tirto.id - Sedikitnya 31 orang tewas dalam serangan bom mobil di sebuah masjid yang berada di kompleks markas kepolisian di Kohat, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, Jumat (18/9/2026). Dari jumlah tersebut, 16 korban merupakan personel kepolisian. Bagaimana kronologinya?
Ledakan terjadi setelah sebuah mobil yang dipasangi bahan peledak ditabrakkan ke pintu masuk masjid. Setelah ledakan, sejumlah pria bersenjata berusaha memasuki kompleks kepolisian dan terlibat baku tembak dengan petugas.
Kelompok Ittehadul Mujahideen, yang memiliki keterkaitan dengan salah satu faksi Taliban Pakistan (TTP), mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Kronologi Bom Bunuh Diri di Masjid Pakistan
Serangan bom bunuh diri dan baku tembak terjadi di sebuah masjid yang berada di kompleks markas kepolisian di Kohat, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, tepat ketika jemaah sedang berkumpul untuk melaksanakan salat Jumat.
Serangan bermula ketika sebuah mobil yang telah dipasangi bahan peledak ditabrakkan ke pintu masuk masjid. Seketika hal itu menyebabkan ledakan besar yang merusak parah bangunan masjid dan meruntuhkan bagian dinding luar kompleks kepolisian.Warga di sekitar lokasi dilaporkan dapat mendengar suara ledakan dari jarak cukup jauh.
Setelah ledakan terjadi, sejumlah pria bersenjata berusaha memasuki kompleks kepolisian dan terlibat baku tembak dengan petugas yang berada di lokasi. Kepala Kepolisian Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Zulfikar Hameed, mengonfirmasi bahwa serangan tersebut merupakan aksi bom bunuh diri.
Dalam pertempuran setelah ledakan, sedikitnya enam penyerang dilaporkan tewas. Berdasarkan laporan AFP yang dikutip Al Jazeera, Jumat (18/9/2026), sedikitnya 31 orang tewas dalam rangkaian serangan tersebut, termasuk 16 anggota kepolisian, sedangkan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Dokter Tahir Shah menyatakan sedikitnya 15 jenazah dan lebih dari 50 orang yang terluka telah dibawa ke rumah sakit, sedangkan sumber Al Jazeera lainnya menyebut jumlah korban luka mencapai sedikitnya 75 orang. Sebagian besar korban luka disebut merupakan jemaah yang sedang berada di masjid ketika serangan berlangsung.

Siapa Pelaku Bom Bunuh Diri di Masjid Pakistan?
Sebuah faksi Taliban Pakistan, Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP), kemudian mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Klaim tersebut disampaikan oleh Ittehadul Mujahideen, yang berarti Aliansi Mujahidin dan diketahui memiliki keterkaitan dengan komandan Taliban Hafiz Gul Bahadur.
Serangan di Kohat terjadi sehari setelah sebuah bom pinggir jalan menewaskan enam tentara dalam sebuah konvoi pasukan keamanan di Distrik Hangu, yang juga berada di wilayah barat laut Pakistan.
Pada hari yang sama, pasukan pemerintah melakukan penggerebekan di sejumlah wilayah dan menyatakan telah menewaskan 10 orang yang mereka sebut sebagai tersangka anggota Taliban.
Rangkaian kekerasan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan keamanan antara Pakistan dan kelompok-kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah perbatasan Afghanistan.
Kohat sendiri berada tidak jauh dari perbatasan Afghanistan dan menjadi jalur menuju wilayah North Waziristan, Bannu, serta Dera Ismail Khan, yang dalam beberapa bulan terakhir juga mengalami serangkaian serangan mematikan.
Pemerintah Pakistan menuduh Taliban Afghanistan memberikan ruang bagi TTP dan kelompok bersenjata lainnya untuk beroperasi dari wilayah Afghanistan. Namun tudingan tersebut segera dibantah oleh pemerintah di Kabul.
TTP berbeda dari Taliban Afghanistan, tetapi keduanya merupakan kelompok yang bersekutu, dan Taliban Afghanistan kembali berkuasa di Afghanistan pada 2021.
Michael Semple, profesor tamu di Queen’s University Belfast dan mantan perwakilan Uni Eropa di Afghanistan, mengatakan kelompok-kelompok bersenjata tersebut berupaya menggulingkan pemerintah Pakistan.
"Pada dasarnya, hal ini tampaknya sesuai dengan pola di mana Taliban Afghanistan memberikan perlindungan bagi al-Qaeda maupun berbagai faksi TTP untuk melakukan pelatihan bagi serangan semacam ini," terang Michael Semple.
Setelah serangan Kohat, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengecam aksi bom tersebut dan memerintahkan pihak berwenang untuk mempercepat operasi penyelamatan.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id

































