tirto.id - Pemerintah membuka pendaftaran Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) hingga 27 Juli 2026. Apa perbedaan Sekolah Nasional Terintegrasi, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggulan Garuda?
Sekolah Nasional Terintegrasi dihadirkan untuk mengatasi ketimpangan capaian mutu satuan pendidikan di jenjang SMP ataupun SMA. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menyebut bahwa pemerataan pendidikan masih menjadi pekerjaan besar pemerintah.
“Berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) per 30 Juni 2025 dan Rapor Pendidikan 2025, baru 263 dari 7,288 kecamatan atau sekitar 4 persen yang memiliki SMP dan SMA dengan capaian baik, yakni terakreditasi A serta memiliki skor capaian literasi dan numerasi di atas 75,” terang Mu'ti, dikutip dari Antara News (20/7/2026).
Presiden Prabowo Subianto kemudian menghadirkan program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT). Tujuannya memperluas akses pendidikan bermutu di berbagai daerah.
“SNT bukan sekadar pembangunan sekolah baru. SNT merupakan ikhtiar negara untuk mendekatkan layanan pendidikan bermutu kepada anak-anak di daerah, sekaligus mengembangkan potensi, minat, bakat, karakter, dan talenta anak secara optimal,” imbuh Mu'ti.
Lalu, apa perbedaan Sekolah Nasional Terintegrasi dengan lembaga pendidikan nasional yang sudah ada, seperti Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggulan Garuda? Simak penjelasannya di artikel ini.
Perbedaan Sekolah Nasional Terintegrasi, Sekolah Rakyat, & Sekolah Unggulan Garuda
Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan program unggulan pemerintah non-asrama yang diproyeksikan sebagai pusat pengembangan mutu pendidikan di daerah. Tujuan utamanya adalah mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.
Sementara itu, Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan inklusif yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Peserta didik tidak mengeluarkan biaya pendidikan karena seluruh kebutuhan sekolah ditanggung pemerintah.
Adapun Sekolah Unggulan Garuda adalah program penguatan bagi SMA yang sudah ada. Tujuannya yakni untuk mengoptimalkan potensi menuju perguruan tinggi terbaik dunia.
Selengkapnya, berikut ini perbedaan antara Sekolah Nasional Terintegrasi, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggulan Garuda:
Kementerian yang Menaungi
Sekolah Unggulan Garuda berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Sedangkan Sekolah Rakyat di bawah naungan Kementerian Sosial (Kemensos). Adapun Sekolah Nasional Terintegrasi berada di bawah naungan Kemendikdasmen.Asrama
Sekolah Rakyat menerapkan sistem asrama agar memastikan siswa mendapatkan lingkungan belajar yang kondusif, gizi seimbang, dan pembinaan karakter secara intensif.Adapun Sekolah Unggulan Garuda juga menerapkan sistem asrama boarding school. Sementara itu, siswa Sekolah Nasional Terintegrasi tidak perlu menetap di asrama, meski meliputi satu kawasan terpadu.
Kurikulum
Kurikulum Sekolah Unggulan Garuda merupakan gabungan kurikulum nasional dan internasional, berfokus pada pendidikan global. Sementara itu, kurikulum Sekolah Rakyat menggabungkan standar nasional sekaligus kekhasan lokal di tiap lokasi Sekolah Rakyat.Adapun Sekolah Nasional Terintegrasi menggunakan Kurikulum Nasional yang diperkaya dengan muatan kompetensi global serta pendekatan Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics, and Sport (STEAM).
Jadwal dan Tahapan SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi 2026
Kendati program baru, Sekolah Nasional Terintegrasi telah memulai pendaftaran calon murid baru melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Pendaftaran dibuka untuk siswa tingkat awal di tiap jenjang, yakni kelas 7 (SMP) dan kelas 10 (SMA).
Kemudian, pendaftaran SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi meliputi beberapa jalur seleksi, yakni jalur Zonasi/Domisili, Afirmasi, Prestasi, dan Mutasi. Tahapan seleksinya mencakup pendaftaran, verifikasi berkas, tes masuk, perangkingan, pengumuman hasil, lalu daftar ulang.
Berikut ini jadwal dan tahapan pendaftaran SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi 2026:
- Sosialisasi: 21–24 Juli 2026
- Pendaftaran: 21–27 Juli 2026
- Seleksi: 21–31 Juli 2026
- Pengumuman hasil seleksi: 3 Agustus 2026
- Daftar ulang: 4–7 Agustus 2026
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id



































