tirto.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump baru saja memberikan dukungan terbuka kepada Presiden FIFA Gianni Infantino. Dukungan ini dikeluarkan Trump di tengah derasnya desakan agar Infantino mengundurkan diri jabatannya.
Trump memberikan dukungan kepada Infantino melalui akun media sosial miliknya pada Selasa (11/8/2026). Dalam sebuah unggahan, ia menyebut pergantian Infantino adalah sebuah kesalahan jika benar-benar terjadi.
“FIFA akan melakukan kesalahan besar jika, karena alasan apa pun, mereka bahkan mempertimbangkan untuk mengganti Presiden Gianni Infantino,” tulis Trump.
Lebih lanjut, Trump — yang dalam banyak kesempatan menunjukkan ketidakpahaman akan sepak bola — menyebut Infantino memiliki kinerja yang “fantastis” selama memimpin federasi sepak bola sedunia itu.
“Ia fantastis, baru saja memimpin Piala Dunia paling sukses, empat kali lebih sukses dari sebelumnya. Jika ia pergi, Piala Dunia tidak akan pernah sesukses atau menguntungkan lagi!” tulis Trump.
Seturut CNN, dukungan Trump kepada Infantino ini diberikan seiring derasnya desakan agar Infantino segera mengundurkan diri sebagai Presiden FIFA. Dukungan itu dikeluarkan sehari setelah konfederasi sepak bola Eropa (UEFA); konfederasi Amerika Utara & Tengah serta Karibia (CONCACAF); dan konfederasi sepak bola Asia (AFC) menuntut pergantian kepemimpinan dengan segera.
Selama dua tahun terakhir, publik penikmat sepak bola di seluruh dunia telah dipertontonkan kedekatan Trump dengan Infantino. Seiring penyelenggaraan Piala Dunia di AS pada tahun ini, kedua sosok itu telah terlihat begitu mesra dan saling mendukung.
Sebelum Trump mendukung Infantino, Presiden FIFA sudah lebih dulu mendukung Trump ketika ia menjadikan kepala negara AS itu sebagai pemenang Hadiah Perdamaian FIFA padahal tidak paham sepak bola. Ajang itu baru diinisiasi pada 2025 lalu, ketika Trump gagal memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian dan memulai operasi militer di negara lain.
Kenapa Gianni Infantino Didesak Mundur dari FIFA?
Desakan agar Infantino segera mengundurkan diri itu dipicu oleh skandal yang ia buat sendiri, yakni proposal untuk menjual 20 persen saham FIFA ke investor swasta dalam menciptakan entitas hak siar komersial baru. Proposal ini disampaikan kepada 211 asosiasi anggota FIFA. Rencana Infantino bertajuk FIFA Forward Enterprise (FFE) itu kemudian memicu pertentangan keras dari berbagai pihak di dunia mulai asosiasi sepak bola hingga kritikus.
Dalam proposal itu, disebutkan bahwa penjualan saham FIFA merupakan upaya untuk menghasilkan dana senilai USD4,2 miliar, yang dapat digunakan untuk menunjang aktivitas FIFA di kemudian hari. Namun, para kritikus menuduh proposal itu telah memperlihatkan watak FIFA untuk memprioritaskan kepentingan komersial daripada integritas olahraga.
Menukil The Sun Malaysia, Konfederasi sepak bola Eropa (UEFA) bahkan menyebut Infantino telah mencoba untuk “menjual jiwa sepak bola”. Proposalnya tersebut juga disebut UEFA menjadi batas terakhir kepercayaan mereka terhadap kepemimpinan Infantino.
Proposal itu juga dilaporkan telah memicu perpecahan di internal FIFA sendiri. Kepala Operasional FIFA Kevin Lamour disebut telah menggambarkan proposal tersebut sebagai “proyek satu orang”. Ia juga menyebut anggota staf FIFA telah disesatkan dalam pengembangan proposal tersebut.
FIFA sendiri tengah bersiap untuk menggelar pemilihan presiden baru pada 2027 mendatang. Sebelum skandal ini bergolak, Infantino telah digadang-gadang akan jadi pemenangnya. Kini, kemungkinan itu mengecil.
Meski begitu, Infantino tetap mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) salah satunya. Ketua PSSI Erick Thohir telah secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Infantino juga proposal penjualan saham FIFA ke pihak swasta.
Infantino sendiri hingga kini tampak tak mengindahkan desakan ini. Belakangan, ia dilaporkan telah mengadakan pertemuan darurat dengan para pejabat senior FIFA di Maroko. Pertemuan ini disebut merupakan upaya Infantino untuk mengonsolidasikan dukungan.
Akan tetapi, ikut campurnya Trump dalam skandal yang dibuat Infantino tampak memiliki nuansa yang berbeda. Hal ini dikarenakan ada jejak Trump dalam proposal yang jadi pangkal skandal yang sedang bergulir ini.
Sebelum akhirnya dicabut, proposal yang diinisiasi Infantino itu memuat kelompok investor swasta yang diusulkan untuk menjadi pembeli saham. Salah satunya adalah Thrive Eternal, sebuah perusahaan yang dipimpin oleh Joshua Kushner, saudara menantu favorit Trump, Jared Khusner.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id































