tirto.id - Sejarah Pakta Warsawa, The Warsaw Treaty Organization (WTO), atau Warsaw Pact (WP) memiliki hubungan erat dengan dampak yang terjadi setelah Perang Dunia Kedua pada 1945. Simak tujuan Pakta Warsawa, negara-negara anggota, dan riwayat pembubarannya di dalam artikel ini.
Berakhirnya Perang Dunia II tidak mengakhiri perselisihan antara negara-negara yang terlibat saat itu. Dua negara adidaya, Amerika Serikat di Blok Barat dan Uni Soviet di Blok Timur, masih melakukan persaingan dalam berbagai bidang.
Uni Soviet dengan ideologi komunis terus memperluas hegemoni paham tersebut ke wilayah-wilayah Eropa Timur dan beberapa daerah Asia. Sementara itu, Amerika Serikat dengan ideologi liberal berusaha menghalangi niat Uni Soviet dalam memperluas ideologi komunis ke seluruh dunia.
Latar Belakang Sejarah Berdirinya Pakta Warsawa
Bagaimana latar belakang Pakta Warsawa? Latar belakang ini memiliki keterkaitan dengan persaingan antara AS dan Uni Soviet yang berlanjut hingga terjadi Perang Dingin.
Robert Service dalam The End of the Cold War: 1985–1991 (2015) menyebutkan bahwa Perang Dingin sebenarnya sudah dimulai sejak AS mencanangkan Doktrin Truman 1947 pada 12 Maret 1947 untuk menahan ekspansi geopolitik Uni Soviet.
Perang Dingin terjadi karena AS dan Uni Soviet ingin memperebutkan pengaruh di dunia serta saling menunjukkan kehebatan di segala bidang, terutama dalam hal teknologi persenjataan.
Salah satu dampak yang terjadi akibat Perang Dingin adalah terbentuknya lembaga pertahanan di berbagai wilayah. Terbentuknya lembaga-lembaga pertahanan tersebut tidak terlepas dari inisiatif AS yang ingin membendung pengaruh ideologi komunis.
Tanggal 4 April 1949, AS bersama Kanada dan 10 negara Eropa pendukung Blok Barat membentuk North Atlantic Treaty Organization (NATO) atau Pakta Pertahanan Atlantik Utara.
Terafiliasi dengan NATO, di kawasan Oceania dibentuk Australia, New Zealand, United States Security Treaty (ANZUS), kemudian Middle East Treaty Organization (METO), serta South East Asian Organization (SEATO) untuk wilayah Asia Tenggara.
Dikutip dari The Future of European Alliance Systems (1982) karya Arlene Idol Broadhurst, situasi semakin memanas setelah NATO mengintegrasi Jerman Barat untuk bergabung. Oleh sebab itu, Uni Soviet dan Blok Timur bereaksi dengan membentuk Pakta Warsawa.
Tujuan Pembentukan & Negara Pendiri Pakta Warsawa
Pakta Warsawa adalah aliansi militer beserta pertahanan bentukan Uni Soviet dan beberapa negara sosialis dari Blok Timur di Eropa Tengah dan Eropa Timur.
Menurut Amos Yoder dalam Communism in Transition: The End of the Soviet Empires (1993), tujuan Pakta Warsawa oleh Blok Timur adalah sebagai penyeimbang NATO bentukan Blok Barat.
Pemimpin Uni Soviet, Nikita Khrushchev, adalah penggagas pembentukan Pakta Warsawa bersama negara-negara pendukung Blok Timur, termasuk 7 negara Eropa Timur. Pembentukan Pakta Warsawa ditandantangani di Warsawa, Polandia, pada 14 Mei 1955.
Adapun negara-negara pendiri Pakta Warsawa antara lain: Albania, Bulgaria, Cekoslowakia, Jerman Timur, Hongaria, Polandia, Rumania, dan Uni Soviet.
Uni Soviet sebagai aktor utama merupakan gabungan dari beberapa negara/bangsa seperti Rusia, Armenia, Azerbaijan, Belarusia, Estonia, Georgia, Kazakhstan, Kirgizstan, Latvia, Lituania, Moldavia, Tajikistan, Turkmenistan, Ukraina hingga Uzbekistan.
Negara-Negara Anggota Pakta Warsawa
Negara-negara yang menjadi anggota Pakta Warsawa memegang ideologi komunis yang berada di kawasan Eropa Timur. Adapun negara-negara anggota Pakta Warsawa meliputi daftar berikut:
- Uni Soviet
- Polandia
- Bulgaria
- Cekoslovakia
- Hungaria
- Jerman Timur
- Polandia
- Rumania
Selain Mongolia, ada beberapa negara komunis lain yang juga menjadi pengamat Pakta Warsawa seperti Cina, Korea Utara, dan Vietnam. Adapun Cina menarik diri pada awal 1960-an lantaran terlibat konflik dengan Uni Soviet.
Pembubaran Pakta Warsawa
Lantaran berbagai polemik internal yang terjadi, Pakta Warsawa tidak solid seperti NATO. Hongaria, misalnya, dinukil dari "The Warsaw Pact is Formed" dalam History.com (2018), mundur sementara dari keanggotaan Pakta Warsawa pada 1-4 November 1956 selama Revolusi Hongaria.
Albania juga sempat menahan dukungannya terhadap Pakta Warsawa pada 1961 karena perpecahan Uni Soviet–Albania. Kendati begitu, negara ini kembali bergabung sejak 13 September 1968.
Selain itu, ada negara Rumania. Negara ini menyatakan independen dari Pakta Warsawa setelah membebaskan diri dari status satelit Uni Soviet pada awal dekade 1960-an.
Ada pula Jerman Timur yang secara resmi mengundurkan diri pada 24 September 1990 dari Pakta Warsawa sebagai persiapan untuk reunifikasi dengan Jerman Barat. Dengan begitu, Pakta Warsawa tidak mampu menandingi hegemoni NATO.
Pakta Warsawa bubar pada 25 Februari 1991, meskipun baru secara resmi pembubarannya pada 1 Juli 1991 setelah diadakan pertemuan para menteri luar negeri dan menteri pertahanan 5 negara anggota tersisa di Hungaria. Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada 26 Desember 1991, Uni Soviet pun runtuh.
Ingin membaca lebih banyak informasi mengenai sejarah berbagai organisasi internasional lainnya? Pastikan untuk mengakses artikel tentang sejarah dunia secara lengkap di sini.
Penulis: Alhidayath Parinduri
Editor: Iswara N Raditya
Penyelaras: Yuda Prinada
Masuk tirto.id






































