tirto.id - Direktur Utama PT Freeport Indonesia (PTFI), Tony Wenas, menyatakan perusahaannya membutuhkan investasi untuk tambang Kucing Liar di Papua Tengah senilai Rp72 triliun hingga 2033.
Menurutnya, PTFI hingga saat in telah menggolontorkan investasi untuk tambang tersebut senilai Rp25 triliun.
"Kami telah menghabiskan Rp25 triliun kira-kira untuk pengembangan Tambang Kucing Liar ini, dari totalnya sebesar Rp72 triliun sampai dengan 2033," ucap Tony saat rapat bersama Komisi XII DPR RI, Selasa (15/9/2026).
Tony menyebutkan PTFI tengah menyiapkan skema penambangan di tambang Kucing Liar mulai saat ini, meski proses penambangan di sana baru dapat dilakukan mulai 2029. Dia mengakui, Kucing Liar menjadi tambang masa depan PTFI.
"Tambang Kucing Liar yang merupakan tambang masa depan kami, itu akan sudah mulai kami kerjakan dari sekarang, dan itu sudah memasuki tahap development, dan akan bisa mulai ditambang tahun 2029," tuturnya.
Tony turut menyampaikan PTFI memproyeksikan penambangan sekitar 124 ribu ton produksi bijih per hari pada 2026. PTFI disebut sejatinya dapat memproduksi hingga 200 ribu ton bijin per hari.
Penyesuaian proyeksi penambangan dilakukan setelah adanya longsoran material basah di site PTFI pada September 2025. Imbas hal itu, PTFI disebut memodifikasi sejumlah peralatan mereka.
"Kemudian di tahun depan, kami akan bisa mencapai 170.000 ton bijih per hari atau sekitar 75 persen dari kapasitas normal kami dan mendekati 100 persen di tahun 2028. Di mana, di tahun 2028 itu akan bisa mencapai 208.000 ton bijih per hari. Selanjutnya, di 2029 dan 2030, itu bisa lebih dari 220.000 ton bijih per hari," urai Tony.
Dia menambahkan PTFI dapat memproduksi 800 juta pound tembaga dan 700 ribu ons emas pada 2026. Adapun 700 ribu ons emas tersebut setara dengan 21 ton emas.
PTFI memproyeksikan bakal memproduksi 1,3 miliar pound tembaga dan 1 juta ons emas (31 ton emas) pada 2027.
"Tahun 2028 dan seterusnya itu tembaga akan bisa mencapai 1,6 miliar pound dan juga untuk emasnya bisa 1,3 juta ounces atau sekitar 39 sampai 40 ton," sebut Tony.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id





































