Menuju konten utama

ASII Siapkan Capex Rp35,6 Triliun, Fokus di Tiga Bisnis Inti

ASII realisasikan capex Rp16,9 triliun hingga Juni 2026, dari total Rp35,6 triliun.

ASII Siapkan Capex Rp35,6 Triliun, Fokus di Tiga Bisnis Inti
Kantor Astra International. (FOTO/astra.co.id)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - PT Astra International Tbk (ASII) menyiapkan total alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp35,6 triliun sepanjang 2026. Dari total tersebut, sebesar Rp16,9 triliun telah terealisasi hingga Juni lalu.

"Jadi, kalau sampai semester 1 (realisasi belanja modal) sudah Rp17 triliun, berarti sisanya masih ada sekitar Rp19 triliun," ungkap Presiden Direktur Astra International, Rudy Chen dalam Public Expose Live 2026, Kamis (10/9/2026).

Mayoritas dana tersebut diarahkan untuk pengembangan tiga bisnis inti perseroan, yakni otomotif, jasa keuangan, serta solusi pertambangan dan alat berat.

Secara terperinci, sekitar Rp5 triliun di antaranya digunakan untuk keperluan rutin untuk menjaga kinerja dan keberlanjutan bisnis perseroan. Kemudian, sekitar Rp11,7 triliun dialokasikan untuk akuisisi tambang emas Arafura Surya Alam oleh Grup United Tractors.

Menurut Rudy, penggunaan capex tersebut sejalan dengan strategi baru Astra yang berfokus pada tiga bisnis inti yang secara konsisten menyumbang sekitar 90 persen laba bersih Grup Astra. Meski demikian, perseroan tidak sepenuhnya menutup peluang investasi pada bisnis di luar tiga sektor inti atau wider portfolio.

"Tapi tentu tidak menutup kemungkinan kalau di wider portfolio ada yang saya katakan masuk kriteria kita, kita tentu akan invest di situ juga. Tapi tentu not in a significant amount," lanjutnya.

Rudy menegaskan, alokasi modal perseroan akan tetap memperhatikan kondisi neraca, sehingga ekspansi bisnis dan aksi korporasi tidak mengganggu kesehatan keuangan perusahaan.

"Kalau bicara untuk kalau prioritas alokasi modal itu seperti apa, tentu pertama kita memastikan bahwa kita capex maintenance itu harus ada untuk memastikan keberlangsungan bisnis yang ada," tegas dia.

Dalam paparan kinerja semester I 2026, Astra mencatat laba bersih tanpa memperhitungkan pos non-recurring sebesar Rp14,9 triliun, turun 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari laba tersebut, bisnis otomotif menjadi kontributor terbesar dengan porsi 40 persen, diikuti jasa keuangan sebesar 31 persen dan solusi pertambangan dan alat berat sebesar 18 persen.

Baca juga artikel terkait EMITEN atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana