Menuju konten utama

Rangkuman Materi IPS Kelas 9 Kurikulum Merdeka Lengkap

Rangkuman materi IPS kelas 9 Kurikulum Merdeka semester 1 dan 2 bisa dibaca siswa untuk belajar. Berikut ini ringkasan lengkap materi IPS kelas 9.

Rangkuman Materi IPS Kelas 9 Kurikulum Merdeka Lengkap
Ilustrasi globe yang memperlihatkan kondisi permukaan bumi. Adapun materi IPS kelas 9 Kurikulum Merdeka mengajarkan tentang interaksi manusia di bumi dan berbagai perkembangannya. foto/Istockphoto

tirto.id - Rangkuman materi IPS kelas 9 Kurikulum Merdeka bisa dibaca oleh peserta didik untuk kebutuhan pembelajaran. Simak artikel ini untuk melihat rangkuman materi IPS kelas 9 semester 1 dan 2.

Ilmu pengetahuan sosial atau IPS merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan kepada siswa-siswi di sekolah. Pengetahuan sosial ini mencakup berbagai interaksi antarmanusia di suatu ruang.

Secara garis besar, materi IPS kelas 9 Kurikulum Merdeka menyajikan 4 tema utama. Di antaranya Manusia dan Perubahan, Perkembangan Ekonomi Digital, Tantangan Pembangunan Indonesia, serta Kerjasama Dunia.

Rangkuman Materi IPS Kelas 9 Semester 1 Kurikulum Merdeka

Tema pertama dalam rangkuman materi IPS kelas 9 semester 1 Kurikulum Merdeka adalah Manusia dan Perubahan. Sementara itu, tema kedua yang diajarkan membahas perihal Perkembangan Ekonomi Digital.

Setiap tema yang disajikan lewat mata pelajaran ini memiliki beberapa subbahasan. Berikut rangkuman materi IPS kelas 9 semester 1 Kurikulum Merdeka.

Tema 1: Manusia dan Perubahan

Manusia dan berbagai perubahan sosial yang terjadi kepada mereka diajarkan kepada siswa lewat buku IPS (2022) tulisan Mohammad Rizky Satria dkk. Berikut sejumlah hal yang dituliskan di dalamnya.

1. Perubahan Sosial

Perubahan sosial adalah berbagai perubahan yang muncul di berbagai bidang kehidupan masyarakat. Adapun bentuknya bermacam-macam tergantung kriteria, misal berdasarkan waktu, cakupan, perencanaan, dan arah perkembangan.

Sementara itu, perubahan sosial dapat muncul akibat faktor-faktor internal dan eksternal. Faktor internal berasal dari dalam masyarakat itu sendiri, sementara faktor eksternal disebabkan pihak luar.

Perubahan sosial ini bisa membawa dampak positif berupa terbukanya pemikiran maupun mobilitas sosial. Sementara efek negatif perubahan meliputi perilaku masyarakat yang negatif dan kesenjangan sosial.

2. Perubahan Sosial Masyarakat Indonesia di Era Modernisasi

Perkembangan teknologi, informasi, dan komunikasi menyebabkan manusia sekarang berada di era modernisasi. Hal ini mempengaruhi bagaimana masyarakat Indonesia menjalankan kehidupan sosialnya.

Perubahan sosial masyarakat Indonesia di era modernisasi terjadi pada mode pakaian, industri dan pekerjaan, kualitas pendidikan, hiburan, hingga gaya hidup. Contohnya, kita sekarang bisa melihat orang yang lebih suka berpakaian terbuka dibandingkan pakaian jadul dan tertutup.

3. Globalisasi

Globalisasi adalah proses globalnya berbagai aspek kehidupan sehingga bisa menjangkau seluruh belahan dunia. Dengan begitu, tidak ada batas lagi yang bisa menghalangi informasi.

Proses globalisasi berjalan bagaikan sejarah dari dahulu kala, dimulai ketika masyarakat suatu daerah berlayar untuk dagang ke wilayah lain. Hal yang dahulu rumit untuk dilakukan menjadi lebih mudah dan efektif.

Adapun globalisasi bisa terjadi di bidang ilmu pengetahuan, ekonomi, politik, hukum, hingga kebudayaan. Buktinya, sekarang kita bisa menemukan berbagai produk ekonomi luar negeri di Indonesia.

4. Kearifan Lokal

Selain berbagai perubahan sosial dan globalisasi, ada pula materi berupa kearifan lokal yang bisa disebut murni. Bagian dari kebudayaan ini diwariskan secara turun-temurun di suatu wilayah budaya.

Sebagai budaya, kearifan lokal meliputi berbagai hasil pemikiran manusia untuk berperilaku atau berkehidupan di suatu wilayah. Khususnya di Indonesia, ada dua contoh kearifan lokal yang sudah diakui dunia.

Warisan budaya yang diakui oleh UNESCO tersebut adalah wayang dan batik. Kedua benda ini bukan hanya menjadi barang hasil budaya, tapi diklaim mengandung arti filosofisnya tersendiri.

Tema 2: Perkembangan Ekonomi Digital

Materi IPS kelas 9 Kurikulum Merdeka juga menyajikan informasi tentang Perkembangan Ekonomi Digital. Pengetahuan ini disampaikan mulai dari sejarah kemunculan uang, lembaga keuangan, hingga literasi finansial.

1. Uang dan Lembaga Keuangan

Bermula dari sistem pertukaran barter, yakni menukar barang dengan barang lain yang dianggap senilai, kini kita sudah bisa melihat uang berbentuk elektronik. Asal-usul uang ini ditengahi oleh bentuk uang cetak kertas maupun koin.

Kendati bentuknya berbeda-beda, uang pada intinya berfungsi sebagai alat tukar yang sah di suatu negara. Oleh sebab itu, pemerintah biasanya memiliki lembaga keuangannya sendiri.

Selain lembaga keuangan bank pemerintah, ada juga berbagai lembaga yang dibuat oleh pihak swasta dan pihak asing. Bahkan, terdapat pula lembaga keuangan bukan bank seperti perusahaan asuransi.

2. Interaksi Masyarakat Abad ke-21

Interaksi dalam ilmu pengetahuan sosial merujuk pada hubungan yang terjadi di antara setiap manusia di dunia. Lantas, bagaimana interaksi masyarakat pada abad ke-21?

Untuk memahami ini, dikenal istilah masyarakat jaringan yang saling terhubung satu sama lain di seluruh dunia. Kita bisa terhubung lantaran adanya teknologi dan informasi yang mutakhir.

Lantaran saling terhubung, ada beberapa sikap yang perlu diperhatikan ketika berinteraksi melalui teknologi. Di antaranya berdasarkan sikap saling menghargai, terdidik (punya alasan), dan saling melindungi.

3. Perkembangan Transaksi Ekonomi di Era Digital

Bukan hanya uang yang berbentuk elektronik, kini transaksi barang bisa kita lihat secara langsung di internet. Perkembangan transaksi ekonomi di era digital ini membuat individu bisa berbelanja tanpa perlu pergi ke toko.

Adapun manfaatnya mencakup pendeknya jalur distribusi, layanan dan produk bervariasi, kemudahan pembayaran, dan bisa berbelanja di mana saja. Namun demikian, setiap orang wajib tetap waspada terhadap berbagai transaksi yang berpotensi menipu.

Selain itu, perkembangan ini menyebabkan kemunculan berbagai bentuk uang yang diklaim praktis. Beberapa contohnya adalah penggunaan kartu kredit, cek, dan kartu debit.

4. Literasi Finansial

Literasi keuangan atau finansial merupakan pengetahuan tentang pengelolaan keuangan dalam kehidupan. Setiap orang harus punya pengetahuan literasi finansial ini.

Adapun literasi keuangan dianggap penting lantaran bisa membantu seseorang dalam mengatur keuangannya. Mereka akan lebih mempertimbangkan lagi tentang pemasukan dan pengeluaran masing-masing.

Literasi finansial juga diklaim bisa mengubah cara menggunakan uang sehingga alat tukar tersebut dapat lebih berguna. Tepatnya digunakan secara tepat dan bijak untuk menutupi kebutuhan sehari-hari.

Rangkuman Materi IPS Kelas 9 Semester 2 Kurikulum Merdeka

Mengutip informasi dari buku serupa, materi IPS kelas 9 semester 2 Kurikulum Merdeka mencakup Tantangan Pembangunan Indonesia dan Kerjasama Dunia. Melalui dua materi ini, siswa diajarkan tentang perkembangan pembangunan Indonesia dari masa ke masa dan keberagaman masyarakat dunia.

Berikut ini rangkuman materi IPS kelas 9 Kurikulum Merdeka semester 2.

Tema 3: Tantangan Pembangunan Indonesia

Materi IPS kelas 9 Kurikulum Merdeka semester 2 salah satunya Tantangan Pembangunan Indonesia. Melalui bab tersebut, siswa-siswi akan diajarkan mengenai pengetahuan berikut.

1. Pembangunan Indonesia dari Masa ke Masa

Pada dasarnya, pembangunan merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di berbagai bidang. Proses pembangunan di Indonesia ini bisa dipantau sejak pasca kemerdekaan tahun 1945 silam.

Pada masa Orde Lama, Indonesia mengalami berbagai permasalahan internal (pergerakan) sekaligus eksternal (agresi). Selain itu, masih menggunakan sistem ekonomi masa kolonialisme.

Oleh sebab itu, diperlukan suatu pembangunan dalam bidang politik dan ekonomi. Hal ini memicu perubahan pada sistem pemerintahan ke demokrasi parlementer serta terselenggaranya pemilihan umum.

Adapun pembangunan di bidang ekonomi dipantau dari dokumen pertama bertajuk "Dasar-dasar Pokok daripada Plan Mengatur Ekonomi Indonesia". Kendati tak berjalan mulus, pembangunan terus mengalami perubahan hingga kemunculan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada 1963 silam.

Pada masa Orde Baru atau pemerintahan Soeharto (1966-1998), upaya pembangunan di bidang politik maupun ekonomi masih berlanjut. Aktivitas politik kala itu diklaim lebih diminimalisasi, kemudian pembangunan ekonomi ditingkatkan.

Salah satu contoh pembangunan ekonomi pada masa itu adalah program Repelita. Selain itu, pernah diterapkan pula sistem Keluarga Berencana (KB), transmigrasi, industrialisasi pertanian, dan pendidikan dasar.

Masa akhir Orde Baru ditutup dengan krisis ekonomi tahun 1998 sehingga masa Reformasi harus membenahi hal tersebut. Presiden yang menjabat pada awal Reformasi adalah BJ. Habibie.

Kemudian dilanjutkan dengan Gus Dur, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), hingga Joko Widodo. Sebagai salah satu contoh pembangunan masa reformasi, Jokowi berfokus pada infrastruktur negara.

Berbagai hal yang sempat ditingkatkan dengan anggaran negara mencakup bendungan, rel kereta api, pembangunan jalan, dan lain-lain. Sekarang, pembangunan dan berbagai program tergantung kebijakan Presiden Prabowo.

2. Tolak Ukur Kemajuan Pembangunan

Ada dua hal yang dijadikan sebagai takaran atau standardisasi kemajuan pembangunan suatu negara. Faktor penentu itu mencakup angka pertumbuhan ekonomi dan kualitas kehidupan masyarakat.

Angka pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat dapat menunjukkan bahwa perekonomian di suatu negara berkembang. Maksudnya, mengalami peningkatan secara kualitas maupun kuantitas.

Kehidupan perekonomian yang baik tentu memberikan dampak positif terhadap kehidupan masyarakat negara tersebut. Oleh sebab itu, kualitas hidup mereka bisa ikut meningkat.

3. Potensi dan Tantangan Indonesia Menjadi Negara Maju

Jika berbicara tentang sumber daya alam, Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya. Namun demikian, tetap masih ada beberapa wilayah yang tidak dimanfaatkan dengan baik.

Keberadaan sumber daya alam ini bisa menjadi potensi sekaligus tantangan bagi Indonesia yang ingin menjadi negara maju. Adapun ciri negara maju bisa dipantau lewat beberapa karakteristik.

Di antaranya tingkat kesejahteraan yang tinggi, kualitas sumber daya manusia (SDM) tinggi, perkembangan industri dan perdagangan tinggi, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tinggi.

Tema 4: Kerjasama Dunia

Materi IPS kelas 9 Kurikulum Merdeka juga membahas tentang keberagaman lingkungan, masyarakat, dan kerjasama dunia. Berikut penjelasan mengenai ketiga hal tersebut, lengkap dengan alasan utamanya yang berupa pembangunan berkelanjutan.

1. Keragaman Lingkungan Alam dan Masyarakat Dunia

Peta Benua Asia

Peta Benua Asia. FOTO/iStockphoto

Benua Asia ada di sebelah timur bumi dan hampir keseluruhan daerahnya di bagian utara (kecuali Indonesia). Luas Benua Asia tercatat hampir sampai 33 persen dari total seluruh daratan dunia, kisaran 44.444.100 kilometer persegi.

Adapun secara astronomis Benua Asia berada di 26 derajat BT sampai 170 derajat BT dan 11 derajat LS sampai 80 derajat LS. Sementara itu, perbatasannya bisa dipantau melalui poin-poin berikut.

  • Utara: Samudra Arktik dan Selat Bering
  • Selatan: Samudra Hindia
  • Barat: Pegunungan Ural
  • Timur: Samudra Pasifik
Adapun pembagian wilayahnya terdiri atas Asia Tenggara, Asia Timur, Asia Selatan, Asia Barat Daya (Asia Timur Tengah), dan Asia Tengah.

Peta Benua Amerika

Peta Benua Amerika. FOTO/iStockphoto

Benua Amerika berlokasi di garis astronomi antara 170 derajat BT sampai 35 derajat BB dan 83 derajat LU sampai 55 derajat LS. Luas wilayah Benua Amerika terdaftar paling besar kedua, yakni sekitar 42.575.526 kilometer persegi.

Adapun batas geografisnya terdiri dari beberapa bentang alam berikut.

  • Utara: Samudra Arktik
  • Timur: Samudra Atlantik
  • Selatan: Selat Drake
  • Barat: Samudra Pasifik
Sementara itu, pembagian wilayah Benua Amerika terbagi atas Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Amerika Tengah.

Peta Benua Eropa

Benua Eropa. FOTO/iStockphoto

Lokasi Benua Eropa berada di antara 9 derajat BB sampai 60 derajat BT dan 35 derajat LU sampai 80 derajat LS. Adapun luas Benua Eropa sekitar 10.507.630 kilometer persegi, dengan batas geografis berikut.

  • Utara: Laut Barent dan Laut Norwegia
  • Timur: Benua Asia dan Laut Kaspia
  • Selatan: Laut Hitam dan Laut Tengah
  • Barat: Samudra Atlantik
Sementara itu, perpisahan wilayahnya diklasifikasikan sesuai batas tertentu menjadi Eropa Utara, Eropa Selatan, Eropa Timur, dan Eropa Barat.

Peta Benua Afrika

Peta Benua Afrika. FOTO/iStockphoto

Benua Afrika terletak di antara 17 derajat BB sampai 52 BT dan 35 derajat LU sampai 34 derajat LS. Di antara garis-garis tersebut, luas daerah Benua Afrika mencapai 30.370.000 kilometer persegi lengkap dengan batas berikut.

  • Utara: Laut Tengah dan Benua Eropa
  • Timur: Laut Merah dan Samudra Hindia
  • Selatan: Samudra Hindia
  • Barat: Samudra Atlantik
Benua Afrika juga dibagi kawasannya menjadi Afrika Utara, Afrika Selatan, Afrika Timur, Afrika Tengah, dan Afrika Barat.

Peta Benua Australia

Peta Benua Australia. FOTO/iStockphoto

Benua Australia terdata paling kecil wilayahnya dengan luas sekitar 7.682.300 kilometer persegi. Letak wilayah itu berada di bawah Benua Asia, di antara 11 derajat LS sampai 44 derajat LS dan 115 derajat BT sampai 153 derajat BT.

Selain hamparan daratan negara Australia, benua ini juga mencakup Pulau Christmas, Cocos, dan Macquarie. Adapun batas geografis Benua Australia mencakup daftar berikut.

  • Utara: Laut Timor (Timor Leste) dan Laut Arafuru (Indonesia)
  • Timur: Samudra Pasifik dan Laut Tasman
  • Barat dan Selatan: Samudra Hindia

2. Perkembangan Kerjasama Dunia

Sejak zaman 2.000 SM, ditandai dengan keberadaan peradaban-peradaban kuno, setiap wilayah punya keberagaman sumber daya. Oleh karena itu, dibutuhkan interaksi untuk saling melengkapi SDA.

Salah satu bukti kerjasama dunia pertama dilihat dari interaksi Peradaban Mesopotamia dengan Peradaban Sungai Indus. Bukti itu dipantau dari stempel perdagangan atau transaksi mereka.

Perkembangan ini dapat dilihat kelanjutannya melalui keberadaan jalur sutra yang menghubungkan pedagang Asia dan Eropa. Dilanjutkan dengan kehadiran jalur laut pertama kisaran abad ke-1 Masehi.

Kendati kita berbicara tentang perdagangan, pengaruh yang ditimbulkan dari kerjasama ini meluas ke sektor politik maupun budaya. Bahkan, Indonesia pada masa Hindu-Buddha bisa menjadi salah satu buktinya.

Interaksi antarnegara ini berlanjut menuju masa kejayaan Islam Nusantara hingga kolonialisme Eropa. Sekarang, interaksi dan kerjasama dunia dijalankan secara damai dengan memperhatikan kepentingan bersama.

Bentuknya ada kerjasama bilateral (dua negara), regional (suatu kawasan), dan multilateral (lebih dari dua negara). Salah satu contohnya bisa dilihat dari adanya kerjasama ASEAN dan PBB.

3. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dikenal dalam istilah internasional sebagai Suistainable Development Goals (SDGs). Program ini sudah diterapkan sejak 2016 silam.

Adapun Tujuan Pembangunan Berkelanjutan diadopsi oleh berbagai negara untuk diintegrasikan sesuai kondisi masing-masing. Khususnya dalam proses pembangunan negara.

Secara ringkas, pembangunan berkelanjutan berniat mengelola suatu hal maupun sumber daya agar bisa berjangka panjang. Khususnya demi meningkatkan kualitas hidup manusia dan lingkungan.

Link Unduh Buku Materi IPS Kelas 9 Kurikulum Merdeka

Selain rangkuman di atas, peserta didik juga bisa mengunduh buku IPS kelas 9. Hal ini dapat menjadi salah satu langkah penting, mengingat informasi yang disajikan buku lebih banyak.

Berikut tautan yang bisa dibuka untuk download buku IPS kelas 9 Kurikulum Merdeka.

Baca juga artikel terkait MATERI AJAR atau tulisan lainnya dari Yuda Prinada

tirto.id - Edusains
Kontributor: Yuda Prinada
Penulis: Yuda Prinada
Editor: Yulaika Ramadhani
Penyelaras: Yuda Prinada