Menuju konten utama

Alasan Pendirian Pusat Data AI di Jatiluhur Disetop Sementara

Rencana pembangunan pusat data AI di kawasan Jatiluhur disetop sementara. Persyaratan AMDAL dan PBG belum dilengkapi oleh pihak BDX Data Centers.

Alasan Pendirian Pusat Data AI di Jatiluhur Disetop Sementara
Gubernur Dedi Mulyadi saat menghadiri paripurna DPRD Jawa Barat. Foto: Akmal Firmansyah/Tirto.id
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pembangunan pusat data kecerdasan buatan (AI) di kawasan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, dihentikan sementara. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengatakan sejumlah persyaratan operasional belum terpenuhi.

Berdasarkan temuan pihaknya, BDX Data Centers sebagai pihak yang membangun proyek tersebut, belum mengantongi analisis dampak lingkungan (AMDAL) dan persetujuan bangunan gedung (PBG).

Dedi mengungkapkan, proyek pembangunan pusat data AI jangan dulu dimulai sebelum ada dokumen AMDAL dan PBG. Ketiadaan dua dokumen tersebut berpotensi menimbulkan masalah dalam pembangunan proyek.

Ia meminta kepada konsultan untuk segera menyerahkan persyaratan yang dibutuhkan agar AMDAL dan PBG pembangunan pusat data AI dapat dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Purwakarta.

"PBG dan AMDAL belum keluar. Jangan dulu berjalan proyeknya. Berhentikan dulu pembangunannya," ucap Dedi dalam keterangan tertulis, Rabu (30/9/2026).

KDM juga meminta konsultan membuka kajian analisis proyek tersebut kepada masyarakat. Kajian itu terutama terkait potensi kebisingan dan penggunaan air Waduk Jatiluhur.

Ia menegaskan, pihak konsultan harus memastikan keberadaan pusat data AI tidak menggangu pemanfaatan air Waduk Jatiluhur bagi petani.

Sebagai informasi, pusat data AI yang berada di lahan seluas 8.000 meter itu mulai dibangun sejak 22 September 2026. Proyek iniakan memiliki kapasitas daya listrik hingga 640 Megawatt (MW).

Baca juga artikel terkait PUSAT DATA atau tulisan lainnya dari Muhammad Nizar

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Nizar
Penulis: Muhammad Nizar
Editor: Ilham Choirul Anwar