tirto.id - Kenaikan harga BBM membuat banyak pemotor mulai menghitung ulang pos pengeluaran bulanan. Bagi pemotor dengan mobilitas tinggi seperti komuter urban, driver ojek online, atau anak kalcer yang rajin hangout ke berbagai tempat, ongkos bensin bisa menjadi beban tersendiri.
Mengacu pada hasil survei Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), jarak tempuh harian pekerja kantoran di area Jabodetabek rata-rata berkisar 20-40 kilometer.
Dengan asumsi efisiensi bahan bakar mencapai 60,2 kilometer per liter, misalnya, maka kebutuhan bensin untuk jarak 30 kilometer per hari sekitar setengah liter. Jika mengisi dengan Pertalite seharga Rp10.000 per liter, ongkos harian rerata Rp5.000, atau setara Rp110.000 per bulan (asumsi 22 hari kerja).
Kalkulasi ini tentu bisa berbeda dengan kondisi riil di jalan. Konsumsi bensin motor dapat dipengaruhi gaya berkendara, kondisi jalanan yang macet, hingga kualitas mesin. Apalagi tidak banyak motor irit bensin dengan efisiensi signifikan hingga level 60,2 kilometer per liter.
Biaya juga akan jauh lebih mahal jika menggunakan Pertamax. Sebagian pemotor mungkin lebih memilih jenis BBM ini karena kini kerap bisa dibeli tanpa harus antre lama di SPBU.
Kondisi ini membuat motor irit bensin menjadi opsi terbaik untuk mengerem pengeluaran untuk perjalanan harian. Sayangnya, motor hemat bensin tidak selalu memuaskan.
Motor-motor hemat BBM kerap gagal memenuhi kebutuhan akan kelengkapan fungsional, kenyamanan saat berkendara, kecanggihan fitur, hingga tampilan yang menarik sesuai tren kekinian. Lantas apa opsi yang paling tepat?
Rekomendasi Skutik Irit, Praktis, dan Bergaya untuk Commute
Skutik retro yang irit bensin bisa menjadi alternatif. Salah satu skutik paling irit BBM yang layak masuk daftar pertimbangan adalah Yamaha Grand Filano. Skutik retro ini mengusung mesin 124,9 cc berteknologi Blue Core Hybrid yang dirancang khusus untuk efisiensi bahan bakar.
Berdasarkan hasil pengujian dengan metode World Motorcycle Test Cycle (WMTC), Yamaha Grand Filano Hybrid memiliki efisiensi bensin hingga 60,2 kilometer per liter. Angka ini menjadikannya salah satu motor matic 125cc paling irit.
Ditambah dengan fitur Stop and Start System (SSS), efisiensi motor tersebut tetap terjaga saat jalanan macet atau lama berhenti di lampu merah. Teknologi Stop and Start System di motor ini bisa mematikan mesin secara otomatis ketika motor berhenti dalam durasi tertentu. Pengendara dapat menyalakannya kembali secara instan dengan memutar tuas gas. Cukup praktis bukan?
Dengan bobot sekitar 100 kilogram dan kapasitas tangki bahan bakar 4,4 liter, motor matic stylish tersebut mampu bergerak lincah di kepadatan lalu lintas kota. Bodi yang ramping juga memungkinkannya melintas dengan mudah di gang atau jalan tembus yang sempit.
Dalam aspek fungsional, motor ini didukung bagasi besar 27 liter, cukup untuk menampung barang bawaan harian seperti tas ukuran sedang, helm, laptop, ataupun outfit cadangan. Bagasi motor sebesar itu paling luas di kelasnya.
Dari sisi kepraktisan, Yamaha Grand Filano memiliki tutup tangki bensin di bagian depan. Ini tentu memudahkan pengendara saat mengisi bensin di SPBU, terutama jika terburu-buru sedang mengejar jadwal kegiatan.
Ditambah sistem kunci pintar, soket pengisian daya gawai, hingga panel speedometer digital dan konektivitas canggih, motor ini mengusung kombinasi fungsi yang komplet.
Dari segi tampilan pun, Yamaha Grand Filano menawarkan identitas visual eye catching. Desain retro modern dengan bodi stylish ala skuter Eropa serta lampu berdesain elegan membuat motor ini memiliki estetika ala kalcer yang sedang menjadi tren.
Variasi warna yang beragam dan unik, dari kalem sampai cerah mencolok, juga menambah pilihan untuk ekspresi personal style.
Singkatnya, Yamaha Grand Filano adalah contoh paket lengkap skuter matic paling irit.
(JEDA)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id






























