Menuju konten utama

Prabowo Usul Sebagian Keuntungan Danantara Masuk Cadangan APBN

Purbaya belum merincikan besaran keuntungan Danantara yang akan dialokasikan sebagai cadangan fiskal.

Prabowo Usul Sebagian Keuntungan Danantara Masuk Cadangan APBN
Presiden Prabowo Subianto memberi sambutan saat menghadiri tasyakuran HUT Ke-1 Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (11/3/2026). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto berencana mengalihkan sebagian keuntungan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sebagai cadangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal ini diungkapkan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.

"Danantara kan menghasilkan juga keuntungan. Presiden merencanakan sebagian keuntungan sebagai cadangan untuk APBN," ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Meski demikian, Purbaya belum merinci besaran keuntungan Danantara yang akan dialokasikan sebagai cadangan fiskal. Ia menyatakan skema tersebut masih dalam tahap pembicaraan dengan Danantara.

"Nanti, masih dibicarakan dengan Danantara," katanya.

Purbaya pun belum bisa mengungkapkan skema seperti apa yang akan digunakan untuk mencadangkan sebagian keuntungan lembaga pengelola investasi itu ke APBN, seperti akan kah masuk dalam pos Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Kekayaan Negara Dipisahkan atau seperti apa?

"Nanti kita lihat, itu baru ide, jadi kontribusi Danantara ke saya yang saya tahu seperti itu," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto berpesan kepada Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria, untuk mengelola aset senilai 1 triliun dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp17.000 triliun dengan baik.

Prabowo tidak ingin aset ribuan perusahaan BUMN itu sampai “bocor”. Sebab, pada dasarnya nilai aset jumbo yang digenggam Danantara itu juga merupakan uang rakyat.

“Pak Dony sama semua stafnya, jangan bocor. Jangan menguap uang itu, uang rakyat itu, ya,” tegasnya, Mei lalu.

Danantara diarahkan untuk akselerasi investasi pada sektor strategis bernilai tambah tinggi. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2027 pada kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen, dengan investasi diproyeksikan tumbuh 6,5 persen hingga 7,5 persen.

Danantara diharapkan menjadi salah satu pengungkit utama untuk mencapai target tersebut. Saat ini, Danantara memiliki total aset BUMN mencapai sekitar 1.000 miliar dolar AS atau setara Rp17.800 triliun dan ditargetkan menghasilkan keuntungan minimal Rp800 triliun per tahun ke kas negara.

Baca juga artikel terkait DANANTARA atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Bayu Septianto