Menuju konten utama

Apa itu Penyakit Campak? Kasus Penularannya Meningkat di Amerika

Penularan penyakit campak sedang tinggai di berbagai negara Benua Amerika. Virus campak cukup mudah penularannya. Pahami tentang sakit campak berikut.

Apa itu Penyakit Campak? Kasus Penularannya Meningkat di Amerika
Ilustrasi sakit campak. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Virus campak dilaporkan mulai banyak menginfeksi warga di Amerika Serikat (AS) dan berbagai negara benua Amerika Utara lainnya. Apakah campak menular sangat cepat?

Sebelumnya, peningkatan tajam kasus sakit campak di daratan Amerika ini dilaporkan oleh Organisasi Kesehatan Pan Amerika (PAHO), sebuah badan resmi PBB, pada Rabu (4/2/2026). PAHO memperingatkan dalam laporannya agar negara-negara anggota mulai meningkatkan "pengawasan rutin dan kegiatan vaksinasi" campak.

"Peningkatan tajam kasus campak di daratan Amerika selama tahun 2025 dan awal 2026 merupakan tanda peringatan yang membutuhkan tindakan segera dan terkoordinasi oleh negara-negara anggota," tulis PAHO dalam pernyataan terbukanya, dikutip dari Al Jazeera.

Dalam laporan PAHO, peningkatan penyakit campak di daratan Amerika tercatat ada 1.031 kasus. Kejadian ini muncul hanya dalam kurun waktu tiga pekan pertama 2026 dan menyebar di seluruh negara Amerika.

Pada tahun 2025 lalu, terdapat 14.891 kasus campak terdokumentasi di Amerika. Jika dibandingkan, hanya dalam tiga pekan, kasus campak di Amerika tahun ini telah mencapai 6,92 persen dari tahun lalu.

AS menjadi salah satu negara yang disorot PAHO sebagai negara dengan peningkatan kasus campak yang tinggi. Selain AS, terdapat pula Meksiko dan Kanada.

Apa Itu Campak, Penyakit Menular?

Campak adalah penyakit yang terjadi akibat infeksi virus Measles morbilivirus. Penyakit ini adalah salah satu yang paling menular di dunia bagi manusia dan dikenal dengan nama measles, morbili hingga atau rubeola.

Ketika terpapar, virus penyebab campak akan menginfeksi fungsi organ tubuh manusia secara sistemik. Infeksi virus ini dapat menyerang sistem pernapasan, sistem imun, sistem limfatik, hingga kulit.

Seturut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), infeksi virus campak dapat membuat manusia mengalami berbagai penyakit turunan, termasuk pneumonia, pembengkakan otak penyebab kerusakan permanen, hingga kejang dan hilang ingatan.

Virus ini menyebar melalui udara (airborne). Menurut CDC, laju penularan virus ini sangat tinggi. Sebagai gambaran, untuk setiap satu orang penderita campak, sekitar 9 hingga 10 orang di sekitarnya akan tertular jika belum divaksinasi.

Penderita campak umumnya akan mengalami gejala seperti demam tinggi, batuk, pilek, serta mata merah dan berair. Namun, gejala paling khas dari campak adalah munculnya ruam berupa bintik koplik berwarna putih keabu-abuan dengan dasar merah cerah.

Dalam banyak kasus, gejala tersebut dapat hilang dalam beberapa minggu, namun komplikasi akibat infeksi terus berlangsung. Anak-anak ditetapkan sebagai kelompok manusia paling rentan terhadap campak.

Di seluruh dunia, pencegahan campak dilakukan melalui vaksinasi dini. Di Indonesia, misalnya, vaksinasi campak merupakan salah satu bagian dari program imunisasi nasional untuk bayi baru lahir hingga 18 tahun.

Akan tetapi, di sejumlah negara seperti AS, tingkat vaksinasi telah menurun dalam beberapa tahun terakhir. Sebagian dilaporkan terjadi akibat teori konspirasi dan informasi yang menyesatkan.

Amerika Utara Catat Kenaikan Pesat Kasus Campak

Laporan PAHO pada Rabu menunjukkan bahwa kenaikan kasus campak di daratan Amerika banyak terjadi di negara-negara Benua Amerika Utara. AS menjadi salah satu yang disorot.

Dalam rentang waktu tiga minggu pertama 2026, AS telah mencatat 171 kasus baru campak. Tahun 2025 lalu, negara ini mengalami total 2.242 kasus.

Sejak 2025 lalu, campak telah mewabah di Carolina Selatan. Di sana, 876 kasus campak telah dilaporkan dalam rentang waktu beberapa bulan terakhir. Sebanyak 800 pasien dari jumlah tersebut adalah mereka yang belum divaksinasi.

Antara Januari hingga Agustus 2025, Texas juga mencatatkan jumlah kasus campak yang tinggi, yakni 762 kasus. Dua anak yang tidak divaksinasi meninggal karenanya, sementara 99 orang di antaranya merupakan pasien rumah sakit.

Situasi serupa juga melanda Kanada. Hanya dalam tiga minggu pertama 2026, kasus campak baru di Kanada telah mencapai 67 kasus. Sebelumnya, terdapat 5.436 kasus campak di Kanada pada 2025 lalu.

Situasi peningkatan kasus campak lebih mengkhawatirkan di Meksiko. Selama tiga minggu pertama 2026, sudah ada 740 kasus campak yang terverifikasi.

Pada 2025 lalu, Meksiko juga tercatat sebagai negara dengan kasus campak tertinggi di daratan Amerika. Jumlah kasus campak di negara itu pada tahun lalu mencapai 6.428 kasus.

Hal tersebut terjadi padahal seluruh wilayah Amerika telah dinyatakan bebas campak pada 2016 lalu. Dengan situasi ini, status bebas campak di AS dan Meksiko terancam dicabut.

Baca juga artikel terkait INTERNASIONAL atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar