Menuju konten utama

Berapa Biaya Pembuatan Tas Hermes? Ini Alasan Dijual Mahal

Biaya buat tas Hermes mulai $800, tapi dijual hingga miliaran karena bahan langka, pengerjaan tangan, dan strategi eksklusif terbatas.

Berapa Biaya Pembuatan Tas Hermes? Ini Alasan Dijual Mahal
Seorang petugas membawa tas tangan Hermes Berlian dan Birkin Buaya Himalayan Nilo di kantor Pelelangan Heritage di Beverly Hills, California, 22 September 2014. ANTARA FOTO/REUTERS/Mario Anzuoni

tirto.id - Perbincangan soal harga tas mewah kembali mencuat setelah sebuah video viral di media sosial menunjukkan biaya produksi tas Hermes Birkin yang dinilai jauh lebih murah dari harga jualnya.

Dalam video tersebut, seorang pekerja pabrik di Tiongkok membeberkan rincian biaya bahan pembuatan tas Birkin. Ia menyebutkan bahwa total biaya produksi hanya sekitar $1.400 (sekitar Rp22,5 juta). Padahal, harga jual resmi tas tersebut dapat mencapai lebih dari $38.000 (sekitar Rp623 juta).

Perbedaan harga yang signifikan ini memicu diskusi publik mengenai strategi harga produk-produk luxury dan nilai sebenarnya dari barang-barang bermerek.

Berapa Biaya untuk Memproduksi Tas Hermes?

Analis dari Exane BNP Paribas, Luca Solca, menyebutkan bahwa biaya produksi dasar sebuah tas Birkin diperkirakan hanya sekitar $800 (sekitar Rp13,2 juta). Biaya ini mencakup bahan berkualitas tinggi serta tenaga kerja pengrajin terampil yang membutuhkan waktu sekitar 18 jam untuk menyelesaikan satu tas.

Untuk bahan kulit eksotis seperti buaya Himalaya, proses pengerjaan bisa mencapai 48 jam. Hal ini turut menambah nilai jual karena tingkat kerumitan lebih tinggi.

Video yang beredar di media sosial menyebutkan bahwa bahan utama tas Birkin terdiri dari kulit asli ($450/Rp7,3 juta), benang ($25/Rp410 ribu), perangkat keras stainless steel ($150/Rp2,5 juta), cat pinggiran ($50/Rp820 ribu), interior suede ($100/Rp1,6 juta), dan ritsleting ($10/Rp164 ribu).

Tambahan biaya tenaga kerja dan pengemasan masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan harga jual resmi.

Tas-tas berbahan kulit buaya dapat menggunakan kulit yang harganya mencapai $1.000 (Rp16,4 juta) per lembar, khususnya yang berasal dari Australia, yang dikenal menghasilkan kulit dengan pola simetris dan tekstur halus.

Daftar Harga Tas Hermes Termahal dan Termurah

Hermes menawarkan berbagai model tas, mulai dari yang termurah hingga koleksi eksklusif dengan harga miliaran rupiah. Berikut daftar beberapa di antaranya:

Tas Hermes Termahal

1. Rose Gold Kelly Bag

Harga: US$2 juta (sekitar Rp32 miliar)

Terbuat dari emas rose dan dihiasi 1.160 berlian.

2. Sac Bijou Birkin Bag

Harga: US$2 juta (sekitar Rp32 miliar)

Dirancang sebagai perhiasan dengan 2.712 berlian.

3. Birkin by Ginza Tanaka

Harga: US$1,4 juta (sekitar Rp22,4 miliar)

Dibuat dari platinum, dihiasi 2.000 berlian.

4. Himalaya Niloticus Crocodile Birkin

Harga: US$300.000 sampai US$450.000 (Rp4,8 miliar sampai Rp7,2 miliar)

Menggunakan kulit buaya Niloticus dan emas putih 18 karat dengan berlian.

5. Exceptional Collection Shiny Rouge H Porosus Crocodile Birkin

Harga: US$200.000 (sekitar Rp3,2 miliar)

Dibuat dari kulit buaya Porosus berwarna merah tua.

Tas Hermes Termurah

1. Aline Bag

Harga: US$1.400 (sekitar Rp22,4 juta)

Tas kanvas sederhana dengan tali kulit.

2. Evelyne TPM

Harga: US$2.050 (sekitar Rp32,8 juta)

Desain crossbody dengan pola "H" berlubang.

3. Herbag Zip

Harga: US$2.575 (sekitar Rp41,2 juta)

Versi kanvas dari tas Kelly.

4. Picotin Lock

Harga: US$2.750 (sekitar Rp44 juta)

Desain ember dengan sistem penguncian sederhana.

5. Garden Party Tote

Harga: US$3.550 (sekitar Rp56,8 juta)

Tas tote serbaguna dari bahan kanvas dan kulit.

Alasan Kenapa Harga Tas Hermes Mahal

Salah satu faktor utama yang membuat tas Hermès mahal adalah proses produksinya. Setiap tas dikerjakan oleh satu pengrajin di Prancis yang telah menjalani pelatihan selama bertahun-tahun. Teknik yang digunakan adalah saddle-stitching, teknik jahit tangan tradisional yang kuat dan rumit.

Selain itu, Hermès membatasi jumlah produksi dan distribusi. Klien hanya bisa membeli maksimal dua tas Birkin per tahun dan tidak semua model tersedia di butik. Hermès juga tidak menyediakan sistem pembelian online untuk tas-tas eksklusif seperti Birkin dan Kelly.

Kondisi ini membuat pasar sekunder atau lelang menjadi tempat alternatif, di mana harga tas bisa naik dua hingga tiga kali lipat dari harga asli, tergantung kelangkaan dan kondisi barang. Di sisi lain, Hermès mempertahankan nilai merek melalui strategi kelangkaan, kontrol distribusi, dan promosi eksklusivitas. Strategi ini menciptakan permintaan tinggi yang konsisten di seluruh dunia.

Baca juga artikel terkait BARANG MEWAH atau tulisan lainnya dari Astam Mulyana

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Astam Mulyana
Penulis: Astam Mulyana
Editor: Dipna Videlia Putsanra