tirto.id - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor Anissa Ahmada Travel Indo di Jombang, Jawa Timur, Kamis (17/9/2026). Kantor travel ditemukan dalam kondisi tertutup dan terkunci, dengan keterangan tidak aktif sementara.
Sidak dilakukan menyusul persoalan pemberangkatan dan kepulangan jemaah umrah, termasuk sekitar 200 calon jemaah yang dikoordinasikan KBIHU Muslimat Jombang. Sejumlah jemaah mengalami penundaan keberangkatan dan kendala tiket kepulangan hingga harus menggunakan biaya sendiri.
“Ini tentu sangat merugikan jemaah. Kami sudah meminta jajaran untuk mengusut lebih dalam tentang travel Anissa Ahmada ini,” kata Irfan dalam keterangan tertulis diterima Tirto, Jumat (18/9/2026).
Ia menjelaskan, pihaknya lantas menutup akses pendaftaran Anissa Ahmada Travel Indo pada Siskopatuh. Langkah itu dilakukan sebagai bagian pendalaman sebelum keputusan pencabutan izin ditetapkan secara resmi.
Berdasarkan temuan Kementan, hampir 4.000 calon jemaah tercatat pada travel tersebut. Dengan asumsi rata-rata setoran Rp30 juta, nilai dana yang perlu dipertanggungjawabkan diperkirakan mencapai Rp120 miliar. Angka tersebut masih berupa estimasi, bukan hasil audit kerugian.
“Kami berusaha keras agar dana umat yang sudah diserahkan kepada travel bisa dikembalikan. Walaupun demikian, proses hukum tetap berjalan,” ucap Irfan.
Kemenhaj saat ini menelusuri kondisi travel, jumlah jemaah terdampak, serta kemungkinan pengembalian dana. Ia juga menyampaikan, pemerintah sedang mengkaji mekanisme pengawasan dana calon jemaah umrah. Mekanisme itu dikaji agar dapat memberikan kepastian perlindungan apabila keberangkatan tidak terlaksana.
“Kami sedang mencari pola bagaimana memberikan kepastian keamanan dana bagi para calon jemaah travel ini. Kalau tidak berangkat, kita bisa kembalikan,” ungkapnya.
Kemenhaj terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan meminta masyarakat lebih cermat memilih travel, tidak mudah tergiur janji keberangkatan cepat maupun harga murah.
“Jangan sampai muncul lagi Hanania yang lain, muncul lagi Anissa Ahmada yang lain dengan nama berbeda,” harap Irfan.
Penulis: Muhammad Nizar
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id

































