tirto.id - Tahukah kamu bahwa tidak semua barang mewah itu sama? luxury brand fashion, aksesori, hingga barang-barang mewah lainnya ternyata masih terbagi menjadi beberapa tingkatan, mulai dari yang paling eksklusif hingga yang relatif mudah dijangkau oleh konsumen umum.
Setiap brand diketahui memiliki tingkat eksklusivitas, kualitas, harga, serta target pasar yang berbeda-beda. Ada barang yang hanya diproduksi dalam jumlah sangat terbatas untuk kalangan khusus, ada pula yang menawarkan produk mewah dengan harga yang lebih terjangkau.
Perbedaan tersebut membuat dunia luxury brand memiliki sebuah hierarki atau piramida yang mengelompokkan brand berdasarkan tingkat kemewahan dan aksesibilitasnya.
Lantas, sebenarnya apa yang dimaksud dengan luxury brand, bagaimana hierarki merek mewah, dan brand apa saja yang masuk dalam setiap kategorinya? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Apa Itu Luxury Brand?

Brand luxury adalah merek yang menawarkan produk dengan tingkat kualitas, eksklusivitas, harga yang jauh di atas barang pada umumnya. Berbeda dengan brand biasa yang umumnya lebih fokus pada fungsi, luxury brand justru menonjolkan nilai citra dan prestise yang tak ada pada barang lain.
Oleh karena itu, membeli produk dari luxury brand biasanya bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan akan fungsi, tapi juga menjadi bentuk apresiasi terhadap kualitas, gaya hidup, hingga simbol status sosial.
Lalu, mengapa luxury brand bisa dijual dengan harga mahal? Merek mewah umumnya menggunakan material berkualitas tinggi, dikerjakan oleh pengrajin berpengalaman dengan proses yang teliti, serta diproduksi dalam jumlah terbatas atau eksklusif untuk menjaga kelangkaannya.
Di sisi lain, luxury brand tak hanya memiliki standar produksi yang ketat, tapi umumnya juga memiliki sejarah panjang, bahkan ada yang sudah berdiri lebih dari 100 tahun lalu.
Menggunakan material premium, eksklusivitas tinggi, serta nilai heritage yang tak dimiliki merek lain, faktor-faktor inilah yang membuat luxury brand memiliki daya tarik tersendiri di mata konsumen.
Ciri-ciri Luxury Brand Fashion

Luxury brand fashion tentunya memiliki sejumlah karakteristik yang membedakannya dari merek biasa. Berikut beberapa ciri utama luxury brand yang membuat harganya lebih mahal dari produk lainnya:
- Menggunakan material berkualitas tinggi: Produk umumnya dibuat dari bahan pilihan, seperti kulit asli premium, logam mulia, batu permata, atau kain dengan kualitas terbaik sehingga lebih awet dan memiliki nilai estetika tinggi.
- Pengerjaan yang sangat detail: Banyak produk luxury dibuat secara handmade atau melalui standar produksi yang sangat ketat. Setiap detail diperhatikan untuk menghasilkan produk dengan kualitas terbaik.
- Eksklusif dan diproduksi dalam jumlah terbatas: Tidak semua orang dapat dengan mudah memperoleh produk luxury. Beberapa merek bahkan menerapkan sistem waiting list, undangan khusus, atau produksi terbatas untuk menjaga eksklusivitasnya.
- Memiliki nilai warisan merek (heritage) yang kuat: Banyak luxury brand telah berdiri selama puluhan tahun dan memiliki sejarah panjang dalam dunia mode, perhiasan, jam tangan, atau otomotif.
- Desain ikonik dan mudah dikenali: Luxury brand biasanya memiliki ciri khas desain tersendiri sehingga produknya mudah dikenali. Misalnya Gucci yang punya ciri khas desain kombinasi garis hijau-merah-hijau yang ikonik.
- Pengalaman belanja yang eksklusif: Tidak hanya produknya, layanan yang diberikan juga menjadi bagian dari nilai luxury, mulai dari butik yang elegan hingga layanan kelas VIP.
Piramida Luxury Brand: Memahami Hierarki Merek Mewah
Tidak semua merek mewah berada di tingkatan yang sama. Mulai dari dunia fashion hingga otomotif, terdapat hierarki atau piramida luxury brand yang menggambarkan tingkat eksklusivitas, kualitas, harga, hingga citra sebuah merek.
Jika sedang mencari referensi piramida luxury brand bag, tingkat hierarki ini juga berguna untuk membandingkan posisi berbagai merek tas mewah, seperti Hermès, Louis Vuitton, atau Chanel.
Namun, perlu dipahami bahwa sebenarnya tidak ada standar internasional yang secara resmi mengelompokkan luxury brand ke dalam tingkatan-tingkatan tertentu.
Di bawah ini adalah contoh hierarki luxury brand menurut Erwan Rambourg dalam bukunya yang berjudul The Bling Dynasty: Why the Reign of Chinese Luxury Shoppers Has Only Just Begun. Dari puncak hingga dasar, berikut piramida luxury brand yang dimaksud :
1. Bespoke
Bespoke merupakan puncak piramida luxury brand. Pada level ini, produk hanya dibuat secara khusus sesuai pesanan atau permintaan pelanggan. Hal ini membuat produk tersebut sangat personal, eksklusif, dan tak bisa dimiliki orang lain dengan mudah.2. Ultra High-End
Di posisi kedua ada ultra high-end yang juga dibuat dalam jumlah yang sangat terbatas. Kualitas material, keterampilan pengrajin (craftsmanship), dan layanan personal menjadi prioritas utama. Contoh kategori ini antara lain Graff dan Leviev, sedangkan harga produknya bisa lebih dari $50.000 (±907 jutaan).3. Super Premium
Satu tingkat di bawahnya ada super premium, yaitu merek-merek mewah yang tetap sangat eksklusif, tapi memiliki ketersediaan produk yang sedikit lebih luas dibanding kategori atasnya. Contoh mereknya meliputi Patek Philippe, Van Cleef & Arpels, dan Bottega Veneta.Produk di tingkat super premium biasanya memiliki harga di antara $5.000 (± Rp90 juta) sampai $50.000 (±907 juta)
4. Premium Core
Premium core merupakan inti dari dunia luxury tradisional. Merek-merek dalam kategori ini memiliki reputasi global, sejarah panjang, serta citra yang sangat kuat.Produknya masih tergolong mahal dan eksklusif, tapi lebih mudah diakses dibandingkan dua tingkatan di atas. Produk di tingkat ini memiliki harga antara $1.500 (± Rp27,2 juta) hingga $5.000 (± Rp90 juta)
Beberapa contoh brand pada level ini adalah Rolex, Cartier, Bvlgari, hingga Omega. Brand Hermès yang sangat terkenal diposisikan di garis transisi antara premium core dan super premium.
5. Accessible Core
Accessible core mencakup luxury brand yang telah dikenal luas di seluruh dunia dan memiliki jaringan butik yang lebih banyak. Produk-produknya tetap menawarkan kualitas tinggi, desain premium, dan citra yang mewah, tapi lebih mudah diperoleh dibandingkan kategori sebelumnya.Karena popularitasnya yang tinggi, merek-merek di level ini sering menjadi pilihan pertama bagi konsumen yang ingin memasuki dunia luxury. Produk di tingkat ini memiliki harga di kisaran $300 (± Rp5,4 juta) sampai $1.500 (± Rp27,2 juta).
Contohnya antara lain Gucci dan Prada. Merek seperti Louis Vuitton digambarkan ada di garis transisi antara accessible core dan premium core.
6. Affordable Luxury
Affordable Luxury merupakan pintu masuk menuju dunia luxury. Merek dalam kategori ini menawarkan pengalaman memiliki produk mewah dengan harga yang relatif lebih terjangkau dibandingkan luxury brand tradisional.Contohnya meliputi Coach, Geox, dan perhiasan silver dari Tiffany. Produk di tingkat ini umumnya memiliki harga antara $100 (± Rp1,8 juta) sampai $300 (± Rp5,4 juta)
7. Everyday Luxury
Everyday Luxury berada di dasar piramida sebagai bentuk kemewahan yang paling mudah diakses oleh masyarakat luas. Tidak selalu berupa barang fashion, tapi juga dapat berupa makanan, minuman, atau lainnya. Produk di tingkat ini bisa memiliki harga di bawah $100 (± Rp1,8 juta).10 Luxury Brand Paling Terkenal di Dunia
Dunia luxury brand dipenuhi oleh merek-merek yang dikenal karena kualitas produk, desain, serta citra prestisius yang berhasil dibangun selama puluhan hingga ratusan tahun. Berikut beberapa contoh luxury brand paling terkenal di dunia:
1. Louis Vuitton
Didirikan pada tahun 1854 di Prancis, Louis Vuitton (LV) merupakan salah satu luxury brand paling populer di dunia. Merek ini awalnya dikenal sebagai pembuat koper (trunk) berkualitas tinggi sebelum berkembang menjadi rumah mode yang menghadirkan tas, pakaian, sepatu, aksesori, hingga parfum.2. Hermès
Hermès dikenal sebagai simbol kemewahan dan eksklusivitas. Berdiri sejak tahun 1837, brand asal Prancis ini terkenal dengan berbagai barang mode kelas atas, termasuk tas ikonik seperti Birkin dan Kelly yang dicintai banyak orang.3. Chanel
Didirikan oleh Coco Chanel pada tahun 1910, Chanel menjadi salah satu rumah mode paling berpengaruh dalam sejarah fashion. Terkenal dengan logo double C yang mudah dikenali, Chanel menghadirkan beragam produk elegan dan timeless, mulai dari tas sampai parfum.4. Gucci
Gucci termasuk luxury brand dari Italia yang terkenal dengan gaya mewah, berani, dan penuh karakter. Didirikan pada tahun 1921, Gucci memiliki ciri khas seperti logo double G dan stripe hijau-merah-hijau. Selain tas, Gucci juga memproduksi pakaian, parfum, hingga berbagai jenis aksesori.5. Dior
Dior adalah rumah mode asal Prancis yang identik dengan kemewahan dan keanggunan. Berdiri sejak 1946, merek yang dibangun oleh Christian Dior ini terkenal melalui koleksi pakaian haute couture, tas, sepatu, kosmetik, hingga parfum.6. Prada
Prada didirikan oleh Mario Prada di Milan pada tahun 1913. Merek mewah ini dikenal dengan beberapa produknya, mulai dari koleksi tas berbahan kulit premium dan nilon khas Prada, pakaian, sepatu, hingga parfum.7. Rolex
Jika berbicara tentang jam tangan mewah, Rolex hampir selalu menjadi nama pertama yang disebut. Brand asal Swiss ini didirikan pada 1905 dengan nama awal Wilsdorf and Davis. Beberapa model ikonik dari brand ini antara lain Submariner, Datejust, dan Daytona.8. Cartier
Didirikan pada tahun 1847, Cartier merupakan salah satu brand perhiasan mewah paling bergengsi di dunia yang berasal dari Prancis. Selain cincin, kalung, dan gelang, Cartier juga memproduksi jam tangan premium seperti Tank dan Santos.9. Bvlgari
Bvlgari merupakan luxury brand asal Italia yang didirikan pada 1884 silam. Brand ini dikenal dengan sejumlah produk mewahnya, mulai dari perhiasan, jam tangan, parfum, aksesoris, hingga barang-barang dari material kulit.10. Burberry
Burberry termasuk luxury brand asal Inggris yang sudah ada sejak tahun 1856. Merek ini identik dengan motif Burberry check yang ikonik. Sampai saat ini, Burberry menghadirkan berbagai koleksi fashion, tas, sepatu, parfum, hingga berbagai aksesori.Perbedaan Luxury Brand, Premium Brand, dan Mass Market Brand

Ketika menyinggung barang bermerek, terkadang masyarakat awam masih salah kaprah dan belum bisa membedakan antara luxury brand, merek premium, dan mass market brand. Seperti apa bedanya? Berikut penjelasannya:
1. Luxury Brand
Luxury brand biasanya lebih berfokus pada eksklusivitas dan prestise. Konsumen membeli produk luxury bukan semata-mata karena kualitas atau fungsinya, tapi juga karena sejarah, detail pengerjaan, kelangkaan, serta citra merek itu sendiri.Dengan kata lain, luxury brand lebih menjual pengalaman, status sosial, serta rasa memiliki sesuatu yang tidak dimiliki banyak orang.
2. Premium Brand
Premium brand menawarkan kualitas yang lebih baik dibandingkan merek biasa, tentunya dengan harga yang lebih tinggi. Meski punya kualitas yang sangat baik, merek premium sangat berbeda dengan merek luxury.Jika luxury brand mengedepankan prestise, premium brand lebih menekankan pada value for money, jadi kualitas yang didapatkan konsumen akan sebanding dengan harga yang dibayarkan. Contoh premium brand antara lain Adidas dan Nike.
3. Mass Market Brand
Mass market brand merupakan merek yang memang bertujuan menjangkau pasar seluas mungkin, contohnya H&M, Zara, dan Uniqlo. Fokus utamanya adalah menyediakan produk yang fungsional, mengikuti tren, mudah ditemukan, dan memiliki harga yang lebih terjangkau.Berbeda dengan premium maupun luxury brand, mass market brand lebih menitikberatkan pada efisiensi produksi, volume penjualan yang tinggi, serta distribusi yang luas melalui department store, pusat perbelanjaan, hingga marketplace.
Apakah Coach, Guess, Fossil, hingga Kate Spade Termasuk Luxury Brand?

Banyak orang menganggap merek dengan harga mahal otomatis termasuk luxury brand. Padahal, dalam industri mode terdapat perbedaan yang cukup jelas antara luxury brand, accessible luxury, hingga premium brand.
Penilaiannya tidak hanya berdasarkan harga, tapi juga mencakup eksklusivitas, sejarah, kualitas material, jumlah produksi, hingga pengalaman berbelanja yang ditawarkan. Lalu, bagaimana dengan Coach, Guess, Fossil, dan Kate Spade?
Apakah Coach Termasuk Luxury Brand?
Coach sebenarnya masuk golongan luxury brand fashion. Dalam piramida Erwan Rambourg, merek ini dikategorikan di segmen affordable luxury, yaitu produk mewah dengan harga yang lebih terjangkau.Merek ini berasal dari Amerika Serikat dan didirikan pada 1941. Coach dikenal dengan beberapa produknya seperti tas dan aksesori berbahan kulit dengan kualitas tinggi serta desain elegan, tapi tingkat eksklusivitasnya tidak setinggi rumah mode mewah seperti Louis Vuitton, Hermès, atau Chanel.
Apakah Guess Termasuk Luxury Brand?
Guess termasuk salah satu merek terkenal, tapi lebih sering dianggap sebagai premium brand. Brand ini dikenal luas melalui koleksi pakaian, tas, sepatu, dan jam tangan dengan desain yang mengikuti tren serta harga yang relatif lebih terjangkau dibandingkan merek luxury.Berdiri sejak 1981, brand ini menawarkan desain yang mengikuti tren dengan kualitas yang cukup baik sehingga dapat dinikmati oleh lebih banyak konsumen dibandingkan luxury brand kelas atas yang eksklusif.
Apakah Fossil Termasuk Luxury Brand?
Fossil adalah merek aksesori asal Amerika Serikat yang didirikan pada tahun 1984 oleh Tom Kartsotis. Brand ini dikenal luas melalui jam tangan berdesain klasik dan vintage dengan kualitas yang baik.Namun, Fossil tidak memosisikan dirinya sebagai luxury brand dan lebih dianggap sebagai premium brand. Merek ini tidak menawarkan mekanisme buatan tangan atau craftsmanship yang rumit, material kelas atas, atau eksklusivitas yang biasanya diasosiasikan dengan jam tangan mewah.
Sebaliknya, Fossil lebih fokus menghadirkan produk yang mengikuti tren, mudah diakses masyarakat, dan menyediakan jam tangan yang andal untuk sehari-hari.
Apakah Kate Spade Termasuk Luxury Brand?
Kate Spade umumnya dikategorikan sebagai accessible luxury brand fashion. Merek asal New York ini terkenal melalui koleksi tas, perhiasan, hingga aksesori wanita dengan desain feminin, mulai dari yang bergaya elegan hingga yang terlihat playful.Dibandingkan luxury brand tradisional, harga produk Kate Spade jauh lebih mudah dijangkau sehingga menarik bagi konsumen yang ingin memiliki produk mewah, tapi tetap ramah di kantong mereka.
Demikian penjelasan tentang hierarki luxury brand fashion, termasuk contoh merek-merek mewah paling populer di dunia. Sekarang kita jadi tahu dunia kemewahan pun memiliki "kasta" tersendiri, mulai dari yang masih bisa dijangkau hingga yang super eksklusif dan hanya bisa dimiliki segelintir orang.
Dari sekian banyak tingkatan dan merek yang sudah dibahas, kira-kira merek mana yang menjadi impian atau bahkan sudah masuk dalam daftar koleksi favoritmu?
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id




































