Menuju konten utama

Merek Cina Semakin Ramai, Astra Optimistis Jaga Pangsa Pasar 50%

Astra akan tetap mempertahankan strategi dengan berkolaborasi bersama prinsipal untuk menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Merek Cina Semakin Ramai, Astra Optimistis Jaga Pangsa Pasar 50%
Kantor Astra International. (FOTO/astra.co.id)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - PT Astra International Tbk (ASII) optimistis dapat mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar otomotif nasional di tengah semakin ketatnya persaingan, termasuk dengan masuknya berbagai merek mobil asal Cina. Optimisme tersebut didukung dengan realita bahwa perseroan masih mampu mempertahankan pangsa pasar kendaraan roda empat, sekitar 50 persen hingga Agustus 2026.

"Sepanjang Januari sampai dengan Agustus, market empat roda sudah mencapai hampir 600.000 unit atau tumbuh 20 persen dibandingkan tahun lalu. Dengan Astra market share dari pihak Astra sendiri kami bisa tetap mempertahankan market leadership kami dengan market share sekitar 50-an," kata Direktur Astra International, Gidion Hasan, dalam Public Expose Astra International, Kamis (10/9/2026).

Gidion mengatakan, pasar mobil nasional pada Agustus 2026 mencapai sekitar 81.000 unit. Menurutnya, angka tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang 2026 dan menunjukkan adanya penguatan permintaan kendaraan roda empat. Tren tersebut menjadi modal positif bagi industri otomotif hingga akhir tahun. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sebelumnya memproyeksikan penjualan mobil nasional sepanjang 2026 mencapai sekitar 850.000 unit.

"Melihat apa yang terjadi selama Januari-Agustus dan waktu tinggal sisa empat bulan atau tiga bulan, dan melihat begitu banyaknya model baru yang diperkenalkan di pasar plus stabilnya pembiayaan dari institusi keuangan, kami cukup confident bahwa proyeksi Gaikindo 850.000 itu akan tercapai," ujarnya.

Sementara itu, di tengah persaingan yang semakin ramai, Gidion mengaku akan tetap mempertahankan strategi dengan berkolaborasi bersama prinsipal untuk menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar, salah satunya melalui pengembangan kendaraan elektrifikasi.

Peluncuran Veloz Hybrid merupakan salah satu contoh yang dinilai mendapat respons positif dari konsumen.

"Kita tetap akan melakukan secara konsisten kolaborasi dengan prinsipal untuk meluncurkan produk yang fit dengan pasar, seperti contohnya baru-baru ini kami meluncurkan Veloz Hybrid yang relatif cukup dapat diterima oleh pasar," katanya.

Selain produk, Astra mengandalkan jaringan layanan yang luas di Indonesia untuk mempertahankan posisinya di tengah meningkatnya kompetisi.

"Nah dengan dua hal tersebut, kami mengharapkan kami tetap dapat mempertahankan market leadership kami di Indonesia dengan market share kurang lebih sekitar 50 persen," ujar Gidion.

Pada semester I 2026, penjualan mobil nasional tercatat meningkat 16 persen menjadi 437.000 unit. Sementara penjualan mobil Astra naik 10 persen menjadi 222.000 unit dengan pangsa pasar 51 persen.

Toyota dan Daihatsu yang menjadi bagian dari portofolio Astra juga masih menempati posisi sebagai merek mobil dengan penjualan terbesar pertama dan kedua di Indonesia.

Optimisme Astra juga terlihat pada bisnis roda dua. Executive Vice President Director PT Astra Honda Motor (AHM) dan Presiden Komisaris Astra Otoparts, Thomas Junaidi Alim Wijaya, mengatakan pasar sepeda motor hingga Agustus 2026 telah mencapai sekitar 4,3 juta unit, tumbuh 2,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara pangsa pasar Astra Honda Motor masih berada di kisaran 77 persen.

Menurutnya, pertumbuhan pasar sepeda motor ditopang oleh kondisi ekonomi yang relatif stabil serta permintaan yang masih kuat baik di Jawa maupun luar Jawa.

"Yang membuat kondisi 8 bulan ini masih cukup resilient dan bertumbuh: pertama didorong karena kondisi ekonomi yang cukup stabil dan juga resilient terkait dengan demand, baik di Jawa maupun non-Jawa, terkait juga dengan komoditi dan juga agrikultur ataupun pertanian," kata Thomas.

Astra memperkirakan pasar sepeda motor nasional dapat mencapai 6,4-6,7 juta unit sepanjang 2026.

Meski begitu, perseroan tetap mewaspadai sejumlah risiko hingga akhir tahun, terutama kondisi cuaca dan potensi El Niño yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat.

"Kondisi ekonomi masih relatif stabil dibandingkan dengan 8 bulan pertama, walaupun ada beberapa risiko-risiko terutama terkait dengan dampak dari kondisi cuaca ataupun El Nino di akhir tahun ini. Dan tentunya ini juga kita lihat bagaimana dengan kondisi daya beli menuju ke akhir tahun," tandasnya.

Baca juga artikel terkait ASTRA atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Andrian Pratama Taher