Menuju konten utama

Laba SIG Meroket 445,9% di Semester I 2026, Ini Pendorongnya

Laba bersih SIG meroket 445,9 persen menjadi Rp207 miliar pada semester I 2026, ditopang pertumbuhan pendapatan dan penjualan semen.

Laba SIG Meroket 445,9% di Semester I 2026, Ini Pendorongnya
Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra saat menyampaikan paparan dalam Public Expose Live 2026, Selasa (8/09/2026).
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) membukukan laba bersih Rp207 miliar pada semester I 2026, meroket 445,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Lonjakan laba tersebut terjadi seiring pertumbuhan pendapatan dan volume penjualan perseroan. Pendapatan emiten bersandi SMGR tersebut naik 13,1 persen secara tahunan menjadi Rp17,65 triliun, sedangkan EBITDA tumbuh 2,6 persen menjadi Rp2,15 triliun dengan margin 12,2 persen.

Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra mengatakan peningkatan kinerja tersebut tidak terlepas dari transformasi bisnis yang terus dijalankan perseroan di tengah kondisi industri semen domestik yang menantang.

“Displin dan konsistensi menjalankan transformasi bisnis membuat SIG semakin resilience di tengah kondisi industri semen domestik yang menantang,” kata Indrieffouny dalam Public Expose Live 2026, Selasa (8/9/2026).

Dari sisi operasional, total volume penjualan SIG mencapai 18,28 juta ton pada semester I 2026, tumbuh 5,6 persen secara tahunan. Penjualan domestik naik 9,7 persen menjadi 14,18 juta ton.

Pertumbuhan penjualan terutama ditopang segmen semen. Pendapatan dari segmen tersebut tumbuh 14,6 persen secara tahunan, sementara pendapatan non-semen meningkat 1,6 persen.

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk bahkan tumbuh 471,0 persen secara tahunan menjadi Rp228 miliar.

Kinerja keuangan SIG juga ditopang oleh perbaikan struktur utang dan arus kas. Utang berbunga pada semester I 2026 turun menjadi Rp8,067 triliun dari Rp11,381 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Keuangan dan Risk Management SIG Sigit Prastowo mengatakan penguatan arus kas terjadi seiring disiplin perseroan dalam mengelola modal kerja dan operasional.

“Arus kas terus menguat didukung oleh pengelolaan modal kerja yang disiplin dan pengelolaan operasional yang baik,” tutur Sigit.

Arus kas dari aktivitas operasi tercatat Rp2,526 triliun pada semester I 2026, naik dari Rp1,922 triliun pada semester I 2025.

Penurunan utang turut membuat rasio keuangan SIG membaik. Rasio utang terhadap ekuitas turun menjadi 0,18 kali dari 0,26 kali, sedangkan rasio utang terhadap EBITDA turun dari 2,42 kali menjadi 1,77 kali.

Pada saat yang sama, rasio EBITDA terhadap beban bunga meningkat dari 4,88 kali menjadi 6,70 kali.

Di tengah penguatan kinerja tersebut, SIG melihat prospek permintaan semen domestik pada 2026 masih positif. Program pembangunan pemerintah menjadi salah satu faktor yang dinilai dapat menopang permintaan.

Materi Public Expose SIG mencatat backlog perumahan nasional mencapai 12,7 juta unit. Program 3 Juta Rumah per Tahun melalui renovasi serta pembangunan rumah tapak dan hunian bertingkat berpotensi menghasilkan permintaan sekitar 7 juta ton semen.

Segmen ritel juga menjadi penopang penting karena menyumbang sekitar 70 persen dari total permintaan semen. Sementara itu, program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ditargetkan menyerap sekitar 600 ribu ton semen untuk pembangunan sekitar 80.000 unit tahap awal.

Pada semester I 2026, permintaan semen kantong meningkat 10,3 persen secara tahunan, sedangkan semen curah tumbuh 11,2 persen. Penjualan domestik SIG pun meningkat 9,7 persen menjadi 14,18 juta ton.

Direktur Sales dan Marketing SIG Diki Sailan mengatakan program pemerintah turut mendorong permintaan semen, termasuk pembangunan Koperasi Merah Putih, sekolah rakyat, kampung nelayan Merah Putih, dan Program Tiga Juta Rumah.

“Selain itu kami juga melihat bahwa program yang dijalankan oleh pemerintah ini meningkatkan permintaan semen, seperti pembangunan kooperasi Merah Putih, pembangunan sekolah rakyat, pembangunan kampung nelayan Merah Putih, dan juga program Tiga Juta Rumah yang dijalankan oleh pemerintah,” ujarnya.

Diki meyakini prospek industri semen akan tetap positif seiring berlanjutnya berbagai proyek pemerintah dan swasta.

“Nah ke depan kami meyakini bahwa industri semen akan bertumbuh positif, ini sejalan juga dengan program-program dari pemerintah dan juga proyek-proyek dari swasta,” lanjutnya.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Nanda Surya

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Surya
Penulis: Nanda Surya
Editor: Hendra Friana