Bagaholicboy, secara spesifik mengidentifikasi Mini Classic ini sebagai karya yang memberi penghormatan kepada Manchester dan kecintaan Inggris terhadap teh.

Motif waktu minum teh (teatime) dibuat oleh Atelier Montex, spesialis bordir, menggunakan elemen seperti teko dan cangkir yang dihiasi payet bernuansa mutiara.

Yang membuat tas ini menarik bagi kolektor adalah material embroidered satin, penggunaan berbagai jenis embellishment, pengerjaan oleh artisan Métiers d’Art, desain tematik yang sangat spesifik terhadap Manchester, serta produksi yang bersifat musiman dan tidak kontinu.

Harga retail resmi Chanel Metier d’art 2024 tertulis To Be Decided (TBD) atau akan ditentukan kemudian. Namun estimasi yang cukup masuk akal dengan menggunakan harga Mini Classic pada koleksi yang sama berada di sekitar Rp81,5 juta, sedangkan Mini Classic dengan material dan embellishment yang lebih khusus bisa naik jauh di atas harga dasar.

Namun, sejumlah sumber ulasan tas mewah memperkirakan dengan kelangkaan tas ini, kemungkinan harganya berkisar di antara Rp450 hingga Rp600 juta, belum termasuk pajak dan biaya untuk dibawa ke Indonesia.

Tas ini viral karena sebuah utas yang dibagikan Athena Thalia melalui Threads @athenathalia pada 17 Agustus 2026 menggambarkan bagaimana pekerjaan personal shopper untuk klien kolektor barang mewah bisa berubah menjadi perburuan yang sangat kompetitif.

Dalam unggahannya, Athena menceritakan perjuangannya mencari sebuah tas Chanel keluaran 2024 yang pada awalnya ia kira masih relatif mudah ditemukan. Namun setelah mulai ditelusuri, ia justru mengetahui bahwa tas tersebut sudah sangat langka.

Sales Associate (SA) Chanel yang ia hubungi di kawasan Eropa bahkan sudah mengecek sistem persediaan dan tidak menemukan barang tersebut di seluruh wilayah Uni Eropa.

Athena kemudian memperluas pencarian dengan menghubungi Chanel Headquarters di Amerika Serikat, dan mendapat konfirmasi bahwa barang tersebut memang sudah tidak tersedia.

Belakangan ia mengetahui bahwa tas itu ternyata dikategorikan sebagai collector's piece, sehingga kelangkaannya bukan sekadar karena stok butik sedang habis, melainkan karena memang sudah menjadi barang incaran kolektor.

Situasinya semakin sulit karena Athena mengetahui bahwa tas yang sedang diburunya juga telah diincar oleh seorang personal shopper terkenal yang berbasis di New York. Artinya, Athena bukan hanya mencari barang langka, tetapi secara tidak langsung sedang berkompetisi dengan personal shopper lain untuk mendapatkan satu-satunya unit yang tersisa.

Ia menggambarkan situasinya sebagai "rebutan" dan adu kuat jaringan dengan para SA Chanel. Titik baliknya terjadi ketika Athena mengetahui bahwa tas tersebut sebenarnya masih berada di suatu negara dan sedang dipersiapkan untuk dipindahkan ke negara lain.

Yang dimaksud bukan sekadar perpindahan antarbutik biasa, melainkan perpindahan stok antarnegara. Athena kemudian berusaha "mencegat" proses tersebut dengan menyatakan kepada pihak Chanel bahwa ia bersedia terbang langsung ke negara tempat tas itu berada setelah kembali dari Paris.

Athena juga mengatakan bahwa sejak era Matthieu Blazy, ia merasa barang-barang tertentu bisa menghilang dari peredaran dalam hitungan jam.

View on Threads

Baca juga artikel terkait BARANG MEWAH atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra