Menuju konten utama

Partai Demokrat Bantah Pidato AHY Berkaitan dengan Pilpres 2029

Partai Demokrat membantah pidato AHY soal batas kekuasaan berkaitan dengan politik praktis atau persiapan menghadapi Pilpres 2029.

Partai Demokrat Bantah Pidato AHY Berkaitan dengan Pilpres 2029
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan sambutan saat Penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Demokrat di Jakarta, Senin (9/2/2026). Partai Demokrat menyerahkan kartu tanda anggota kepada 48 orang yang tergabung dalam komunitas Tionghoa sebagai komitmen menghargai kebinekaan sekaligus dalam rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/agr
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Partai Demokrat membantah pidato Ketua Umum, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), berkaitan dengan kepentingan politik praktis atau persiapan menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.

Demokrat mengatakan pidato AHY membahas gagasan tentang masa depan bangsa, kondisi masyarakat, serta peran partai dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.

“Demokrat menegaskan pidato AHY sama sekali tidak berkaitan dengan kepentingan politik praktis, apalagi terkait Pilpres 2029,” ujar Partai Demokrat dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).

Lebih lanjut, Partai Demokrat mengungkap pernyataan AHY mengenai kekuasaan perlu dipahami secara utuh. Menurut Demokrat, AHY hendak menekankan bahwa kekuasaan dan jabatan tidak dapat dimiliki seseorang untuk selamanya, sedangkan tanggung jawab kepada rakyat tetap berjalan.

“Ketum AHY mengajak kader-kader Demokrat untuk meresapi betul makna keberadaan Demokrat selama seperempat abad ini. Beliau meminta kami melakukan refleksi dan introspeksi diri,” ujar Demokrat.

Dalam konteks tersebut, AHY juga meminta kader Demokrat yang saat ini berada di pemerintahan menggunakan kekuasaan untuk melayani masyarakat. Pesan tersebut, kata Demokrat, berlaku bagi seluruh kader agar tidak hanya hadir ketika membutuhkan dukungan politik dari rakyat.

“Jadi, keliru betul kalau statement ‘kekuasaan ada batasnya’ malah diartikan Ketum AHY membahas Pilpres 2029, dan malah dianggap sudah sibuk serta bersiap diri nyapres,” tulis keterangan resmi partai.

Sebelumnya, AHY menyampaikan kepada kader Demokrat bahwa kekuasaan tidak boleh dimiliki seseorang terlalu lama, melainkan harus kembali kepada rakyat. Menurut dia, demokrasi merupakan hak warga negara yang harus dijaga.

AHY mencontohkan transisi demokrasi pada akhir masa pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dia menilai hal itu bisa menjadi contoh terbinanya sistem demokrasi yang baik karena pergeseran kepemimpinan terjadi dengan rukun dan aman.

“Kita patut belajar dari 10 tahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Termasuk ketika pergantian kekuasaan berlangsung damai dan demokratis setelah dua periode. Kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya. Kekuasaan adalah amanah rakyat yang memiliki batas waktu,” kata AHY, melansir Antara.

Baca juga artikel terkait PARTAI DEMOKRAT atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Alfitra Akbar