Menuju konten utama

Seskab: Pemerintah Terus Tangani Karhutla, 64 Pesawat Dikerahkan

Operasi pemadaman intensif terus dilakukan lewat jalur darat dan udara guna mempercepat pemadaman.

Seskab: Pemerintah Terus Tangani Karhutla, 64 Pesawat Dikerahkan
Petugas BPBD Kabupaten Malang melakukan proses pendinginan kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (13/9/2026). Dalam penanganan kebakaran tersebut, BB TNBTS dibantu 102 petugas dari berbagai unsur, yakni Manggala Agni BKSDA Bali, Manggala Agni Taman Nasional Bali Barat, Brigdalkarhut Jabalnusra, Balai Penegakan Hukum Kehutanan, serta unsur BPBD dan TNI-Polri, dengan dukungan berbagai peralatan pemadaman dan diperkuat water bombing dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/nz
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, memastikan pemerintah terus bergerak aktif menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia dengan mengerahkan 64 armada pesawat water bombing serta puluhan ribu personel gabungan.

Operasi pemadaman intensif terus dilakukan lewat jalur darat dan udara guna mempercepat pemadaman sekaligus mencegah api kian merambat.

"Sejak Agustus, 64 pesawat telah dikerahkan untuk melakukan water bombing, didukung 54.394 personel gabungan yang terus bergerak di lapangan, menjangkau titik-titik kebakaran dan mencegah api semakin meluas," kata Teddy dalam keterangan resmi, Senin (21/9/2026).

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), armada udara yang dikerahkan sejak Agustus lalu mencakup 55 pesawat BNPB dan 9 pesawat TNI.

Seluruh armada difokuskan melakukan operasi pengeboman air untuk menembus titik-titik api yang sulit dijangkau tim darat.

Sementara itu, operasi pemadaman di darat diperkuat oleh 54.394 personel gabungan dari unsur TNI-Polri, Kementerian Kehutanan, BNPB, BPBD, pemerintah daerah, Manggala Agni, relawan, hingga elemen masyarakat.

Upaya penanganan di lapangan diakui menghadapi kendala berat, terutama luasnya bentang area kebakaran dan karakteristik lahan gambut yang sulit dipadamkan.

Kendati demikian, sinergi pemadaman terus digencarkan demi keselamatan warga.

"Dari udara hingga darat, seluruh kekuatan terus bergerak. Semua dilakukan untuk memadamkan api, mengurangi dampak asap, dan yang terpenting, melindungi masyarakat dari ancaman karhutla," kata Teddy.

Baca juga artikel terkait KARHUTLA atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Fadrik Aziz Firdausi