Menuju konten utama

Kasus Dugaan Anggota DPRD Mempawah Bakar Lahan Naik Penyidikan

Polres Mempawah juga telah mengerahkan tim dari laboratorium forensik (labfor) untuk melakukan olah TKP lanjutan.

Kasus Dugaan Anggota DPRD Mempawah Bakar Lahan Naik Penyidikan
Ilustrasi - Personel BPBD Provinsi Kalimantan Barat berjalan di lokasi lahan gambut yang terbakar di Dusun Sidomulyo, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu (2/8/2026). BMKG Kalimantan Barat mencatat hasil pantauan sensor VIIRS dan MODIS pada satelit polar per 1 Agustus 2026 menunjukkan terdapat 762 titik panas kebakaran hutan dan lahan yang tersebar di 12 kabupaten di provinsi setempat yaitu antara lain Ketapang, Sanggau, Sekadau, Melawi, dan Kubu Raya. ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/sgd
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Polres Mempawah Kalimantan Barat (Kalbar) menyatakan kasus dugaan kesengajaan pembakaran lahan yang dilakukan anggota DPRD Mempawah, Choirussaib, telah naik ke tahap penyidikan. Politikus Partai Hanura tersebut diduga melakukan pembakaran di sisa lahan miliknya.

"Saat ini, sudah dinaikkan ke status penyidikan," ucap Kapolres Mempawah, AKBP Ade Chandra Capa Yanto, saat dikonfirmasi wartawan, dikutip Selasa (22/9/2026).

Ade mengatakan bahwa institusinya telah turun tangan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Penyidik juga sudah memeriksa Choirussaib dan sejumlah saksi lainnya.

"Informasi awal yang bersangkutan betul melakukan itu di lahannya yang sudah terbakar sebelumnya. Jadi, sisanya dibersihkan dan dibakar untuk buka lahan akan di tanami jagung dan sawit," kata Ade.

Ade menyebut Polres Mempawah juga telah mengerahkan tim dari laboratorium forensik (labfor) untuk melakukan olah TKP lanjutan. Pemeriksaan kedua terhadap Choirussaib juga dilakukan oleh penyidik.

Meski begitu, dia belum bisa mengungkapkan kapan gelar perkara penetapan tersangka akan dilakukan.

Sebagai informasi, dugaan pembakaran lahan yang dilakukan anggota DPRD Kabupaten Mempawah, Choirussaib, terekam dalam video viral di media sosial. Video tersebut berikut klarifikasi dari Choirussaib lalu diunggah oleh akun Instagram @anakponti_channel.

Dalam video tersebut, Choirussaib sempat menjelaskan bahwa pembakaran dilakukan untuk membersihkan lahan yang sebelumnya telah terbakar.

"Jadi, ini teman aku lagi motong kayu untuk membersihkan lahan yang kebakar kemarin, kita bakar sekalian, nanti kita tanam sawit baru di sini," ujar Choirussaib dalam video tersebut.

Choirussaib kemudian memberikan klarifikasi bahwa lahan itu memang sebelumnya telah terbakar pada 1 September 2026. Kemudian, sisa kayu yang belum terbakar dibersihkannya dengan cara ditebang dan dibakar pada 17 September 2026.

“Sekali lagi saya mohon maaf terkait terjadinya kegaduhan tersebut. Intinya saya hanya membakar tumpukan kayu yang saya kumpulkan dari bekas kebakaran yang sebelumnya sudah terbakar. Jadi, lahan saya itu sudah terbakar semuanya,” tutur Choirussaib.

Baca juga artikel terkait KARHUTLA atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Fadrik Aziz Firdausi