tirto.id - Indikator SDGs menjadi bagian penting dalam agenda global untuk menciptakan dunia yang lebih adil, sejahtera, dan lestari.
Setiap dari 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan memiliki indikator yang digunakan untuk mengukur capaian dan kemajuan masing-masing target. Secara keseluruhan, terdapat 248 indikator SDGs yang ditetapkan hingga 2022.
Lantas, indikator SDGs apa saja? Bagaimana penerapannya di Indonesia, termasuk di tingkat desa dan sektor kesehatan serta pendidikan?
Artikel ini akan membahas lebih dalam tentang indikator SDGs—mulai dari pengertiannya, alasan mengapa indikator ini begitu penting, hingga daftar lengkapnya berdasarkan sumber resmi dari Bappenas.
Kita juga akan menelusuri bagaimana penerapan indikator SDGs Indonesia, termasuk gambaran pelaksanaannya di berbagai level, mulai dari nasional hingga ke tingkat desa melalui indikator SDGs desa, serta menjawab pertanyaan umum seperti berapa indikator SDGs yang ada saat ini.

Apa yang Dimaksud dengan Indikator SDGs?
Sebelum masuk ke daftar lengkap, penting untuk memahami terlebih dahulu pengertian dari indikator SDGs.
SDGs sendiri merupakan singkatan dari Sustainable Development Goals atau dalam bahasa Indonesia adalah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Adapun pengertian dari indikator SDGs merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengetahui seberapa besar kemajuan dari setiap target dalam tujuan SDGs.
Tanpa indikator yang tepat, sulit untuk mengetahui apakah sebuah negara, daerah, atau komunitas sudah berada di jalur yang benar menuju pencapaian pembangunan berkelanjutan.
Menurut dokumen resmi Bappenas dan PBB, SDGs dibangun berdasarkan proses historis panjang yang dirintis oleh banyak negara dan lembaga internasional seperti The Economic and Social Council (ECOSOC).
Agenda ini mencakup 17 tujuan utama yang tersebar ke dalam empat pilar pembangunan, yaitu Pilar Sosial, Ekonomi, Lingkungan, dan Tata Kelola.
Adapun setiap tujuan memiliki target spesifik, dan masing-masing target memiliki indikator tersendiri.
Hingga April 2022, tercatat ada 248 indikator SDGs (namun sebagian sumber menyebutkan 247 karena adanya penyesuaian).
Untuk Indonesia sendiri, penyesuaian indikator ini dilakukan melalui metadata indikator SDGs yang diterbitkan oleh Bappenas, dan disesuaikan dengan konteks lokal, termasuk indikator pendidikan SDGs dan indikator SDGs kesehatan yang sangat relevan dengan tantangan nasional.
Mengapa Indikator SDGs Penting?
Mengetahui pentingnya indikator SDGs sama pentingnya dengan mengetahui tujuannya. Indikator ini bukan sekadar angka—tetapi alat untuk melihat realitas.
Apakah angka kemiskinan benar-benar menurun? Apakah kualitas pendidikan dan layanan kesehatan sudah merata? Apakah perempuan sudah punya akses yang setara? Semua pertanyaan itu hanya bisa dijawab dengan indikator yang valid dan transparan.
Dalam konteks indikator SDGs Indonesia, indikator ini membantu pemerintah pusat hingga daerah dalam merancang kebijakan yang terukur.
Bahkan di tingkat mikro seperti indikator SDGs desa, data dari indikator bisa digunakan untuk menyusun prioritas pembangunan yang lebih inklusif dan akuntabel.
Lebih dari itu, indikator SDGs juga menjadi bahan pelaporan resmi ke forum internasional, seperti Voluntary National Review (VNR) yang dilaporkan Indonesia setiap dua tahun ke forum PBB.
Tanpa indikator SDGs, capaian hanya akan menjadi klaim tanpa bukti. Oleh karena itu, kehadiran indikator SDGs sangat penting bagi semua pemangku kepentingan, termasuk masyarakat umum, akademisi, media, dan dunia usaha.
Daftar Indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan SDGs

Dalam pelaksanaan agenda pembangunan berkelanjutan, daftar indikator menjadi kompas utama untuk menilai keberhasilan atau kegagalan tiap upaya yang dilakukan.
Indikator SDGs tidak hanya sekadar angka statistik, tetapi cerminan nyata dari kesejahteraan, keadilan, dan keberlanjutan di berbagai aspek kehidupan.
Di Indonesia, indikator-indikator ini telah disesuaikan dalam metadata nasional, termasuk untuk penerapan lokal seperti indikator SDGs desa, serta sektor vital seperti indikator SDGs pendidikan dan indikator SDGs kesehatan.
Secara global, SDGs terdiri dari 17 tujuan (Goals) yang dijabarkan ke dalam 169 target dan diukur melalui 247 indikator (diperbarui menjadi 248 pada 2022).
Tujuan-tujuan ini mencerminkan kebutuhan multidimensi, mulai dari kemiskinan hingga kemitraan global. Setiap indikator memiliki perannya masing-masing dalam memberikan arah pencapaian yang terukur dan terarah.
Berikut adalah penjelasan ke-17 tujuan SDGs beserta fokus indikatornya sesuai dokumen metadata dari Bappenas:
1. Tanpa Kemiskinan (No Poverty)
Bertujuan untuk mengakhiri segala bentuk kemiskinan di seluruh dunia. Indikatornya mencakup proporsi penduduk di bawah garis kemiskinan nasional dan internasional, serta akses terhadap layanan dasar dan sistem perlindungan sosial. Ini menjadi bagian penting dari indikator SDGs Indonesia, terutama di wilayah terpencil dan desa.
2. Tanpa Kelaparan (Zero Hunger)
Mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan, dan meningkatkan nutrisi. Indikatornya mencakup prevalensi kekurangan gizi dan stunting, serta produktivitas pertanian berkelanjutan. Ini juga terkait erat dengan keamanan pangan di tingkat lokal melalui indikator SDGs desa.3. Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being)
Menjamin kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan semua usia. Termasuk indikator SDGs kesehatan, seperti angka kematian ibu, bayi, cakupan imunisasi, serta akses terhadap layanan kesehatan dasar dan universal health coverage.4. Pendidikan Berkualitas (Quality Education)
Menjamin pendidikan yang inklusif dan berkualitas serta mendorong kesempatan belajar seumur hidup. Indikator pendidikan SDGs mencakup angka partisipasi PAUD hingga perguruan tinggi, tingkat melek huruf, serta proporsi guru berkualifikasi.5. Kesetaraan Gender (Gender Equality)
Mewujudkan kesetaraan gender dan memberdayakan semua perempuan dan anak perempuan. Indikatornya mencakup angka kekerasan berbasis gender, keterlibatan perempuan di parlemen, serta praktik diskriminasi yang perlu dihapuskan.6. Air Bersih dan Sanitasi Layak (Clean Water and Sanitation)
Menjamin ketersediaan air bersih dan sanitasi untuk semua. Diukur melalui proporsi rumah tangga yang memiliki akses air minum aman dan fasilitas sanitasi yang layak, serta pengelolaan limbah air domestik.
7. Energi Bersih dan Terjangkau (Affordable and Clean Energy)
Memastikan akses terhadap energi modern yang andal, berkelanjutan, dan terjangkau. Indikatornya meliputi cakupan elektrifikasi, proporsi energi terbarukan dalam bauran energi nasional, dan efisiensi energi.8. Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth)
Mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, serta menciptakan pekerjaan layak bagi semua. Indikatornya mencakup produktivitas tenaga kerja, pengangguran, dan partisipasi angkatan kerja muda.9. Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (Industry, Innovation and Infrastructure)
Meningkatkan pembangunan industri berkelanjutan, infrastruktur tangguh, dan inovasi. Diukur melalui investasi R&D, proporsi industri manufaktur, serta akses ke infrastruktur digital.10. Berkurangnya Kesenjangan (Reduced Inequalities)
Mengurangi ketimpangan di dalam dan antar negara. Indikatornya mencakup pendapatan kelompok 40% terbawah, diskriminasi sosial dan ekonomi, serta representasi kelompok rentan dalam pengambilan kebijakan.11. Kota dan Komunitas Berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities)
Menjadikan kota dan permukiman manusia inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan. Indikator meliputi akses ke transportasi umum, perumahan layak, dan manajemen risiko bencana di wilayah perkotaan.12. Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production)
Memastikan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan. Termasuk dalam indikatornya adalah efisiensi penggunaan sumber daya, limbah makanan, serta keberadaan kebijakan publik yang mendorong tanggung jawab ekologis.13. Penanganan Perubahan Iklim (Climate Action)
Mengambil tindakan segera untuk memerangi perubahan iklim dan dampaknya. Indikatornya mencakup integrasi mitigasi dan adaptasi dalam kebijakan nasional, serta kapasitas respons terhadap bencana terkait iklim.14. Ekosistem Laut (Life Below Water)
Melindungi dan memanfaatkan laut serta sumber daya kelautan secara berkelanjutan. Diukur melalui tingkat eutrofikasi laut, luas wilayah konservasi, serta keberlanjutan perikanan tangkap.15. Ekosistem Daratan (Life on Land)
Melestarikan ekosistem daratan, termasuk hutan, dan menghentikan kehilangan keanekaragaman hayati. Indikator mencakup deforestasi, degradasi tanah, dan perlindungan terhadap spesies terancam punah.16. Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh (Peace, Justice, and Strong Institutions)
Mendorong masyarakat damai dan inklusif, serta memperkuat institusi hukum yang adil. Indikatornya mencakup tingkat kejahatan, akses terhadap keadilan, dan keberadaan institusi yang transparan dan akuntabel.17. Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals)
Menguatkan sarana pelaksanaan dan merevitalisasi kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan. Fokus indikatornya meliputi dukungan keuangan, teknologi, kapasitas, serta data dan statistik pembangunan.Dengan demikian, indikator SDGs adalah alat yang sangat krusial untuk menilai pencapaian pembangunan berkelanjutan.
Indonesia telah mengadaptasi indikator ini sesuai konteks nasional dan lokal, dari kota besar hingga desa, dari sektor kesehatan hingga pendidikan.
Bagi siapa pun yang ingin berkontribusi terhadap masa depan yang lebih baik, memahami indikator SDGs Indonesia adalah langkah awal yang penting.
Kini kamu tahu berapa indikator SDGs, serta indikator SDGs apa saja yang relevan di berbagai sektor. Mari kita manfaatkan pengetahuan ini untuk berperan lebih aktif dalam pembangunan berkelanjutan.
Penulis: Robiatul Kamelia
Editor: Robiatul Kamelia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id

































