tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia baru dilantik sebagai Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Menurut dia, Presiden Prabowo Subianto membentuk kemenko baru berdasar kondisi geopolitik yang tidak menentu, serta tuntutan akan kebutuhan energi bersih. Di satu sisi, Pemerintah Pusat juga hendak menindaklanjuti Paris Agreement yang akan mengurangi emisi dunia.
"Maka bahwa Presiden memandang penting untuk program-program prioritas terkait dengan hilirisasi," ucapnya di kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Kamis.
"Terkait dengan transisi energi, sebagai komitmen global dari Paris Agreement, maka ini tidak bisa dilakukan dengan cara parsial tapi harus dilakukan dengan komprehensif, terukur, dan betul-betul dapat diwujudkan dengan target apa yang diperintahkan oleh Bapak Presiden," lanjut dia.
Dalam kesempatan itu, Bahlil belum menyampaikan terkait kementerian/lembaga apa saja yang bakal dinaungi Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi.
Ia juga belum menetapkan target jangka pendek untuk Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi.
"[Kementerian/lembaga yang dinaungi Kemenko Hilirisasi dan Transisi energi], nanti saya cek di perpres ya," tuturnya.
"Saya selalu bekerja tiap hari, bukan per tiga bulan ya, tiap hari," sambung Bahlil.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id
































