Menuju konten utama

Harga Minyak Turun Lagi, Akhiri Tren Kenaikan Dua Pekan

Harga minyak mentah Brent berjangka turun 25 sen atau 0,3 persen menjadi 83,31 dolar AS per barel.

Harga Minyak Turun Lagi, Akhiri Tren Kenaikan Dua Pekan
kilang minyak.foto/shutterstock
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Harga minyak turun pada perdagangan Jumat (28/8/2026) dan diperkirakan mengakhiri tren kenaikan selama dua pekan berturut-turut. Penurunan terjadi meski harga minyak ditutup menguat pada sesi sebelumnya setelah muncul laporan soal Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tak tertarik menggunakan ketentuan kesepakatan dengan Iran.

Dilaporkan Reuters, harga minyak mentah Brent berjangka turun 25 sen atau 0,3 persen menjadi 83,31 dolar AS per barel.

Kedua patokan harga minyak tersebut diperkirakan mencatat penurunan sepanjang pekan ini. Harga Brent turun 5,3 persen, sementara West Texas Intermediate (WTI) merosot 4,3 persen.

Mengutip sumber yang mengetahui persoalan tersebut, Wall Street Journal melaporkan, pemerintahan Trump telah berulang kali menyampaikan kepada para mediator bahwa mereka tidak berminat menghidupkan kembali nota kesepahaman yang dibuat pada Juni 2026.

Kondisi tersebut membuat upaya diplomatik untuk memulai kembali perundingan menjadi makin sulit.

Sementara itu, Washington menyatakan tidak sedang melakukan pembicaraan dengan Iran meski sejumlah negara lain tengah melakukan upaya diplomatik untuk kembali mempertemukan kedua pihak.

Awal pekan ini, AS mengumumkan hal yang mereka sebut "sanksi terberat" dalam sejarah terhadap Iran. Merespons hal itu, Teheran menyebutkan, sanksi tersebut sebagai tindakan tidak manusiawi dan bermusuhan.

Menurut Reuters, ketegangan geopolitik juga meningkat setelah Rusia memperingatkan dapat menyerang target militer Inggris di dalam maupun di luar Ukraina. Ancaman tersebut disampaikan sebagai respons atas serangan Kyiv ke wilayah Rusia menggunakan rudal jelajah jarak jauh yang dipasok Inggris.

Namun, Trump mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin tidak akan menyerang negara anggota NATO, termasuk Inggris.

Baca juga artikel terkait HARGA MINYAK atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama