Menuju konten utama

Kronologi Kapolsek & Danramil Cicalengka Dipukul saat Karnaval

Adu jotos dalam acara karnaval HUT RI di Cicalengka, Kabupaten Bandung, membuat Kapolsek, Danramil, dan Camat kena pukul Simak kronologinya.

Kronologi Kapolsek & Danramil Cicalengka Dipukul saat Karnaval
Ilustrasi pemukulan seorang pria. FOTO/Istock
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kapolsek dan Danramil Cicalengka dipukul saat menghadiri karnaval HUT ke-81 RI pada Senin (17/8/2026). Akibat peristiwa ini, keduanya mengalami cedera. Berikut kronologi peristiwanya.

Sebelumnya, peristiwa itu terjadi di Alun-alun Cicalengka di Jalan Cikopo, Desa Cicalengka Kulon, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. Pada Senin siang, lokasi tersebut tengah menjadi titik pusat pelaksanaan karnaval HUT RI yang dilakukan oleh warga setempat.

Akan tetapi, saat iring-iringan karnaval sedang berjalan, terjadi keributan yang berujung pada perkelahian. Hal ini, pada akhirnya, menyeret tiga pejabat kecamatan, yakni Kapolsek Cicalengka Kompol Ade Rahmat; Danramil 2402/Cicalengka Kapten Inf Sumarna Chaerul; dan Camat Cicalengka Cucu Hidayat.

Imbas perkelahian ini, empat orang ditangkap polisi. Peristiwa ini juga kini sedang diselidiki oleh pihak kepolisian setempat.

Kronologi Pemukulan Kapolsek, Danramil, dan Camat Cicalengka di Karnaval HUT RI

Berdasarkan kronologi yang diungkap pihak kepolisian Polresta Bandung, insiden ini bermula dari karnaval. Semula, acara hiburan untuk unjuk kreativitas itu berlangsung lancar dan ramai.

Kemeriahan berlangsung hingga Senin siang, sekitar pukul 11.45 WIB. Saat itu, peserta karnaval dari Desa Tenjolaya hendak melintas podium Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).

Podium ini merupakan lokasi para peserta akan dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari para pejabat kecamatan. Peserta dari Desa Tenjolaya saat itu hendak mengambil giliran dinilai dewan juri.

Akan tetapi, ketika hal itu terjadi, sebuah keributan kecil berlangsung di antara kerumunan massa. Dari adu mulut, tensi keributan meningkat jadi baku hantam.

Jajaran Forkopimcam yang hadir kemudian turun ke lokasi adu jotos dengan niat melerai. Kapolsek Cicalengka, Danramil Cicalengka, dan Camat Cicalengka turut ikut ambil bagian melerai massa yang marah.

Niat para pejabat itu rupanya tak berakhir baik. Alih-alih berhasil melerai, Danramil Sumarna Chaerul justru dikeroyok massa.

Melihat Sumarna kewalahan, Kapolsek Ade Rahmat dan Camat Cucu Hidayat pun berniat membantunya. Namun, keduanya justru menerima bogem mentah dari massa yang mengamuk.

Pukulan massa sempat mendarat di muka Ade hingga membuatnya mengalami luka pada bagian wajahnya. Sementara Sumarna, mengalami luka di bagian betis.

Peristiwa tersebut dipicu oleh kelompok kecil massa. Mereka ini sempat melarikan diri di tengah kerumunan setelah intensitas perkelahian melandai.

Sampai akhirnya, kasus ini pun ditangani petugas Mapolresta Bandung. Empat terduga pelaku ditangkap dan diidentifikasi berinisial RF, IA, YP, dan F.

Pihak kepolisian kini menyelidiki kasus tersebut lebih lanjut. Mereka juga menyebut bahwa terdapat penangkapan terduga pelaku bisa saja akan bertambah.

Baca juga artikel terkait KASUS PEMUKULAN atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar