Menuju konten utama
Metode Persalinan

Jenis Persalinan beserta Manfaat dan Risiko Masing-masing Metode

Jenis persalinan dapat dibedakan berdasarkan metode yang digunakan, mulai dari persalinan pervaginam hingga gentle birth. Simak penjelasannya berikut ini.

Jenis Persalinan beserta Manfaat dan Risiko Masing-masing Metode
Ilustrasi jenis persalinan. Getty Images/iStockphoto

tirto.id - Jenis persalinan dapat dibedakan berdasarkan metode dan teknik yang digunakan, mulai dari persalinan pervaginam, persalinan spontan, water birth, operasi caesar, VBAC, scheduled induction, lotus birth, ERACS, hypnosis, hingga gentle birth. Masing-masing metode persalinan memiliki manfaat dan risiko masing-masing.

Persalinan pervaginam merupakan salah satu metode yang paling aman. Dilaporkan oleh Cleveland Clinic, persalinan melalui jalan lahir vagina ini menyumbang sekitar 68 persen dari semua kelahiran di Amerika Serikat.

Sebagian besar organisasi medis dan dokter kandungan merekomendasikan persalinan pervaginam, kecuali ada alasan medis yang membuat seseorang melakukan operasi caesar.

Melahirkan normal dengan metode persalinan pervaginam biasanya dilakukan saat kandungan berusia 9 bulan atau sekitar 37–42 minggu. Sementara itu, persalinan yang terjadi lebih awal disebut kelahiran bayi prematur.

Situs resmi Mayo Clinic menjelaskan bahwa proses persalinan normal terbagi atas tiga tahapan.

Pada tahap pertama, ibu hamil akan merasakan serviks melebar serta kontraksi ringan dan tidak teratur. Selain itu, jalur lahir akan mengeluarkan cairan merah bening. Fase ini dapat terjadi beberapa jam hingga hari.

Selanjutnya akan terjadi kondisi yang disebut persalinan aktif. Pada saat itu, serviks ibu hamil melebar 6-10 sentimeter yang diikuti kontraksi alami yang lebih kuat, dekat, dan teratur.

Fase persalinan aktif dapat berlangsung 4-8 jam lebih. Setiap 1 jam dalam fase tersebut, serviks diperkirakan melebar 1 sentimeter.

Tahap kedua kelahiran merupakan masa untuk bayi keluar dari rahim ibu. Penyedia layanan akan meminta ibu untuk mendorong dan menekan bayi setiap terjadi kontraksi. Tahap ini bisa memakan waktu dalam hitungan menit atau jam.

Tahap terakhir kelahiran adalah keluarnya plasenta setelah bayi lahir. Ibu hamil akan merasakan kontraksi ringan dengan frekuensi waktu berdekatan. Penyedia layanan akan menyuruh ibu mendorong lebih lembut. Tahap terakhir kelahiran ini membutuhkan 30 menit hingga 1 jam.

Jenis Persalinan Ada Berapa?

Meskipun para ahli kesehatan lebih merekomendasikan persalinan normal, ada beberapa kondisi yang membuat para ibu harus melakukan metode persalinan lain.

Pemilihan jenis persalinan sebaiknya tidak didasarkan pada alasan keinginan pribadi. Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terkait kondisi kehamilan dan medis secara umum. Untuk itu, penting melakukan pemeriksaan kehamilan, mulai awal hamil hingga menjelang melahirkan.

Berdasarkan metode dan tekniknya, macam-macam persalinan terbagi atas 10 jenis, meliputi:

  1. Persalinan pervaginam
  2. Persalinan spontan
  3. Gentle birth
  4. Water Birth
  5. Operasi Caesar
  6. Vaginal Birth After C-Section (VBAC)
  7. Scheduled Induction
  8. Lotus Birth
  9. Enhanced Recovery After Cesarean Surgery (ERACS)
  10. Hypnosis

Macam-macam Metode Persalinan beserta Manfaat dan Risikonya

Metode persalinan memiliki risiko dan manfaat yang berbeda-beda. Tidak hanya itu, beberapa keadaan atau kondisi ibu serta bayi dalam kandungan juga memengaruhi metode persalinan yang harus digunakan.

Maka dari itu, penyedia kesehatan akan memberikan beberapa penjelasan tentang jenis persalinan yang bisa dipilih sesuai kondisi ibu hamil. Berikut ini macam-macam metode persalinan:

1. Persalinan pervaginam (Vaginal Birth)

Persalinan pervaginam merupakan metode persalinan yang paling umum dan aman. Sebab, metode persalinan ini memiliki risiko paling rendah dalam banyak kasus.

Setelah melahirkan normal, ibu akan melewati masa nifas. Waktunya berbeda-beda, mulai dari 40 hari hingga enam minggu.

Pada periode nifas ini biasanya perempuan mengeluarkan darah kotor yang disebut sebagai lochea.

Berikut ini beberapa manfaat persalinan pervaginam:

  • Pemulihan lebih cepat.
  • Paling aman untuk ibu dan bayi.
  • Tingkat infeksi lebih rendah.
  • Bayi lebih rendah mengalami gangguan pernapasan selama persalinan.

2. Persalinan spontan

Persalinan spontan adalah persalinan normal melalui jalan lahir yakni vagina, yang dilakukan dengan sendirinya dan tanpa obat pemicu persalinan.

Lamanya proses persalinan bervariasi dari satu wanita ke wanita lainnya. Wanita yang baru pertama kali melahirkan cenderung mengalami proses persalinan selama 12-24 jam. Sementara itu, wanita yang sebelumnya pernah melahirkan mungkin hanya mengalami proses persalinan selama 6-8 jam.

Karena mirip dengan persalinan pervaginam biasa, persalinan spontan juga akan diiringi dengan lochea. Proses pengeluaran ini terjadi pada masa nifas.

Jenis persalinan spontan paling direkomendasikan oleh para ahli kesehatan. Namun, persalinan spontan tidak disarankan untuk semua wanita hamil. Sebab, ada kemungkinan risiko kesehatan bagi ibu, anak, atau keduanya.

Untuk menghindari risiko kesehatan, para ahli tidak merekomendasikan metode persalinan ini bagi wanita yang punya riwayat medis sebagai berikut:

  • Mengalami plasenta previa lengkap, artinya plasenta bayi sepenuhnya menutupi serviks ibunya
  • Mengidap virus herpes dengan lesi aktif
  • Mengalami infeksi HIV yang tidak diobati

3. Gentle Birth

Gentle birth adalah metode persalinan yang memudahkan orang tua melahirkan di mana saja, tidak harus di rumah sakit, bahkan tanpa bantuan medis sekalipun. Ia sesuai dengan mekanisme alamiah tubuh manusia, memperhatikan semua aspek secara holistik.

Jenis persalinan alamiah ini bukanlah metode baru. Ia justru sudah sejak lama diterapkan, ribuan tahun lalu.

Dalam buku Childbirth Across Cultures (2009), Robbie Davis-Floyd dan Melissa Cheyney menjelaskan, persalinan dengan cara berdiri, berjongkok, setengah berjongkok, atau merangkak, telah dilakukan oleh suku-suku primitif di berbagai penjuru dunia.

Persiapan yang dapat dilakukan sebelum melakukan metode persalinan gentle birth, meliputi:

  • Menghadiri kelas persalinan.
  • Cobalah menonton video yang menggambarkan kelahiran sebagai hal yang menyenangkan.
  • Baca buku tentang gentle birth.
  • Pastikan bahwa penyedia layanan kesehatan Anda mendengarkan keinginan Anda.
  • Tetaplah pada rencana kelahiran Anda.
  • Percaya pada diri sendiri dan tubuh.
  • Jika diharuskan operasi caesar, mintalah personil rumah sakit mengikuti protokol yang mendukung gentle cesarean birth.

4. Water birth

Metode water birth menempatkan ibu lahiran di bak air mirip bak air panas sehingga dapat lebih bersantai. Manfaat persalinan water birth sebagai berikut:

  • Kehamilan dapat berjalan lebih santai bagi ibu.
  • Kebebasan bergerak.
  • Mengurangi tekanan darah.
Di sisi lain, beberapa tantangan yang dihadapi apabila menggunakan metode water birth sebagai berikut:

  • Tidak dapat memakai anestesi epidural untuk nyeri.
  • Risiko infeksi memiliki kemungkinan terjadi.

5. Operasi caesar (C-section)

Operasi caesar merupakan metode kehamilan dengan cara menyayat perut dan rahim wanita. Metode ini biasanya dilakukan terhadap perempuan dengan kondisi medis tertentu.

Penyedia layanan kesehatan akan merekomendasikan operasi caesar apabila ibu memiliki pengalaman C-section sebelumnya, anak kembar, memiliki plasenta previa, punya bayi sungsang, hingga memiliki fibroid rahim.

Berikut ini beberapa kondisi yang membuat dokter menyarankan operasi caesar:

  • Plasenta previa
  • Persalinan tidak mengalami kemajuan
  • Gawat janin
  • Anak kembar
  • Prolaps tali pusat
  • Solusio plasenta
  • Pendarahan yang berlebihan
  • Bayi sungsang
Manfaat melakukan operasi caesar di antaranya adalah risiko trauma bayi rendah, bayi tidak kekurangan oksigen, dan risiko inkontinensia rendah.

Namun, metode persalinan caesar memiliki beberapa risiko, meliputi:

  • Infeksi.
  • Kehilangan banyak darah.
  • Gumpalan darah pecah masuk ke emboli.
  • Cedera usus atau kandung kemih.
  • Pemulihan lebih lama.
  • Adhesi perut.

6. Vaginal Birth After C-Section (VBAC)

Vaginal birth after c-section (VBAC) merupakan persalinan pervaginam, dilakukan oleh wanita yang sebelumnya melahirkan dengan metode caesar.

Anda harus memenuhi syarat medis tertentu jika ingin melakukan metode persalinan VBAC. Di antaranya seperti sayatan caesar melintang rendah, bayi dan ibu dalam keadaan sehat selama kehamilan, dan pernah melahirkan normal sebelumnya.

Jenis persalinan VBAC juga memiliki beberapa manfaat, termasuk:

  • Tidak perlu operasi
  • Waktu pemulihan Anda lebih singkat daripada setelah menjalani operasi caesar
  • Kehilangan darah lebih sedikit
  • Risiko Anda lebih rendah untuk infeksi dan komplikasi lain, seperti masalah dengan plasenta yang disebut plasenta previa dan plasenta akreta
  • Jika Anda berencana untuk memiliki banyak anak, risiko komplikasi akibat operasi caesar berulang kali lebih kecil, termasuk jaringan parut atau cedera pada usus atau kandung kemih
  • Anda mungkin ingin merasakan pengalaman persalinan melalui vagina
VBAC dapat memiliki beberapa risiko, bahkan jika Anda dan bayi Anda sehat selama kehamilan, meliputi:

  • Persalinan Anda tidak berjalan dengan baik dan Anda tetap memerlukan operasi caesar.
  • Infeksi, cedera dan kehilangan darah
  • Rahim Anda pecah (robek). Ini jarang terjadi, tetapi dapat mengancam jiwa.

7. Scheduled induction

Metode scheduled induction mungkin tepat digunakan kepada bayi yang memerlukan dorongan ekstra untuk keluar, terutama setelah jatuh tempo hari kelahiran. Dalam prosesnya, dokter akan melibatkan obat pitocin untuk memulai persalinan.

Manfaat dari jenis persalinan scheduled induction antara lain:

  • Bayi lebih siap untuk bertemu dengan ibunya.
  • Prosedur ini aman. Ibu dan bayi akan dipantau dengan cermat oleh dokter dan perawat.
  • Scheduled induction memungkinkan ibu untuk merencanakan dan mempersiapkan diri tanpa merasa terburu-buru
Risiko jika Anda melakukan metode persalinan scheduled induction meliputi:

  • Prosedur ini membutuhkan obat pitocin, hormon pemicu persalinan. Meskipun obat ini dikenal aman untuk ibu dan bayi, beberapa wanita lebih memilih tidak menggunakan obat selama persalinan.
  • Beberapa ibu (dan pasangannya) lebih memilih untuk tidak menjalani scheduled induction.
  • scheduled induction mungkin berarti Anda atau bayi Anda memiliki masalah kesehatan lain yang perlu dipantau atau diobati.

8. Lotus birth

Lotus birth tergolong sebagai jenis persalinan baru, yang diterapkan di beberapa negara. Metode persalinan ini dilakukan tanpa memotong tali pusar hingga kering sekitar 3-10 hari, kemudian terlepas dengan sendirinya. Tujuan metode ini adalah supaya bayi tidak merasa sakit apabila tali pusarnya dipotong pihak medis.

Akan tetapi dapat beberapa kasus, metode lotus birth justru menyebabkan tali pusar terinfeksi atau bahkan busuk sehingga memungkinkan bakteri tumbuh ke bayi.

Risiko yang akan dialami ibu hamil jika menerapkan metode persalinan lotus birth, salah satunya adalah infeksi. Selain itu, di beberapa kasus, jenis persalinan ini menimbulkan kesulitan ketika pemeriksaan histologis plasenta diperlukan di kemudian hari.

9. Enhanced Recovery After Cesarean Surgery (ERACS)

Enhanced recovery after cesarean surgery (ERACS) merupakan metode persalinan sesar yang dioptimalisasi dalam pelayanan antepartum.

Pelayanan antepartum itu mencakup manajemen anestesi dan postpartum pasien serta rawat jalan, sehingga lebih terstandarisasi.

Pelayanan postpartum ibu hamil dapat menghindarkannya dari risiko psikosis postpartum maupun baby blues.

Dilansir situs resmi Kementerian kesehatan, risiko menerapkan jenis persalinan ini di antaranya adalah:

  • Bayi memiliki sistem kekebalan tubuh lebih lemah dibanding bayi yang lahir normal.
  • Ibu harus memberikan ASI lebih awal untuk meningkatkan sistem imun bayi.
Sementara itu, kelebihan metode persalinan ERACS meliputi:

  • Rasa sakit setelah operasi caesar berkurang besar sehingga wanita bisa segera kembali ke rumah dan berfokus merawat buah hati.
  • Memungkinkan wanita yang baru saja operasi caesar tidak perlu berpuasa terlalu lama.

10. Hypnosis

Metode hypnosis menempatkan ibu dalam persalinan dengan keadaan relaksasi total. Meski begitu, otot-otot tubuh ibu dapat berfungsi selama proses persalinan sebagaimana mestinya.

Metode persalinan hypnosis dipelopori oleh Dr. Grantly Dick-Read pada 1940-an.

Situs America Pregnancy menuliskan bahwa beberapa wanita yang memakai metode hypnosis mengaku merasa rileks, tenang, sadar, dan terkendali.

Baca juga artikel terkait PERSALINAN atau tulisan lainnya dari Syamsul Dwi Maarif

tirto.id - Kesehatan
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Fadli Nasrudin