Menuju konten utama

Media-Media AS Kompak Boikot Liputan soal Trump, Apa Sebabnya?

Presiden Donald Trump menghadapi penolakan dari berbagai media besar di negaranya usai memblokir CNN, Politico, dan MS NOW dari Gedung Putih.

Media-Media AS Kompak Boikot Liputan soal Trump, Apa Sebabnya?
Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato kepada bangsa dari East Room Gedung Putih di Washington, DC, pada 16 Juli 2026. (Foto oleh SAUL LOEB / POOL / AFP)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Media massa besar di Amerika Serikat (AS) kompak memboikot liputan terkait Presiden AS Donald Trump pada Senin (21/9/2026). Sejumlah media, termasuk New York Times dan Washington Post, menyebut tak akan meliput kegiatan Trump pada hari Senin imbas perseteruan Presiden AS itu dengan beberapa media.

Menukil BBC, aksi pemboikotan itu dilaporkan telah membuat agenda Trump pada Senin absen dalam pemberitaan sejumlah media besar. Peliputan agenda rutin macam pernyataan Trump di Air Force One atau agenda Trump menghadiri sidang umum PBB pada Senin, disebut jadi lebih sepi dari biasanya.

Pemboikotan juga telah membuat acara peresmian landasan helikopter Marine One di Gedung Putih tak memiliki gaung dalam percakapan publik AS hari Senin. Di sisi lain, Gedung Putih berusaha menarik simpati publik dengan menyiarkan secara langsung agenda tersebut melalui laman web mereka.

Aksi boikot ini dilaporkan terjadi imbas perseteruan terbaru Trump dengan sejumlah insan media setempat. Polemik ini terjadi sejak akhir pekan lalu, tepatnya ketika Trump menarik akses peliputan CNN, Politico, dan MS NOW di Gedung Putih pada Jumat (18/9).

Sejak penarikan akses itu, jurnalis ketiga media besar AS itu tak diberikan izin untuk melakukan peliputan di kawasan Gedung Putih. Larangan ini dilaporkan telah diberlakukan sejak Sabtu (19/9).

Dalam keterangannya pada Jumat, Trump menyebut keputusan ini dilatari oleh kejengkelannya terhadap CNN, Politico, dan MS NOW. Ketiga outlet berita itu disebutnya selalu memproduksi “berita bohong” dan “fiksi” untuk menjatuhkan pemerintahan Partai Republik.

Keputusan ini sontak memicu kecaman komunitas pers AS. Trump dinilai banyak pihak telah mencederai prinsip dan menggunakan keputusan itu untuk memengaruhi independensi pers. Kecaman kemudian turut disampaikan lewat pemboikotan pada Senin.

Lima jaringan televisi AS, yakni ABC, CBS, CNN, Fox News, dan NBC turut serta dalam aksi boikot. Mereka mengeluarkan pernyataan bersama untuk mengecam keputusan Trump dan menyatakan“masyarakat memiliki kepentingan vital untuk menerima informasi yang akurat dan independen tentang pemerintahannya”.

Sementara itu, tiga media massa terdampak telah membuat pernyataan bersama untuk melawan keputusan Trump. Hal ini, kata mereka, demi “membela prinsip bahwa pemerintah tidak bisa menentukan apa yang dilaporkan oleh pers”.

CNN, Politico, dan MS NOW Ajukan Gugatan kepada Gedung Putih

Ketiga outlet berita terdampak larangan liputan Trump dilaporkan telah melayangkan gugatan terhadap Gedung Putih di Pengadilan Distrik AS di Washington. Gugatan ini disebut diajukan pada Senin.

Dalam konteks sistem hukum AS, amandemen pertama konstitusi negara tersebut secara eksplisit mengadopsi prinsip kebebasan pers. Konstitusi mereka melarang pemerintah untuk “membatasi” kebebasan pers, istilah yang kerap ditafsirkan sebagai kuasa pengadilan untuk mencegah pemerintah mendiskriminasi media massa karena isi liputan mereka.

Sementara itu, di sisi lain, gugatan yang diajukan tiga media massa itu kemudian direspons Trump secara sinis. Dalam keterangannya, ia menyebut ketiga organisasi pers itu sebagai “Badut Kelas Tiga” dan “Pers Curang dan Korup” yang “meremehkan dan menghina” prestasinya.

"Orang-orang dan publikasi berita palsu yang hanya menulis secara negatif, dan yang melanggar Keamanan Nasional dengan menulis cerita palsu dan fitnah dengan 'sumber' yang tidak dikenal, seharusnya tidak diizinkan mengakses Kantor terpenting di mana pun di dunia," tulis Trump di platform Truth Social miliknya.

Dalam keterangannya itu, Trump juga menyebut pihaknya kemungkinan akan melawan gugatan tersebut di pengadilan. Trump mengatakan ia “hampir tanpa ragu” meyakini bahwa timnya akan segera mengajukan banding.

Baca juga artikel terkait DONALD TRUMP atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar