Menuju konten utama

Ide Jualan Bulan Puasa Kekinian, Bisa Jadi Cuan Ramadhan!

Ketahui berbagai ide jualan bulan puasa kekinian serta perkiraan modal dan labanya. Mulai usaha kecil-kecilan dari sekarang dan raih cuan di bulan Ramadhan.

Ide Jualan Bulan Puasa Kekinian, Bisa Jadi Cuan Ramadhan!
Ilustrasi Takjil Kekinian. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Terdapat banyak ide jualan bulan puasa kekinian yang bisa dieksekusi selama Ramadhan. Mulai dari makanan hingga minuman, berbisnis takjil kekinian memiliki potensi keuntungan cukup besar karena mudah menarik perhatian.

Bulan Ramadhan merupakan momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Dikenal sebagai bulan yang penuh berkah, Ramadhan bahkan bisa menjadi ladang rezeki banyak banyak orang, termasuk bagi mereka yang non-Islam.

Di bulan ini, tak sedikit orang yang memilih berjualan takjil, khususnya di sore hari menjelang waktu berbuka. Hal ini didukung oleh kebiasaan masyarakat Indonesia yang pola konsumsinya cenderung meningkat di bulan puasa.

Ditambah dengan tradisi ngabuburit, orang-orang biasanya berburu makanan maupun minuman sebagai pelengkap hidangan berbuka. Tak hanya itu, salah satu keutamaan bulan Ramadhan adalah pahala berlipat ganda bagi umat Islam yang melakukan kebaikan.

Hal ini pun dimanfaatkan oleh para muslim untuk berbagi dan bersedekah, salah satunya sedekah makanan, sehingga takjil menjadi salah satu komoditas yang banyak dicari.

Inilah yang menjadi salah satu alasan kenapa berjualan takjil bisa jadi ide bisnis yang cukup menjanjikan. Apalagi takjil bersifat universal yang bisa dikonsumsi oleh semua kalangan, termasuk bagi mereka yang beda kepercayaan.

Ide Jualan Bulan Puasa Kekinian

Ilustrasi Berbuka Puasa

Ilustrasi Berbuka Puasa. FOTO/iStockphoto

Bulan puasa selalu menjadi momen emas untuk memulai usaha kuliner. Saat waktu berbuka tiba, orang cenderung mencari makanan dan minuman yang praktis dan menggugah selera. Berikut beberapa ide jualan bulan puasa kekinian yang bisa jadi peluang cuan selama Ramadhan:

1. Takjil Sehat: Aneka Kukusan

Takjil sehat berbasis kukusan bisa jadi pilihan sederhana untuk memulai usaha takjil, apalagi makanan serba kukusan juga jadi tren belakangan ini. Bahan utamanya adalah umbi-umbian dan kacang-kacangan yang kaya serat serta karbohidrat kompleks.

Contohnya singkong, jagung, ubi, kacang rebus, hingga edamame. Jenis takjil ini disukai banyak orang karena lebih sehat. Jika ingin variasi yang bisa menambah nilai jual, tambahkan topping seperti kelapa parut, keju, atau gula aren cair.

2. Puding Regal Lapis

Ide jualan berikutnya ada puding Regal lapis yang punya rasa manis. Takjil ini dibuat dari bahan dasar agar-agar, susu, dan biskuit atau roti mari Regal yang disusun berlapis. Teksturnya lembut dengan rasa manis creamy berpadu dengan sensasi crunchy dari biskuit yang lebih padat.

Menu ini digemari karena tampilannya cantik dan rasanya yang manis cukup familiar di lidah banyak orang. Cocok dijual dalam cup kecil atau loyang ukuran mini untuk keluarga. Modalnya relatif terjangkau, tapi terlihat premium sehingga margin keuntungan cukup menarik.

3. Es Kuwut

Es Kuwut
Es Kuwut. (FOTO/iStockphoto)

Es Kuwut termasuk minuman takjil kekinian yang banyak diminati saat bulan puasa. Es ini memiliki tampilan yang unik serta rasa yang menyegarkan. Es kuwut terbuat dari air kelapa yang dicampur dengan serutan timun atau melon, serta ditambah dengan biji selasih.

Untuk kesegaran ekstra, es kuwut biasanya dipadukan dengan perasan jeruk nipis yang memberikan sedikit sensasi asam. Es ini cocok dijadikan ide jualan karena selain rasanya yang enak, es kuwut relatif mudah dibuat dan tidak memerlukan modal yang terlalu besar.

4. Dimsum Mentai

Ide jualan bulan puasa kekinian berikutnya ada dimsum mentai yang tetap jadi idola banyak orang. Dimsum mentai adalah dimsum kukus (biasanya isi daging ayam atau udang) yang diberi saus mentai di atasnya.

Saus mentai sebenarnya terbuat dari telur ikan yang dipadukan dengan mayonaise dan bahan-bahan tambahan lain, tapi untuk versi murah umumnya tidak menggunakan telur ikan dan mengandalkan mayonaise saja.

Cita rasa dimsum mentai dikenal gurih, creamy, dan sedikit pedas, membuatnya populer di kalangan anak muda. Dimsum mentai cocok dijadikan menu berbuka ringan sebelum makan besar. Kita bisa menjualnya dalam kemasan box isi 4-6 pcs agar terlihat praktis dan menarik.

5. Es Jeli Susu

Selain es kuwut, es jeli susu juga bisa jadi ide jualan bulan puasa kekinian yang menarik. Selain rasanya yang manis dan menyegarkan, bahan-bahannya mudah didapat, harga cukup murah, modalnya relatif terjangkau, tapi potensi keuntungannya cukup banyak.

Es jeli susu merupakan minuman segar berbahan dasar air susu, dicampur dengan sirup atau gula cair, serta potongan jeli aneka warna. Jika ingin lebih nikmat, es ini bisa ditambah dengan bahan-bahan lain seperti seperti nata de coco atau cincau.

Minuman ini disukai karena pastinya menyegarkan dan tampilannya sangat menarik. Rasanya manis dan creamy, cocok untuk mengembalikan energi setelah puasa. Variasi rasa seperti cokelat, stroberi, atau matcha bisa membuat pembeli ingin mencoba berulang kali.

6. Dessert Box Mini

Ide jualan bulan puasa kekinian yang juga menarik perhatian adalah dessert box mini. Biasanya terdiri dari lapisan cake, krim, dan saus cokelat atau keju dalam wadah transparan.

Tampilannya sangat cantik dan menggugah selera. Rasanya pun manis legit, membuatnya cocok sebagai menu berbuka di bulan Ramadhan. Ukuran mini membuat dessert ini lebih terjangkau sehingga menyasar lebih banyak konsumen, terutama anak muda dan mahasiswa.

7. Cendol Kekinian

Ilustrasi Cendol
Ilustrasi Cendol. FOTO/iStock

Cendol sebenarnya merupakan minuman tradisional yang sudah sangat populer di Indonesia, tapi minuman yang satu ini bisa disulap menjadi lebih kekinian dengan berbagai varian topping yang menggugah selera.

Cendol atau yang kerap disebut juga dengan dawet ini berbahan dasar air santan, gula aren atau gula merah, dan tentunya adonan cendol yang terbuat dari tepung. Rasanya manis segar dan sering dijadikan pilihan untuk takjil buka puasa.

Untuk menambah nilai jual, cendol bisa diberi topping keju, cokelat, cookies, potongan nangka, durian, atau ice cream yang bisa menambah kesegaran. Dengan rasa yang enak dan tampilan menarik, cendol kekinian bisa jadi ide jualan yang cemerlang.

8. Kebab Mini

Kebab mini memang bukan makanan baru, tapi tetap populer di tengah masyarakat dan cocok dijadikan teman minum es di waktu berbuka. Kebab mini merupakan versi kecil dari kebab pada umumnya. Isinya berupa daging (ayam atau sapi), selada, saus, dan mayones yang dibungkus tortila ukuran kecil.

Karena ukurannya mini, makanan ini cocok sebagai camilan yang dijual dalam paket isi beberapa buah. Praktis, mengenyangkan, dan bisa disesuaikan tingkat pedasnya. Strategi bundling (misalnya beli 5 gratis 1) juga efektif untuk meningkatkan penjualan.

9. Nuget Pisang Aneka Topping

Nuget pisang terbuat dari pisang yang dihaluskan bersama bahan-bahan lain seperti tepung, telur, keju, hingga susu, lalu dikukus layaknya membuat nuget pada umumnya. Adonan yang sudah matang kemudian dipotong-potong, dibalur dengan adonan tepung cair dan tepung roti/panir, lalu digoreng.

Sensasi krispi di luar dan lembut di dalam membuat nuget pisang menjadi salah satu camilan lezat yang cocok dijadikan takjil. Agar lebih menggugah selera dan menaikkan nilai jual, nuget pisang bisa diberi aneka topping seperti cokelat, keju, matcha, atau meses, dan lain sebagainya.

10. Ketan Susu Keju

Ketan susu keju merupakan versi kekinian dari jajanan tradisional berbahan dasar ketan kukus. Jika dahulu ketan umum disajikan dengan parutan kelapa atau bubuk kedelai yang bercita rasa manis, kali ini ketan disiram dengan semacam saus susu bercampur keju.

Menu ini sederhana, tapi selalu punya penggemar. Rasanya legit dan cukup mengenyangkan, cocok untuk berbuka sebelum makan berat. Sebagai variasi, kita juga bisa menambahkan inovasi seperti topping cokelat, meses, Oreo, potongan pisang, atau mangga ala mango sticky rice.

Berapa Modal yang Dibutuhkan untuk Jualan Takjil?

Pedagang takjil di Stasiun Gondangdia

Suasana pedagang takjil di Stasiun Gondangdia. Tirto.id/Mochammad Fajar Nur.

Berjualan takjil saat bulan puasa bisa menjadi peluang usaha musiman yang menjanjikan karena permintaan meningkat tajam menjelang waktu berbuka. Namun, sebelum memulai, penting untuk memperkirakan kisaran modal agar perencanaan lebih matang.

Jika belum pernah berjualan atau masih “coba-coba”, bisa dimulai dari skala kecil dengan modal sekitar Rp100.000 hingga Rp500.000. Untuk skala yang lebih besar, modalnya bisa mencapai Rp1.000.000 atau bahkan lebih.

Besaran modal tentunya sangat bergantung pada jenis produk, bahan yang digunakan, jumlah takjil yang diproduksi, hingga sewa lapak jika diperlukan.

Namun, untuk menekan biaya produksi, jualan takjil bisa dilakukan di depan rumah, metode titip jual ke pedagang lain, atau berjualan di pinggir jalan yang memang tidak butuh biaya sewa.

Selain modal, perhitungkan juga laba yang didapat. Margin keuntungan yang “sehat” umumnya berkisar antara 30-50%. Jadi, sebelum berjualan, tentukan HPP (harga pokok penjualan) terlebih dahulu, lalu tentukan keuntungan untuk mendapatkan harga jualnya di pasaran.

Sebagai gambaran, berikut perkiraan perhitungan modal dan keuntungan berjualan takjil:

1. Contoh perhitungan modal untuk es jeli susu:

  • 1 saset Nutrijel: Rp2.500
  • 5 sdm gula pasir: Rp500
  • 200 gram susu kental manis: Rp6.500
  • Perasa minuman secukupnya: Rp2.000
  • 400 ml air (untuk membuat jelly): -
  • 800 ml air matang (untuk bahan utama es jelly): -
  • 2 kg es batu untuk mendinginkan selama jualan: Rp4.000
  • 5 botol 200 ml: Rp3.500
Total modal: Rp19.000 (untuk 5 botol)

Modal per botol: Rp19.000 : 5 botol = Rp3.800 per botol

Simulasi jika dijual Rp7.000/botol:

Pendapatan = 5 x Rp7.000 = Rp35.000

Laba: Rp35.000 - Rp19.000 = Rp16.000

Laba per botol: Rp3.200

Margin keuntungan sekitar 45%

2. Contoh perhitungan modal untuk takjil puding Regal lapis:

  • 1 bungkus agar-agar plain: Rp5.000
  • 1 bungkus biskuit Regal (120 gr): Rp15.000
  • 1 L susu UHT: Rp25.000
  • 100 gram gula pasir: Rp1.800
  • 80 gram keju spread: Rp7.000
  • 100 gram selai cokelat: Rp4.000
  • 20 pcs cup thinwall 100ml: Rp7.500
  • 20 sendok: Rp2.000
  • Gas dan keperluan lain: Rp5.000
Modal: Rp72.300 (untuk 20 cup)

Modal per cup: Rp72.300 : 20 cup = sekitar Rp3.600 per cup

Simulasi jika dijual Rp6.000/cup:

Pendapatan = 20 × Rp6.000 = Rp120.000

Laba: Rp120.000 - Rp72.300 = Rp47.700

Laba per cup: Rp2.385

Margin keuntungan sekitar 39%

Itulah berbagai ide jualan bulan puasa kekinian serta perkiraan modalnya. Dengan perencanaan yang matang, mulai dari menghitung HPP, menentukan harga jual, hingga menjaga margin tetap sehat, kita bisa memaksimalkan keuntungan sambil tetap menawarkan produk yang menarik dan berkualitas.

Butuh ide jualan atau informasi menarik lain seputar Ramadhan? Temukan berbagai tips, jadwal penting, tuntunan ibadah, dan berita terkini seputar bulan puasa di tautan berikut ini:

Kumpulan Artikel Ramadhan

Baca juga artikel terkait TAKJIL atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Edusains
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani