tirto.id - Head of Corporate Investor Relations Astra International, Tira Ardianti, menyatakan perusahaannya kini fokus mengembangkan tiga bisnis inti yang menyumbang sekitar 90 persen perndapatan. Ketiga bisnis itu adalah otomotif, jasa keuangan, serta mining solutions and equipment.
"Tiga bisnis inti ini menyumbang sekitar 90 persen terhadap pendapatan secara konsolidasi. Sedangkan, wider businesses, yang terdiri dari beberapa bisnis yang tidak masuk ke dalam tiga bisnis inti, kontribusinya sekitar 10 persen," ucapnya saat Astra Media Day di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Tira berujar binis otomotif menjadi motor penggerak utama Astra International. Mengingat, bisnis otomotif disebut telah dikembangkan Astra International selama puluhan tahun.
Tira mengatakan Astra International semula menjadi distributor mobil Toyota sebelum menjadi distributor motor. Perseroan kemudian menjadi importir sekaligus distributor. Kini, Astra International telah menjadi manufaktur otomotif.
Menurut dia, ada empat hal yang menjadi penyebab Astra International kuat dalam bisnis otomotif, yakni ekosistem otomotif yang telah terbangun puluhan tahun, portofolio brand otomotif, jaringan distribusi dan dealer, serta leading manufacturer.
"Di sisi manufaktur, di empat roda kami menjalin kerja sama dengan prinsipal otomotif terkemuka, seperti Toyota, Daihatsu, Isuzu, kemudian UD Trucks, BMW, dan Lexus. Kemudian, di dua roda, kami memiliki kerja sama dengan Honda," urai Tira.
Dia melanjutkan lini bisnis jasa keuangan Astra International terdiri dari pembiayaan konsumen, alat berat, pembiayaan digital, fintech, asuransi umum, serta asuransi jiwa.
Kata Tira, basis data pelanggan yang luas menjadi keunggulan lini bisnis jasa keuangan Astra International. Kemudian, perseoran juga mengantongi jaringan leasing se-Indonesia, memiliki kapabilitas analisis kredit dan penagihan yang terbilang baik, serta menjaga kualitas aset pembiayaan.
"Seluruh kombinasi kapabilitas tersebut memungkinkan Astra Financial ini untuk terus berkembang, bahkan bisa terus dikembangkan untuk mencari sumber-sumber pertumbuhan baru untuk Astra Financial ke depannya," sebut dia.
Tira melanjutkan heavy equipment dan mining solutions Astra International dilakukan oleh salah satu anak usaha mereka, yakni PT United Tractors.
Klaimnya, keunggulan perusahaan itu adalah memiliki kapabilitas yang terintegrasi di sektor penambangan. United Tractors disebut sebagai salah satu kontraktor penambangan besar Indonesia dengan kapabilitas operasional yang kuat.
"Mining solution yang dilakukan oleh United Tractors ini merupakan salah satu pilar utama dan dia juga punya portofolio yang terintegrasi," tuturnya.
"Jadi, ada alat berat, kemudian kontraktor penambangan melalui perusahaan-perusahaan [di dalam grup] yang merupakan salah satu best in class. United Tractors juga punya tambang-tambang, jadi ada emas, nikel, dan juga bisnis lainnya seperti misalnya energi terbarukan," imbuh Tira.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id






































