tirto.id - Personel TNI dari Kodim 0106/Aceh Tengah terus melanjutkan pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III di Kampung Reje Payung, Kecamatan Linge, Aceh Tengah.
Pembangunan jembatan yang dimulai sejak 6 April 2026 itu melintasi sungai dengan bentang sekitar 90 meter dan kedalaman normal sekitar satu meter. Jembatan memiliki panjang 110 meter dengan lebar 1,2 meter dan akan menghubungkan Kampung Reje Payung dan Kampung Jamat di Kecamatan Linge.
"Jembatan ini mampu menampung beban maksimal satu ton. Alhamdulillah, pengerjaannya telah mencapai 82,54 persen," terang seorang petugas.
Pembangunan jembatan melibatkan tiga personel Koramil 05/Linge, 12 personel Batalyon Teritorial Pembangunan 854/Dharma Kersaka (Yon TP 854/DK) yang bermarkas di Pameu, Aceh Tengah, satu personel asistensi dari Zeni Kodam Iskandar Muda, serta tiga warga setempat.
Hingga Sabtu (25/7/2026), pekerjaan telah memasuki tahap pemasangan papan lantai dan pengencangan tiang hanger.
Secara terpisah, Kepala Posko Wilayah Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh, Dr. Safrizal ZA, mengapresiasi aparat TNI yang terus membantu penanganan pascabencana di Aceh. Menurutnya, keterlibatan TNI di lapangan menjadi bagian dari kolaborasi lintas kementerian, lembaga, dan berbagai elemen masyarakat dalam mempercepat proses pemulihan.
“TNI, Polri, kementerian/lembaga, elemen sipil, donatur swasta, semuanya telah, sedang dan terus bekerja sama memberikan sumbangsih tenaga dan pikiran untuk percepatan pemulihan di Aceh. Saya memberikan apresiasi kepada semuanya, termasuk teman-teman yang sedang membangun jembatan perintis Garuda di Linge,” kata Safrizal.
Safrizal, yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Bina Administrasi Wilayah Kementerian Dalam Negeri, turut menyampaikan terima kasih kepada masyarakat setempat yang sejak terjadinya bencana terus bergotong royong bersama pemerintah dalam mendukung berbagai upaya penanggulangan pascabencana.
Ia menilai progres pembangunan jembatan menunjukkan bahwa infrastruktur tersebut akan segera rampung sehingga jalur transportasi dapat kembali difungsikan dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.
Selain mempermudah mobilitas warga, keberadaan jembatan juga diharapkan memungkinkan siswa SDN 10 Linge yang saat ini masih terbagi dalam dua kelompok belajar, yakni di sekolah induk dan tenda darurat di seberang sungai, dapat kembali belajar di satu lokasi.
“Mari kita berdoa kepada Allah supaya mempermudah segala urusan. Terima kasih kepada para personel TNI yang sedang bekerja keras mempercepat selesainya jembatan tersebut,” imbuhnya.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id






























