Menuju konten utama

Desain Media Inklusif Buat Informasi Bisa Diakses Semua Kalangan

Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan (TGP) PNJ menggelar seminar nasional yang menyorot inovasi teknologi media kreatif untuk mendukung pencapaian SDGs.

Desain Media Inklusif Buat Informasi Bisa Diakses Semua Kalangan
Seminar Nasional (Semnas) Teknologi Cetak dan Media Kreatif (Tetamekraf) yang diselenggarakan Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan (TGP), Politeknik Negeri Jakarta (PNJ). Foto/Dok. PNJ.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Dengan memanfaatkan teknologi bantu dan format aksesibel, media kreatif dapat menjadi jembatan untuk mengurangi kesenjangan informasi dan mendukung SDGs 10 (mengurangi kesenjangan). Prinsip desain universal diterapkan untuk memastikan produk cetak dan media digital dapat digunakan semua kelompok, termasuk penyandang disabilitas visual, auditori, dan motorik.

Demikian disampaikan Prof. Dr.-Ing. Amalia Suzianti, S.T., M.Sc., Guru Besar Departemen Teknik Industri Universitas Indonesia (UI), selaku Keynote Speaker saat Seminar Nasional (Semnas) Teknologi Cetak dan Media Kreatif (Tetamekraf) yang diselenggarakan Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan (TGP), Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) belum lama ini.

Mengusung tema “Inovasi Teknologi Cetak dan Media Kreatif untuk Mendukung Pencapaian SDGs,” Semnas ini menjadi forum yang mempertemukan pemerintah, akademisi dan industri untuk mendiskusikan arah pengembangan teknologi cetak dan media kreatif yang berkelanjutan.

Dari unsur pemerintah hadir Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), yang memaparkan pentingnya penerapan Pendidikan Sistem Ganda (Dual System) sebagai strategi menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap menghadapi kebutuhan industri.

“Melalui penguatan link and match, teaching factory, sertifikasi kompetensi, peningkatan kapasitas tenaga pendidik, serta pengembangan laboratorium terintegrasi, diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri dalam menciptakan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan dunia kerja,” damba Wulan Aprilianti Permatasari, S.Kom., M.Si.

Semnas yang berhasil menghimpun 215 artikel ilmiah para akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai perguruan tinggi serta organisasi profesi di berbagai daerah Indonesia ini, menunjukkan semakin berkembangnya jejaring kolaborasi nasional dalam bidang teknologi cetak, media kreatif, dan riset terapan. Presentasi meliputi sembilan bidang kajian, Teknologi Grafika dan Kemasan, Desain Komunikasi Visual, Multimedia, Teknologi Informasi, Sistem Informasi, hingga Manajemen Bisnis.

Seminar Nasional Teknologi Cetak dan Media Kreatif

Seminar Nasional (Semnas) Teknologi Cetak dan Media Kreatif (Tetamekraf) yang diselenggarakan Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan (TGP), Politeknik Negeri Jakarta (PNJ). Foto/Dok. PNJ.

Perspektif akademik disampaikan Amalia Suzianti melalui materi "Design-Driven Innovation for Sustainable Creative Industries." Kepala Laboratorium Pengembangan Produk dan Inovasi UI ini menyoroti penerapan Industry 5.0, green manufacturing, dan ekonomi sirkular menjadi bagian penting dalam membangun industri kreatif, yang mampu menciptakan nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat sosial dan lingkungan.

Sementara sektor industri pun menyampaikan pandangan, melalui materi "Inovasi Cetak, SDGs, dan Peluang Karier untuk Generasi Masa Depan." Ewifiewanty Tjhin, CEO PT Cahaya Jakarta Group menjelaskan, industri percetakan saat ini tengah bertransformasi melalui digitalisasi proses produksi, pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, efisiensi energi, serta pengembangan konsep green printing. Transformasi tersebut turut mendorong kebutuhan terhadap tenaga kerja yang memiliki kompetensi teknis, kemampuan beradaptasi dengan teknologi, serta kesiapan menghadapi perubahan industri yang semakin dinamis.

Hal ini diwujudkan Jurusan TGP PNJ melalui Semnas Tetamekraf, yang merupakan salah satu bentuk komitmen dalam memperkuat budaya riset terapan dan kolaborasi lintas sektor. “Kami berharap hasil penelitian yang dipresentasikan tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia industri," ujar Dr. Zulkarnain, S.T., M.Eng., selaku Ketua Jurusan TGP.

Penguatan inovasi teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi dua aspek, yang dinilai penting dalam mendukung pencapaian SDGs. di sektor industri kreatif.

"Partisipasi akademisi, peneliti, praktisi industri, dan organisasi profesi dari berbagai daerah menunjukkan, kolaborasi menjadi kunci dalam mendorong lahirnya inovasi,” pungkas Rachmah Nanda Kartika, S.T., M.T, Ketua Panitia Semnas menutup pembicaraan.

Penulis: Tim Media Servis