Menuju konten utama

Apa Itu Sekolah Nasional Terintegrasi 2026 & Siapa Calon Siswa?

Kemendikdasmen buka pendaftaran SPMB SNT 2026. Siapa saja siswa yang bisa ikut & apa itu Sekolah Nasional Terintegrasi?

Apa Itu Sekolah Nasional Terintegrasi 2026 & Siapa Calon Siswa?
Ilustrasi sekolah. ANTARA/Pradita Kurniawan Syah
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Apa itu Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 2026? Apakah setiap siswa bisa mengikuti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SNT 2026? Ketahui jawaban lengkapnya berikut.

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah membuka pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 2026 hingga 27 Juli.

Proses penerimaan siswa baru di Sekolah Nasional Terintegrasi 2026 dilaksanakan secara objektif, transparan, inklusif, serta berkeadilan. Sekolah Nasional Terintegrasi sendiri berbeda dengan sekolah pada umumnya, terutama dalam hal konsep, kurikulum, serta ekosistem sekolah.

Bahkan, siswa yang dapat bersekolah di SNT hanya mereka yang berhasil lolos seleksi yang telah ditetapkan Kemendikdasmen. Lantas, apa itu Sekolah Nasional Terintegrasi 2026? Siapa saja siswa yang bisa mengikuti pendaftaran SPMB SNT 2026? Berikut ringkasan lengkapnya.

Apa Itu Sekolah Nasional Terintegrasi 2026?

Sekolah Nasional Terintegrasi atau SNT adalah program sekolah unggulan pemerintah non-asrama yang diproyeksikan sebagai pusat pengembangan mutu pendidikan di daerah. Melalui program yang digagas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto ini, tujuan utama SNT yakni mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.

Berbeda dari sekolah pada umumnya, Sekolah Nasional Terintegrasi menggunakan konsep berbeda dengan menggabungkan jenjang antara tingkat dasar hingga menengah atas/kejuruan dalam satu kawasan terpadu.

SNT 2026 dirancang sebagai model pendidikan yang mengintegrasikan dua jenjang sekolah berbeda, yakni Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan Sekolah Menengah Atas (SMA) salam satu sistem tata kelola, pembelajaran, pengembangan talenta, serta penjaminan mutu berkelanjutan.

Meskipun meliputi satu kawasan terpadu, siswa yang bersekolah di SNT tidak perlu menetap di asrama. Lewat penggabungan dua jenjang ini, pemerintah bertujuan mengintegrasikan pembelajaran, pengembangan guru, pembinaan karakter, bakat, serta pemanfaatan fasilitas dengan maksimal.

Dari segi fasilitas, SNT juga dilengkapi sejumlah fasilitas unggulan, seperti pusat pembelajaran, perpustakaan daring dengan akses jurnal internasional, studio seni, hingga fasilitas olahraga standar yang bisa mencakup GOR multifungsi.

Pada tahun ajaran pertama pada periode 2026/2027, Kemendikdasmen telah merincikan bahwa terdapat 17 Sekolah Nasional Terintegrasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia yang akan beroperasi.

Adapun data lainnya menunjukkan terdapat 20 SNT susulan tengah dibangun yang dicanangkan akan beroperasi mulai tahun depan atau dalam waktu dekat.

Berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026, pemerintah menargetkan pembangunan 500 layanan hingga 2029. Adapun di tahun 2026, 17 SNT akan mulai beroperasi di 37 lokasi yang telah ditentukan.

Perbedaan cukup mencolok dari SNT ini yakni sistem pengelolaan di dalamnya dipimpin dan diselenggarakan oleh satu direktur dalam kawasan terpusat, bukan dibawah pimpinan kepala sekolah seperti di instansi pendidikan pada umumnya.

Dari segi kurikulum, SNT menggunakan Kurikulum Nasional yang diperkaya dengan muatan kompetensi global serta pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics, and Sport).

Gagasan Sekolah Nasional Terintegrasi diklaim memberikan kesempatan lebih setara bagi anak-anak Indonesia agar bisa belajar, tumbuh, mengembangkan minat dan bakat, serta menggapai masa depan yang lebih baik.

SNT 2026 diperkirakan akan memuat tiga kurikulum berbeda, yakni kurikulum nasional yang jadi pondasi utama, kemudian kurikulum kekhasan sekolah, serta kurikulum berbasis konteks lokal.

Siapa Saja Siswa yang Bisa Daftar SPMB SNT 2026?

Mengutip unggahan di akun Instagram resmi @pusdatin_kemendikdasmen, pendaftaran calon siswa baru dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, dibuka untuk siswa tingkawal awal di setiap jenjang, yaitu kelas 7 (SMP) dan kelas 10 (SMA).

Siswa yang berdomisili di kabupaten/kota yang sama dengan lokasi SNT akan jadi prioritas. Dengan sistem ini, calon murid baru dipastikan tidak bisa mengikuti pendaftaran SPMB di luar daerah domisilinya.

Sama seperti dalam SPMB di sekolah pada umumnya, pendaftaran SNT akan meliputi beberapa jalur seleksi, mulai dari zonasi/domisili, afirmasi, prestasi, serta mutasi.

Dalam proses SPMB SNT 2026, terdapat enam tahapan utama yang akan dilalui peserta, yakni pendaftaran, verifikasi berkas, tes masuk, perankingan, pengumuman hasil, serta daftar ulang.

Pada saat pendaftaran, peserta wajib memenuhi syarat khusus seperti mengunggah prestasi akademik dan non-akademik

Jadwal dan Tahapan SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi 2026

Agar dapat menjadi acuan bagi calon peserta didik baru, berikut adalah jadwal dan tahapan pendaftaran SPMB SNT 2026:

- Sosialisasi: 21-24 Juli 2026

- Pendaftaran: 21-27 Juli 2026

- Seleksi: 21-31 Juli 2026

- Pengumuman Hasil Seleksi: 3 Agustus 2026

- Daftar Ulang: 4-7 Juli 2026

- Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Ikuti informasi terbaru seputar pendidikan dari Tirto.id dengan cara klik tautan ini.

Baca juga artikel terkait SPMB 2026 atau tulisan lainnya dari Imanudin Abdurohman

tirto.id - Edusains
Kontributor: Imanudin Abdurohman
Penulis: Imanudin Abdurohman
Editor: Beni Jo